Sedihnya, Ibu Hamil Penderita HIV AIDS di Muna Dikucilkan Hingga Meninggal Dunia

 

RAHA, SUARAKENDARI.COM-Sungguh ironis pelayanan di RSUD Raha. Rumah Sakit plat merah di Kabupaten Muna yang dipimpin dr. Tutut Purwanto ini malah dikabarkan telah menelantarkan pasien yang menderita HIV AIDS, hingga meninggal dunia.

Sebut saja ,SMN (nama samaran_red), ibu hamil penderita HIV/AIDS dari Kelurahan Palangga Kecamatan Duruka, Pasien malang ini  menghembuskan nafas terakhirnya di rumah keluarganya  setelah memilih keluar dari RSUD Muna lantaran tak mendapat pelayanan yang layak. Wanita berumur 43 tahun tersebut harus menelan ‘pil pahit’ dikucilkan oleh petugas medis di RSUD Muna karena terinveksi HIV/AIDS.

Kepada sejumlah media di Raha, Mimi (keluarga almarhum red) mengatakan, bahwa, pihak keluarga sempat membawa almarhum ke UGD RSUD Muna, Senin (3/2), sekitar pukul 12.00 WITA, lantaran almarhum mengeluh loyo dan gelisah dan badan sudah kelihatan pucat. “Karena kondisinya hamil, almarhum disarankan ke bangsal kebidanan. Setelah kami melapor ke kebidanan, petugas di sana menyarankan untuk dibawa masuk ke ruang tindakan,”ujar Mimi.

Namun pihak keluarga sangat menyayangkan sikap petugas medis di bangsal kebidanan yang terkesan mengucilkan wanita malang ini. “Setelah saya melapor, ternyata ada yang mengenali saya. Berawal dari sini para suster mulai bisik-bisik. Kemudian ada seorang suster yang suruh saya tarik kereta baringnya untuk angkat pasien dari taxi. Mereka (petugas medis_red) tidak ada yang mau bantu angkat atau menarik keretanya, kita semua yang kerjakan. Saat itu saya sempat bicara,kalau begini saya yang mesti pakai putih-putih ini untuk menarik keretanya,”cerita Mimi.

Keluhan Mimi dan keluarga soal pengucilan petugas medis tak berhenti sampai disitu. Tiba di ruang tindakan,perasaan dikucilkan oleh para petugas medis kebidanan makin bertambah, tatkala para suster jaga tak ada yang mau menangani almarhumah. Kata Mimi,hanya ada tiga orang suster praktek yang mengambil sampel darah dan mengukur tekanan darah almarhumah.

“Suster yang praktek itu hanya satu orang saja yang mau pegang untuk ditensi, Dua orang rekannya tidak mau pegang. Saat ditensi pun,saya yang bantu kasi masuk alat dan rekatkan alat tensinya di lengan almarhumah. Saya sempat protes sama suster,kenapa kalian pegang pasien kaya cubit ikan saja (karena jijik_red) Kemudian yang ambil sampel darahnya,kami dari keluarga juga yang bantu pegang,suster yang lain tidak mau pegang,karena saat itu almarhumah gelisah terus,”urai keluarga almarhum.

Mimi mengatakan,sebagai petugas medis,harusnya mereka sudah tahu bagaimana cara penularan HIV/AIDS. “Kita sebagai orang awam saja tahu juga bagaimana cara penularannya,”tambah Mimi kesal.

Sekitar dua jam di bansal kebidanan , para suster hanya menjanjikan dokter akan datang,dan petugas medis hanya menanyakan kondisi pasien dari balik tirai, tidak mau menengok. “Dokter dihubungi lewat telpon tapi kita menunggu dua jam tidak datang- juga, sementara alat infus dan kateter yang ditebus dari apotik hanya ditaruh di kursi sudut saja, tidak dipasang,”keluh Mimi.

Tak tahan dengan sikap pengucilan para petugas medis,pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa pulang almarhumah ke Palangga sekitar pukul 14:30 WITA. “Sebelum keluar kita disuruh tandatangan pernyataan keluar paksa dari rumah sakit. Kita memutuskan keluar soalnya hanya dilihat-lihat saja,mending saya bawa pulang rawat saja di rumah,”ucapnya.

Setiba di Palangga,kondisi almarhumah makin memburuk. Mulai terjadi pendarahan hebat dan hilang kesadaran. Bidan setempat,Masria yang dihubungi lewat telpon selulernya,hanya mengiyakan akan datang,tapi hingga pukul 23:00 WITA,bidan Masria tak kunjung datang untuk melihat kondisi pasien.

