Bisnis Kreatif Terancam Gulung Tikar

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN), Kota Kendari menilai, tindakan tegas yang dilakukan oleh KPU dan Panwaslu dalam menjalankan PKPU Nomor 15 tahun 2013 tentang penertiban alat peraga kampanye, dapat menimbulkan sejumlah bisnis kreatif terancam gulung tikar.

Pasalnya, dengan penertiban sejumlah baliho khususnya di Kota Kendari, akan menimbulkan pendapatan para pengusaha advertising menurun yang berdampak semakin meningkatnya jumlah pengangguran di Bumi Anoa ini. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD PAN Kota Kendari, Nur Amin A, SP, saat ditemui di ruang kerjanya akhir pekan lalu.

Menurutnya, dengan aturan baru yang dikeluarkan oleh KPU itu, menyebabkan semakin terbatas  pembuatan baleho para calon anggota legislatif. Padahal hal itu merupakan salah satu alat peraga bagi parpol yang paling efektif untuk melakukan sosialisasi. Walaupun ada zona-zona yang ditetapkan untuk pemasangan baleho dalam aturan itu, namun terasa tidak cukup dalam rangka sosialisasi  karena dalam satu dapil hanya terdapat satu zona saja.

“Terbatasnya pencetakan baleho para kontestan Pemilu otomatis, pemasukan dari pengusaha dibidang jasa advertising semakin menurun pula. Padahal, dari situlah para pengusaha bisnis kreatif ini menggaji para karyawan mereka,” jelas Amin.

Berkurangnya omset dari bisnis kreatif tersebut, lanjutnya lagi, jelas akan menimbulkan bertambahnya pengangguran di Kota Kendari. Pasalnya, untuk meminimalisir biaya produksi, mereka harus melakukan pengurangan tenaga kerja.

“Kalau omset kurang, tindakan yang akan dilakukan oleh para pengusaha advertising ini, ya tidak ada jalan lain selain melakukan PHK. Ini juga akan berdampak pada perekonomian di Kota Kendari, ” jelasnya.

Untuk diketahui, Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013, yang ditetapkan oleh KPU pada Juli 2013 lalu, adalah revisi dari Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013. Dalam aturan tersebut mengatur tentang pemasangan alat peraga kampanye sekaligus mempreteli kewenangan Panwaslu untuk menindak pelanggarannya.  (MIN)

 

 

Bisnis Hotel Picu Pertumbuhan Ekonomi Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Bisnis perhotelan yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah semakin berkembang, hal tersebut ditandai dengan masuknya berbagai jenis hotel ternama yang mempercayakan Sultra sebagai salah satu daerah investasi dibidang perhotelan.

Mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang kini dapat dijumpai di Kota Kendari, beberapa hotel ternama yang juga sudah ada di kota besar lainnya seperti Horison dan Swiss-Belhotel selama beberapa tahun ini sudah beroperasi di Kota Kendari.

Tidak hanya dua hotel berbintang itu yang mempercayakan Kendari sebagai salah satu kota yang dinilai memiliki tingkat perekonomian semakin membaik. Saat ini, Grand Clarion Kendari yang sudah siapp beroperasi juga menambah deretan hotel berbintang yang ada di kota ini.

Azhar Bafadal, seorang Pakar Ekonomi, menjelaskan bahwa dengan kehadiran Grand Clarion Kendari merupakan salah satu indikator bahwa tingkat mobilitas di daerah tersebut sudah semakin tinggi. Sehingga tidak heran jika hotel-hotel besar berani untuk menanamkan sahamnya.

“Tentu dengan kehadiran Grand Clarion Kendari maka kedepannya Sultra akan menjadi salah satu daerah tujuan, kita ketahui bersama bahwa orang yang menginap di hotel-hotel, bukan orang asal Kendari, sehingga dengan hadirnya hotel ternama seperti Grand Clarion, maka menandakan bahwa perekonomian kita akan semakin membaik lagi kedepannya,” terangnya, Rabu.

Alasannya mengatakan bahwa perekonomian Sultra akan semakin membaik karena para pengunjung yang datang dan menginap di Grand Clarion tentu sudah memiliki cita-cita untuk menanamkan sahamnya di Sultra, sehingga keuntungannya diberikan untuk daerah.

