Walikota Kendari Serahkan LKPJ 2018

Suasan rapat paripurna DPRD Kota Kendari yang dihadiri Walikota Kendari, Sulkarnain, Senin (8/3). Dok foto Humas Pemerintah Kota Kendari.

Walikota Kendari Sulkarnain K. SE. ME. menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Kendari dalam rangka Pidato Penjelasan sekaligus Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Kendari TA 2018 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Kendari, Senin (8/4).

Dalam kesempatan tersebut Sulkarnain menyampaikan beberapa hal di antaranya realisasi APBD Kota Kendari TA 2018 yang meliputi Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah. Walikota juga memaparkan situasi dan kondisi makro ekonomi Kota Kendari yang relatif mengalami peningkatan dan kesejahteraan masyarakat juga mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya.

“Hal ini tergambar dari adanya aktivitas ekonomi daerah dan capaian tingkat kesejahteraan masyarakat , dimana dapat diukur dengan melihat peningkatan PDRB Per Kapita Kota Kendari atas dasar harga berlaku tahun 2018 yang mencapai 54,64 Juta. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 8,52% jika dibanding tahun 2017 sebesar 50,35 Juta”, ungkap Walikota Kendari.

Walikota Kendari Sulkarnain menyerahkan dokumen LKPJ 2018 kepada Ketua DPRD Kota Kendari, Syamsuddin Rahim. Dokumen foto Humas Pemerintah Kota Kendari

Adapun laju pertumbuhan ekonomi Kota Kendari pada tahun 2018 lanjut beliau, mencapai 7,10% meningkat dibandingkan tahun 2017 sebesar 6,39%. Tingkat inflasi Kota Kendari tetap dapat dipertahankan di bawah 4% yaitu pada angka 3,00%. Demikian pula tingkat kemiskinan dapat diturunkan 2,25%, dari 5,01% pada tahun 2017 turun menjadi 4,90% pada tahun 2018. (Humas)

MAN 1 Kolaka Raih Juara Nasional Karya Ilmiah

Siswa Madrasah Aliyah (MAN) 1 Kolaka, Sulawesi Tenggara menjadi juara tiga Nasional pada kegiatan seminar chemurgy Innovation Summit 2019 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Tehnik Bionergi dan Kemurgi Institut Teknologi Bandung, Sabtu (6/4/19).

Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kolaka diwakili Oleh Khumaerah dan Nabila Salsabillah, merupakan satu satunya perwakilan peserta dari Wilayah Sulawesi, dan mampu meraih prestasi sebagai Juara tiga Nasional pada kegiatan itu.

“Kami bersaing dari 10 peserta dari wilayah di seluruh indonesia, dan alhamdulilah mampu meraih juara tiga, dan hasil sansat membanggakan arena kami merupakan peseta dari wilayah sulaeesi yang mampu bersaing dengan daerah lain di pulse jawa dan Bali, ungkap Hera peserta seminar chemurgy Innovation Summit 2019 asal Kolaka, Sulawesi Tenggara.

MAN 1 Kolaka, berhasil meraih juara ke tiga usai dibabak Final bersaing dengan SMAN 5 Denpasar sebagai Juara I dan SMA Al Hikmah asal Surabaya sebagai juara II dan beberapa Sekolah unggulan terbaik di Indonesia.

Sementara itu, guru pembimbing yang mendampingi Siswa yang berprestasi tersebut Rasna, menjelaskan bahwa, Siswa MAN 1 Kolaka ini, berhasil meraih juara III usai dibabak Final memaparkan karya Ilmiahnya yang berjudul RE-USAP, Rice Husk Soap Sebagai Upaya Manifest dalam meningkatkan nilai guna limbah sekam padi”. Bebernya.

Sebelum dilaksanakan seminar ini, seluruh SMA dan sederajat mengikuti sleeks national dan panitia menetapkan sebanyak 10 sekolah menjadi peserta lomba karya tulis ilmiah chemurgy Innovation Summit 2019.