“Karena tak kunjung datang,kami pergi jemput di rumahnya,tapi rumahnya sudah diigembok,lampunya semua dimatikan. Kita lalu menelpon kepala Puskesmasnya,dan mengarahkan kami menjemput bidan di Wapunto. Tapi bidannya tak bisa berbuat banyak dan menyarankan kami ke dokter ahli,”urai Mimi.

Namun dokter ahli yang dikunjungi pihak keluarga tidak bisa menolong,karena peralatan medis yang dimilikinya terbatas. “Menurut dr Tamsila (dokter ahli kandungan_red),almarhum sudah disarankan dirujuk ke Makassar secepatnya,karena disana memiliki alat yang bisa menangani pasien dengan kondisi HIV. Tapi sudah satu bulan surat rujukan dari Puskesmas di bawa ke RSUD Muna,belum juga diproses. Alasannya,surat rujukannya ditahan menunggu usia kehamilannya delapan bulan,”tuturnya.

Karena kondisinya yang terus memburuk,SMN yang masih tercatat sebagai guru di Sekolah Menengah Pertama (SMPN) di Lohia, Muna ini bersama janis  delapan bulan yang dikandungnya, meninggal dunia,  sekitar pukul 03.00 WITA dini hari di rumah keluarganya di Kelurahan Palangga.TRI

Dapat Perlakuan Diskriminatif, Penderita HIV AIDS dan Janinnya Meninggal Dunia

RAHA, SUARAKENDARI.Com-Karena kondisinya yang terus memburuk,SMN seorang warga yang diduga penderita HIV AIDS di Kabupaten Muna yang tengah mengandung delapan bulan meninggal dunia ,Selasa (4/1) sekitar pukul 03.00 WITA dini hari di rumah keluarganya di Kelurahan Palangga, Kabuapten Muna. . Diduga korban meninggal setelah mendapat perlakuan diskriminatif dari rumah sakit setempat. “Korban sempat mendapat perlakuan tidak manusiawi dari rumah sakit,”kata Mimi, kerabat korban kepada wartawan. Saat itu korban sempat dibawa ke rumah sakit akibat kondisi kesehatannya memburuk, namun petugas rumah sakit enggan memberikan bantuan medis maksimal. “Tak ada satu pun petugas yang mau menangani korban,”ungkap Mimi.

Sementara itu,pihak RSUD Muna yang berusaha dikonfirmasi jurnalis koran ini,belum bisa memberi keterangan. Direktur RSUD Muna,dr Tutut Purwanto sudah pulang kantor,sementara dua petugas di ruang pelayanan RSUD Muna tak bisa memberi komentar maupun menginformasikan nomor ponsel dr Tutut. “Nanti besok saja ke sini atau ke tempat prakteknya saja,”anjur para petugas.( TRI )

Warga Lapuko Suplai Ikan Teri hingga ke Batam

KONSEL, SUARAKENDARI.Com-Salah
satu komoditi unggulan Sulawesi Tenggara ada pada sektor perikanan, diantaranya adalah ikan teri atau ikan iblis. Setiap tahunnya, daerah ini mampu menghasilkan hingga 22.689 ton per tahun (data Departemen Kelautan Dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap tahun 2010). Terbukti, Kelurahan Lapuko,
salah satu daerah kecil yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan, yang
sebagian besar  masyarakatnya
menggantungkan hidupnya pada laut, mampu menyuplai ikan teri ke daerah Batam hingga 3 ton per bulannya.
 
Muhammad Arif (56), nelayan tambak di daerah Lapuko, mengatakan, rata-rata hasil tangkapan nelayan di lokasi ini, mampu mencapai 5 ton per bulannya. Meski begitu, hal tersebut sangat dipengaruhi juga dengan musim. “Untuk di bulan Juli
hingga Desember, hasil tangkapan ikan teri bisa mencapai hingga 5 ton per
bulan, namun untuk di bulan Januari hingga Juni, hasil tangkapan ikan teri
menurun bahkan sampai 2 ton saja dalam satu bulan,” ungkapnya.
 