Grand Clarion Kendari yang dibangun langsung berhadapan dengan Teluk Kendari tentu memiliki nilai tawar tersendiri, pihak investor juga yang menanamkan sahamnya sudah membaca peluang besar bahwa dengan dibangunnya hotel tersebut maka akan mendatangkan banyak investor lainnya.

Tidak hanya itu, dengan kehadiran Grand Clarion juga akan membuka peluang diadakannya kegiatan internasional di Sultra. Pasalnya, sarana dan prasarana sudah semakin memadai, tentu fasilitas yang diberikan Grand Clarion Kendari juga tidak jauh beda dengan beberapa Grand Clarion yang ada di kota besar lainnya.

Azhar juga menuturkan bahwa dengan kehadiran Grand Clarion Kendari, tidak akan mematikan hotel-hotel lain yang sudah ada jauh sebelum kehadiran Grand Clarion Kendari.

“Kalau masalah persaingan tentu dengan adanya Grand Clarion Kendari akan menjadi salah satu saingan bagi hotel-hotel yang lain, tapi kalau masalah kehadiran hotel ini membunuh hotel yang lain tentu saja tidak, karena setiap hotel itu sudah ada pasarannya, tentu Grand Clarion Kendari diperuntukkan bagi mereka dengan taraf ekonomi menengah ke atas,” tuturnya.

Hotel yang ada sebelum kehadiran Grand Clarion tentu bisa tetap bertahan, jika memperbaiki fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada pengunjung, sehingga tidak akan mematikan, tapi justru akan tercipta persaingan yang sehat. (LINA)

Berburu Sunset di Teluk Kendari

Oleh: Sitti Harlina

Kota Kendari merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan luas wilayah 295,89 KM2 terdiri dari 10 kecamatan dan 64 kelurahan dengan jumlah penduduk saat ini yakni 415 ribu jiwa, telah tumbuh menjadi kota yang semakin maju.

Pertumbuhan Kota Kendari dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang didukung dengan perkembangan sarana dan prasarana yang memadai. Beberapa bangunan tinggi, hotel ternama dan bisnis properti sudah mulai berkembang pesat di Kota Kendari.

Citra Land merupakan salah satu perumahan mewah yang berani menanamkan sahamnya di Kota Kendari karena melihat peluang bisnis property di Kota Kendari dalam waktu mendatang akan tumbuh semakin pesat. Harga rumah dan ruko yang ditawarkan Citra Land Kendari juga cukup bervariasi mulai dari ratusan juta hingga milyaran. Meskipun demikian, hampir sebagian besar perumahan dan kompleks ruko yang ditawarkan Citra Land Kendari sudah hampir habis terjual.

Walikota Kendari, Asrun, yang berhasil memimpin Kota Kendari sejak tahun 2007-2012 cukup memberikan kemajuan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya itu, Asrun yang didampingi wakilnya, Musadar Mapasomba, diperiodenya yang kedua 2012-2017 terus melakukan pembangunan di berbagai sektor. Tentu apa yang dilakukannya itu tidak lepas dari kerja sama yang telah dilakukan dengan pemerintah provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Sultra, Nur Alam.

Salah satu yang menjadi icon Kota Kendari saat ini yakni keindahan teluk kendari yang banyak dinikmati orang. Bukan hanya orang lokal, melainkan pendatang yang berkunjung di Kota Kendari, selalu menghabiskan waktu menjelang sunset di Teluk Kendari.

Keindahan Teluk Kendari yang berada di tengah-tengah kota merupakan pemandangan yang memiliki ciri khas sendiri, hal ini tentu menjadikan keindahan Teluk Kendari tidak kalah dengan beberapa teluk lain yang ada di Indonesia.

Teluk Bayur yang terletak di Kota Padang dan Teluk Ekas yang berada di Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dapat disejajarkan dengan Teluk Kendari yang sama-sama memiliki keindahan teluk masing-masing, apalagi menjelang sunset.

Dreamland, sebuah komunitas yang biasa menghabiskan waktunya di beberapa tempat wisata ikut memuji keindahan sunset di Teluk Kendari. Hal tersebut dikatakan Ketua Dreamland, Naharia Asni.

“Keunikan golden sunset yang ada di Teluk Kendari menjadi nilai tersendiri sehingga pantas untuk disejajarkan dengan beberapa teluk lain yang ada di beberapa wilayah Indonesia,” katanya.