Dari empat bagang yang dimilikinya juga, lanjutnya lagi, hasil tangkapannya bisa mencapai tiga karung perhari atau setara dengan 80 kilo gram dalam kondisi kering. “Untuk harga, pengepul biasa  mengambilnya dengan harga Rp 45.000 per kilo gram. Jika keringnya masih kurang bagus, biasanya dia (pengepul,red) hanya membelinya dengan harga Rp 25.000 saja,” jelas lelaki paruh baya yang memulai karirnya dibidang perikanan
sejak tahun 1972 lampau.
 
Karena kegiatan para nelayan di Kelurahan Lapuko sama sekali belum ada campur tangan dari pemerintah setempat, ayah lima anak ini berharap, masyarakat bisa diberikan bantuan seperti kredit mikro, agar hasil tangkapan bisa ditingkatkan
serta memiliki nilai jual yang tinggi pula. Pasalnya, harga beli dari nelayan
dan setelah dilepas di pasar seperti Batam itu jauh berbeda. Sehingga,
memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengepul. (MIN)

Bus Trans Lulo Segera Dioperasikan

 

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Jika tidak ada aral melintang bus Trans Lulo yang merupakan alat transportasi baru di Kota Kendari akan segera dioperasikan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, Sjarif Sajang, kepada sejumlah rekan media.

Menurutnya, pengoperasian bus Trans Lulo untuk melayani beberapa rute yang tidak dilalui oleh kendaraan umum, sehingga mempermudah masyarakat untuk mengakses beberapa tempat.

“Kami sudah mengupayakan agar bus Trans Lulo sudah bisa mulai operasi, sehingga mempermudah masyarakat untuk mengakses beberapa tempat seperti Rumah Sakit Abunawas yang selama ini tidak dilalui angkutan umum,” terangnya.

Sebagai langkah awal, pihak pemerintah menyiapkan dua unit bus Trans Lulo yang akan melayani kebutuhan masyarakat dengan kapasitas bisa mencapai hingga 60 orang.

Rencananya, bus tersebut juga hanya akan menurunkan dan menaikkan penumpang pada beberapa halte yang sudah dirancang, sehingga penumpang yang ada di Kota Kendari tidak seenaknya.

“Salah satu tujuan kami mengoperasikan bus ini untuk mendidik masyarakat agar bisa lebih teratur, sehingga kami mendidik penumpang jangan naik dan turun sembarangan karena sudah ada halte yang kami siapkan,” ujarnya.

Target pemerintah menyiapkan sekitar 29 halte di beberapa titik yang sudah menjadi tempat untuk diberhentikannya dan dinaikkannya penumpang. Hanya saja, saat ini masih tersedia sekitar 12 halte, menunggu halte lainnya yang masih dalam tahap penyelesaian.

Sementara itu, jadwal keberangkatan bus Trans Lulo juga telah diatur, mulai dari pukul 06.30 sampai pukul 17.00.

“Agak pagi sekitar pukul 06.30, sehingga bisa melayani pelajar/mahasiswa, orang kantoran dan ibu-ibu yang ingin ke pasar di pagi hari, untuk jadwal keberangkatan terakhirnya kami tutup pukul 17.00, kami lihat dulu tingkat penerimaan masyarakat,” kata Sjarif.

Untuk ruternya sendiri, bus Trans Lulo akan melintas mulai dari Kota Lama, By Pass, Pasar PKL, Rumah Sakit Abunawas dan Kantor Gubernur.

Sjarif juga menambahkan dua unit bus yang saat ini dimiliki pemerintah merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan satu unitnya merupakan pengadaan dari Dishub sendiri.

“Kita lihat dulu penerimaan masyarakat kedepannya kalau memang memungkinkan, rencananya akan kami tambah lagi dua unit,” tambahnya. (LINA)

Kapolda Sultra Tekankan Netralitas Anggota

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol. Arkian Lubis, menekankan bahwa pihak kepolisian harus mengedepankan netralitasnya menjelang pemilu yang akan segera diselenggarakan pada April 2014 mendatang.

Menurutnya, sebagai aparat penegak hukum, tidak dibenarkan seorang anggota berpihak pada salah satu calon, apalagi jika sampai ketahuan terlibat dalam politik praktis.

“Kita ini sebagai aparat yang bertugas untuk melindungi masyarakat harus bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, jangan sampai dilapangan, justru anggota polisi yang terlibat politik praktis, itu sangat tidak dibenarkan,”tekannya.

Ia menyadari bahwa tidak berat bagi seorang anggota polisi yang melakukan pengamanan diseluruh titik dan berhadapan dengan politik, tapi justru disini pula dilihat sejauh mana para aparat tersebut memegang teguh prinsip tersebut.