Menurutnya, sunset yang ada di Teluk Kendari merupakan suasana yang sangat menakjubkan dan banyak mengundang wisatawan atau warga sekitar yang seringkali menunggu kedatangannya hanya untuk menyaksikan sunset di Teluk Kendari.

Meskipun sudah sering kali menikmati sunset Teluk Kendari, namun ia tidak pernah bosan untuk tetap menunggu datangnya sunset lagi.

Sudah banyak waktu yang dihabiskan komunitas Dreamland di Teluk Kendari, suasana yang begitu menghangatkan membuat komunitas ini bangga menjadi warga Kota Kendari.

“Kami tidak perlu keliling atau ke daerah lain untuk mengejar keindahan sunset, karena kami sudah bisa merasakan di Kota Kendari,” ujarnya.

Bukan hanya komunitas Dreamland yang mengidolakan keindahan Teluk Kendari, melainkan banyak remaja dan beberapa perkumpulan dan pencinta otomotif juga menghabiskan waktunya di Teluk Kendari.

Waktu menjelang sunset, Teluk Kendari sudah mulai dipadati banyak orang, tidak sekedar menikmati sunsetnya, tapi Teluk Kendari juga dinikmati sebagai salah satu tempat untuk mengabadikan gambar.

Tidak hanya Teluk Kendari yang menjadi satu-satunya icon Kota Kendari, melaikan Tugu MTQ juga menjadi salah satu keunikan dari Kota Kendari.

Tugu MTQ yang dibangun pada masa Gubernur Ali Mazi, menjadikan Sultra sebagai salah satu daerah yang juga terkenal dengan tugunya. Dimasa pemerintahan Nur Alam-Saleh Lasata, juga terus melakukan pemeliharaan terhadap Tugu MTQ sebagai salah satu asset pemerintah.

Bahkan dikawasan Tugu MTQ, berbagai kegiatan tingkat nasional telah digelar dan Sultra telah dipercayakan sebagai tuan rumah.

Beberapa kegiatan tingkat nasional yang telah diselenggarakan di Kota Kendari, Sultra antara lain, Teknologi Tepat Guna (TTG) pada tahun 2011, Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) pada tahun 2012 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada tahun 2013 serta beberapa kegiatan nasional lainnya.

Tentu dengan diselenggarakannya beberapa kegiatan nasional tersebut, Kota Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sultra semakin dikenal di berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

Perkembangan yang ditunjukkan Kota Kendari dari tahun ke tahun terus menunjukkan perkembangan kota menuju kota metropolitan.

Salah satu faktor pendukung lainnya yakni hadirnya beberapa hotel ternama, seperti Plaza-In, Horison, Swiss-Belhotel dan terakhir hadirnya Grand Clarion Kendari yang menjadikan Kota Kendari sebagai salah satu ibu kota yang tidak bisa dipandang sebelah mata lagi.

Kota Kendari yang juga terkenal dengan Kota Lulo mengajarkan banyak hal kepada para pengunjung, lulo merupakan budaya khas Kota Kendari yang merupakan tarian saling bergandengan tangan satu sama lain dan biasanya melingkar.

Kota ini didiami oleh beberapa etnis, yakni Tolaki (etnis asli Kendari), Muna, Buton dan Bugis-Makassar, namun yang lebih unik semua etnis atau suku yang ada di wilayah Indonesia dapat dijumpai di Kota Kendari.

Dengan keberagaman etnis yang ada di Kota Kendari tetap menjadikan kota ini sebagai kota yang aman dan nyaman, karena masyarakatnya selalu hidup berdampingan dan saling tolong-menolong satu sama lain.

Dalam visinya kedepan, pasangan Asrun-Musadar memiliki cita-cita untuk membangun kota dalam taman dan dapat diwujudkan pada tahun 2020 mendatang.

Untuk mewujudkan semua itu, Asrun terus menghimbau agar menciptakan Bougenvil City, sehingga tidak heran, saat ini Kota Kendari banyak dihiasi tanaman Bougenvil. (LINA)

 

Polres Muna Petakan Kerawanan Jelang Pemilu

RAHA, SUARAKENDARI.com, Pesta demokrasi pemilihan umum anggota legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2014 , akan digealar dalam waktu dekat. . Jika tak ada aral, ,April 2014 pileg bakal dihelat ,disusul pelaksanaan pilpres. Polres Muna sebagai ujung tombak pengamanan pemilu di Muna benar-benar mempersiapkan diri menghadapi hajatan besar pesta demokrasi tersebut.