“Segala sesuatu itu pasti ada cobannya, politik praktis menjelang pemilu mungkin banyak yang akan terjadi, tapi hal ini saya tegaskan agar tidak terjadi kepada anggota kita untuk menjaga nama baik kita sebagai seorang penegak hukum,” tegas Arkian. (LINA)

Inflasi Kota Kendari 0,31 Persen

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra), Adi Nugroho, mengatakan bahwa inflasi Kota Kendari pada Januari 2014 yakni sebesar 0,31 persen.

“Pada bulan Januari 2014, Kota Kendari mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 108,50 persen,” jelasnya.

Lanjutnya, pada bulan Januari 2014 dari 82 kota yang ada, 78 kota mengalami inflasi dan hanya 4 kota yang mengalami deflasi. “Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang yakni sebesar 3,39 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Pontianak yakni 0,04 persen. Sedangkan defrasi tertinggi di Sorong yakni 0,17 persen,” kata Adi.

Terjadinya inflasi di Kota Kendari disebabkan beberapa kelompok pengeluaran yang menyumbangkan andil inflasi antara lain bahan makanan sebesar 0,11 persen ; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,05 persen ; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,21 persen ; sandang 0,02 persen ; kesehatan sebesar 0,0001 persen ; pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,0002 persen serta transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen.

Sementara itu, beberapa kebutuhan yang mengalami kenaikan selama Januari 2014 meliputi, bahan bakar rumah tangga, kembung, rambe, telur ayam ras, angkatan laut, jantung pisang, udang basah, emas perhiasan, layang dan tomat sayur.

Adapun kebutuhan yang mengalami penurunan yakni angkutan udara, cabai rawit, terong panjang, cabai merah, bayam, minuman ringan, kol putih, jeruk nipis, nangka muda dan pepaya. (LINA)

Jelang Pemilu, Titik Rawan Dipetakan

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Pemilihan Umum yang akan dihelat pada tanggal 9 April 2014 mendatang sudah didepan mata. Pihak kepolisian yang mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pengamanan pasti sudah harus melakukan berbagai persiapan.

Guna mengantisipasi segala bentuk kerawanan yang akan terjadi pada pemilu mendatang, maka titik rawan dibeberapa tempat sudah mulai dipetakan. Hal tersebut dikatakan Kapolda Sultra, Brigjen Pol Arkian Lubis.

“Sejak awal kami sudah mulai memetakan beberapa titik rawan yang mungkin terjadi di Sultra, kami juga memperkirakan bentuk kerawanan apa saja yang akan terjadi,” katanya, Selasa (4/2/2014).

Untuk meminimalisir segala bentuk kerawanan tersebut, maka sedini mungkin pihaknya juga memikirkan bagaimana solusi yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian sebagai aparat.

Pihaknya juga membedakan mana wilayah yang masuk dalam kategori rawan satu, rawan dua dan daerah aman, sehingga untuk melakukan penjagaan bisa lebih terarah.

“Pengamanan yang kami lakukan tentu agak berbeda ketika kami sudah mengidentifikasi daerah tersebut masuk dalam rawan satu dan rawan dua, kalau masuk dalam rawan satu dan rawan dua, pasti ada anggota kami yang berjaga, tapi kalau kami rasa aman maka hanya melakukan pemantauan saja, itupun tidak seorang diri aparat kami, minimal dua orang,” jelasnya.

Suksesnya pemilu harus didukung pula oleh keamanan dan kenyamanan, untuk itu pihak TNI juga ikut membantu Polri selama masa kampanye hingga berakhirnya tahapan pemilu.

“Kalau anggota TNI hanya kami stand by kan saja pada kesatuan atau beberapa wilayah yang kami nilai memang membutuhkan bantuan TNI,” ujarnya. (LINA)

17.145 Personil Polri-TNI Amankan Pemilu 2014

 

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Sebanyak 17.145 personil gabungan Polri-TNI diturunkan guna melakukan pengamanan terhadap pemilu 2014 mendatang.

Personil tersebut terdiri dari Polri sebanyak 5.689, TNI sebanyak 460 personil, linmas sebanyak 10.635 dan Pol PP sebanyak 361 personil.

Kapolda Sultra, Brigjen Pol Arkian Lubis, mengatakan bahwa personil gabungan Polri dan TNI serta linmas dan pol pp akan sama-sama melakukan pengamanan saat menjelang pemilu dan pada saat pemungutan suara.