Untuk mengantisipasi kerawanan yang bakal terjadi di wilayah Muna dan Buton Utara,Kapolres Muna,AKBP Sempana Sitepu mengarahkan kepada seluruh polsek di jajarannya , untuk memetakan (mapping) tingkat kerawanan di wilayah hukumnya masing-masing.

Rakor kesiapan pengamanan Pileg dan Pilpres ini dipimpin langsug Kapolres Muna AKBP Sempana Sitepu Rabu (22/1),. Rakor ini  diikuti oleh seluruh babin Binmas dan Kanit Intel Polsek di jajaran Polres Muna. Kegiatan ini bertujuan  memberi pembekalan kepada para anggota kepolisian tentang pengamanan pemilu dan pemetaan kerawanan di wilayah masing-masing.

“Saya memberikan arahan karena polsek merupakan ujung tombak pengamanan di kecamatan,desa dan kelurahan. Kita memberikan materi tentang bagaimana memetakan kerawanan di wilayah masing-masing,”ujar Sempana saat diwawancarai jurnalis koran ini,kemarin.

Kata perwira dengan dua melati di pundak ini berharap,polsek sebagai ujung tombak bisa melakukan deteksi dini tentang tingkat kerawanan di wilayahnya. “Kita harapkan pemetaan kerawanan yang dibuat oleh masing-masing polsek ini bisa segera diserahkan ke Polres. Misalnya,Polsek Katobu dan Polsek Tampo membawahi daerah pemilihan (dapil) I Muna,siapa nama-nama calegnya di dapil satu dan lain-lain,”pungkas orang nomor satu dijajaran Polres Muna ini.  ( Tri )

Awasi Pileg, Panwas Rekrut Duta Pengawas

RAHA, SUARA KENDARI -Hajatan pesta demokrasi pemilihan legislatif ( Pileg), akan digelar tanggal 9 April 2014. Untuk mengawasi pelaksanaan  pesta demokrasi itu, Jumat (24/1) Panwaslu Kabupaten Muna menggelar rapat kerjasama pengawas pemilu yang diikuti OMS, Perguruan Tinggi dan Pers di Kabupaten Muna.

Pada sejumlah media di Raha, Ketua Panwaslu Kabupaten Muna L. Lumban Gaol mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pada masyarakat Kabupaten Muna, agar proaktif mengawasi pelaksaan pemilu. “Melalui kegiatan ini kita berharap masyarakat Kabupaten Muna baik dari unsur pemuda, perguruan tinggi maupun media masa, dapat proaktif mengawasi pelaksaan pemilu. Jika ditemukan pelanggaran pemilu seperti money politik, pelanggaran alat peraga dsb, dapat melapor ke Panwaslu Kabupaten Muna,” terang Ketua Panwaslu Kabupaten Muna ini.

Menurut Ketua Panwaslu Muna ini, salah satu cara efektif untuk mengawasi pemilu, dengan melibatkan masyarakat. “Personil Panwaslu terbatas, tiap kecamatan cuma 3 orang, begitu juga di dikabupaten. Oleh karena itu, kita akan merekrut ” Duta Pengawas” Pemilu dari unsur OMS, pemuda, perguruan tinggi dan Pers. Duta Pengawas ini dapat memberikan informasi pelanggaran pemilu pada Panwaslu kabupaten. Tentunya harus cukup bukti seperti ada saksi dan  barang bukti, jika buktinya cukup, akan berikan rekomendasi untuk diteruskan lapoarannya  ke KPU dan Sentra Gakkumdu ,” tambah L Lumban Gaol.

Dalam mengawasi pemilu, Panwaslu Kabupaten Muna tidak main main. Mereka siap memproses semua pelanggaran pemilu, tanpa pandang bulu.” Siapapun dia, apalagi PNS, mau penjabat atau staf, jika terlibat kampaye aktif, apalagi money politik untuk mengusung jagoannya, pasti kita proses. Terlebih caleg itu sendiri, tidak usah ragu, pasti kami proses,” pungkas Ketua Pawaslu Kabupaten Muna ini serius. ( Tri )

Pertumbuhan Ekonomi Sultra Membaik

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Laju pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara (Sultra) dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan. Bahkan saat ini pertumbuhan ekonomi Sultra berada diatas rata-rata nasional, dimana angka rata-rata nasional menunjukkan angka 4 sampai 5 persen, sementara pertumbuhan ekonomi di Sultra menunjukkan angka 8 sampai 9 persen.