“Semua personil gabungan tersebut sudah memiliki tugasnya masing-masing, kami juga sebagai aparat kepolisian sudah tahu tugas utama kami untuk tetap menjaga dan melindungi masyarakat demi suksesnya pemilu,” katanya, Selasa (4/2/2014).

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya siiap untuk memberikan BKO terhadap beberapa wilayah yang dianggap kurang dan memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain.

“Masalah bantuan pasukan pasti akan kami berikan tergantung wilayah yang kami nilai agak rawan, jadi di daerah yang kami nilai tidak terlalu bahaya pasti akan kami tarik pasukannya sedikit untuk membantu daerah lain,” katanya.

Ia berharap dengan jumlah personil yang diturunkan tersebut mampu menjangaku seluruh wilayah di Sultra dan memberikan rasa aman, sehingga hasil pemilu 2014 ini benar-benar merupakan pilihan masyarakat tanpa ada tekanan dari orang lain dab tidak perlu merasa cemas. (LINA)

Polda Sultra Gelar Pasukan Mantap Brata

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Satuan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Suktra) melakukan gelar pasukan Mantap Brata dalam rangka menghadapi pemilu 2014 di Lapangan SSDC, Selasa (4/2/2014).

Gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Arkian Lubis yang diikuti oleh sejumlah satuan kepolisian serta gabungan dari TNI-Polri.

Dalam sambutannya, Arkian mengatakan bahwa gelar pasukan yang diselenggarakan pada pagi itu untuk mengecek kesiapan personil serta sarana dan prasarana untuk menghadapi pemilu 2014.

“Guna menyukseskan pemilu 2014 mendatang, kami sebagai aparat yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi masyarakat tentu harus melihat sejauh mana kesiapan personil kami serta peralatan yang mendukung,” katanya.

Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh polri antara lain siapkan mental dan fisik untuk melakukan pengamanan kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, tidak dibenarkan bagi setiap aparat untuk melakukan pengamanan seorang diri demi terciptanya kamtibmas.

Sementara itu, Irjen Syahrul Mamma yang merupakan Tim Mabes Polri, mengatakan bahwa pantauan gelar pasukan yang diikutinya itu sudah cukup untuk menghadapi pemilu 2014.

“Berdasarkan apel gelar pasukan yang saya ikuti ini, kesiapan Polda Sultra sudah bisa diajungi jempol, baik personil maupun kelengkapannya sudah cukup memadai,” ujarnya.

Terkait bantuan helikopter, ia menuturkan bahwa bantuan tersebut tergantung pada perminta polda masing-masing daerah. “Bantuan helikopter akan diberikan mabes tergantung permintaan dan kami juga akan kembali melihat apakah wilayah ini pantas untuk mendapatkan bantuan atau tidak,” tukasnya. (LINA)

Mukernas PPP Bahas Capres

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akan digelar pada 7 sampai 9 Februari 2014 mendatang di Bandung akan membahas terkait Calon Presiden yang akan diusung pada pilpres mendatang. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPP PPP, Emron Pangkapi.

Menurutnya, partai ini harus segera mengusung siapa yang akan ditentukan sebagai capresnya mendatang karena hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi partai.

” Memang salah satu agenda Mukernas kami nanti ini membahas masalah calon presiden yang akan kami usung, hal ini kami lakukan karena ada desakan dari wilayah-wilayah untuk segera menentukan capresnya karena berdampak positif bagi kebesaran partai,” kata Emron.

Menurutnya, secara internal, partai akan mengusung Surya Dharma Ali sebagai calon tunggal, jika partai ini bisa maju sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain, sehingga keputusan tersebut masih akan menunggu hasil pemilu.

Pihaknya juga menilai bahwa kinerja Surya Dharma Ali selama ini sebagai Menteri Agama, tidak perlu diragukan lagi, selama kurang lebih sepuluh tahun ia menjabat sebagai menteri sama sekali tidak cacat, berbagai prestasi sudah berhasil diukirnya.

Namun demikian, partai tidak hanya mencalonkan internal saja, melainkan pula ada beberapa nama yang diusung dari eksternal partai.

“Kami juga tetap menyediakan beberapa nama yang kami anggap pantas untuk didukung jika kedepannya kami harus berkoalisi, seperti Prabowo, Yusuf Kalla, Din Syamsuddin dan Haerul Tanjung,” ujarnya. (LINA)