Salah seorang Pakar Ekonomi Sultra, DR Azhar Bafadal menjelaskan, bahwa sektor pertanian mendominasi laju pertumbuhan ekonomi Sultra dari sembilan sektor yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi.

“Kilas balik pada tahun 2008 hingga saat ini, atau kita hitung lima tahun sebelumnya sampai saat ini, perkembangan ekonomi Sultra menunjukkan angka yang memuaskan, dimana pertumbuhan ekonomi kita bisa dikatakan tinggi karena melebihi angka pertumbuhan ekonomi secara nasional, kita ketahui angka pertumbuhan nasional bermain di angka 4 dan 5 persen, sementara Sultra bermain di angka 8 dan 9,” jelasnya.

Sektor pertanian menyumbangkan sekitar 33 persen sampai 35 persen, dibandingkan delapan sektor lainnya, seperti pertambangan, transportasi, jasa, industri, perhotelan, komunikasi dan beberapa sektor lainnya. Sehingga pertanian memang mendominasi sektor lainnya.

“Untuk sektor pertanian saja, ia tunggal dan mampu menyumbang hingga angka 35 persen, kalau dari sektor pertambangan hanya mampu menyumbangkan sekitar 14 atau 15 persen, sementara industri baru bermain diangka 6 dan 7 persen,” terangnya.

Sebagai seorang pakar ekonomi, ia menilai sektor pertanian mampu bertahan hingga lima tahun kedepan, jika pemerintah tidak memperbaiki dari sektor pertambangan dan industri, dimana dua sektor ini diharapkan mampu menjadi penyumbang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi Sultra.

Sektor pertanian, diakuinya selalu mendominasi pertumbuhan ekonomi suatu daerah, meskipun cepat atau lambat sektor ini akan dikalahkan dengan sektor lainnya, jika pemerintah mampu mengelolah dengan baik sektor industrinya. “Kalau bicara masalah tambang, memang daerah kita menjadi salah satu daerah yang terkenal dengan tambangnya, tapi bukan berarti tambang menjadi penyumbang terbesar, meskipun besar hasilnya tapi yang menyumbangkan sedikit, berbeda dengan sektor pertanian yang menyumbang besar karena sebagian besar penduduk kita masih melakukan aktivitas pertanian jadi orang yang menyumbang banyak juga,” tukasnya.

Sementara itu, di beberapa daerah yang sudah maju, sektor industri pasti mendominasi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut, hanya saja untuk Sultra, sektor industrinya masih kurang, Pabrik Packing Plant yang saat ini dibangun pemerintah di Lapuko, belum menjamin untuk sektor industri.

“Memang benar pembangunan pabrik di Lapuko akan menambah nilai ekonomi kita, tapi itu belum ada apa-apanya, karena kita hanya dapat bagian pengepakannya saja, sementara proses pembuatannya masih dilakukan di luar daerah, yang kita butuhkan itu sebuah pabrik yang mulai dari proses pembuatan, pengepakan dan pendistribusiannya dilakukan di daerah kita sendiri, bukan di daerah lain, jika pemerintah mampu melakukannya, maka saya jamin pertumbuhan ekonomi kita akan lebih tinggi lagi dan tidak dikuasai sektor pertanian,” jelas Azhar.

Solusi tepat yang perlu dilakukan pemerintah dalam lima tahun kedepan, yakni harus mampu meyakinkan pihak investor untuk segera membangun pabrik di Sultra, sehingga sumber daya alam yang dihasilkan di Sultra, tidak perlu diekspor di luar negeri, cukup kita kelolah sendiri.

“Jika kita punya pabrik sendiri tentu perekonomian kita semakin bagus, bukan hanya efisiensi harga, tapi kita juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, yakin saja dimana ada pabrik baru, maka akan menyerap tenaga kerja kita, jadi pengangguran akan semakin berkurang, kita juga akan mampu menguasai teknologi tidak bergantung dari daerah orang lain lagi,” sarannya. (LINA)