Kompotisi-seminar bertemakan potensi biomassa indonesia dalam mewujudkan kemandirian ekonomi, dan diharapkan agar pemuda dapat memahami potensi besar biomassa indonesia serta dapat mengelolah dengan bijak.

Acara ini juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi para pemuda, pihak swasta dan pemerintah untuk membangun negeri dengan memanfaatkan kekayaan alam biomassa indonésia demi tercapainya kemandirian ekonomi indonesia. UT

Sebagian Besar Jalan di Wilayah Buton Utara Rusak Berat

Suarakendari.com-Cukup memprihatinkan, sebagai salah satu daerah penghasil aspal kondisi jalan di Buton Utara justeru mengalami rusak berat khususnya jalan di kecamatan Kambowa, kecamatan Bonegunu yang selama ini menjadi akses jalan penghubung Buton Utara dan Kota Baubau. Ironisnya, kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. “Kami sudah tidak tau mau bilang apalagi soal jalan di sini, sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak seperti ini, entah kemana nurani pemerintah kita,”kata Firman, warga Kambowa.

Pemerintah Buton Utara dinilai telah melakukan pembiaran karena warga sudah berkali-kali menuntut perbaikan jalan di wilayah ini. “Sudah berulangkali warga demo tapi tidak ada juga tanggapan baik dari wakil rakyat maupun pemerintah,”ungkapnya.

Saat jurnalis suarakendari.com melakukan perjalanan ke wilayah ini nampak akses jalan sebagaian besar sudah mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian jalan di wilayah Kambowa dan Bonegunu sudah menjadi kubangan. Demikian pula jalan dari wilayah Labuan Bajo sudah tidak beraspal.

Diperkirakan Akses jalan yang rusak mencapai 100 KM yang menghubungkan lebih dari empat kecamatan di Buton Utara.

Seorang sopir asal Kambowa mengaku sangat tersiksa dengan kondisi ini, “Konsisi jalan ini telah mematikan usaha ekonomi Kami. Setiap bulan onderdil mobil pasti diganti,”kataUsman.

“Tolong pak, dimuat ke media, beritahu Pak Bupati Butur kalau Kami ini juga masih bagian dari Buton Utara, tolon Pak bupati perbaiki jalan di sini (kambowa, bonegunu,Red) “ujar Usman. SK

Perusda Konsel Gelar RUPS, Bukukan Pendapatan Terbaik di 2018

Suarakendari.com-Perusahaan daerah (Perusda) Konawe Selatan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun Buku 2018 di Hotel Same, Kota Kendari, Minggu (31/3) pagi. RUPS tahun ini kembali dihadiri Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, ST MT selaku perwakilan pemegang saham Perusda Konsel mewakili Pemerintah Daerah (Konawe Selatan), jajaran Badan Pengawas, jajaran direksi, SKPD dan pihak auditor serta  para karyawan.

RUPS yang digelar untuk kali ketiga ini dalam rangka mendengarkan laporan pertanggung jawaban direksi atas kondisi keuangan perusahaan dan keuntungan yang diperoleh perusda tahun 2018, serta perolehan besaran pembagian deviden untuk pemegang saham dalam hal ini Pemda Konawe Selatan.

“Ini RUPS ke tiga Perusda Konsel yang merupakan rapat tahunan dalam rangka melaporkan kondisi perusahaan secara keseluruhan, terutama berkaitan dengan perolehan pendapatan perusahaan selama satu tahun,”kata Arief Rachman, Direktur Utama Perusda Konawe Selatan.  

Dalam laporannya dihadapan pemegang saham dan badan pengawas,  Arief Rachman SE menjelaskan, pada tahun 2018 Perusda Konsel berhasil membukukan catatan pendapat terbaiknya dengan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 85 persen atau sebesar Rp 8,058,689,381, dibanding sesi tahun 2017 dimana kenaikan pendapatan mencapai Rp 4,355,244,423 ,-.

Tren kenaikan di 2018 ini diikuti adanya  kenaikan laba yang cukup signifikan sebesar 179 persen dibanding tahun lalu, yakni mencapai Rp. 3.761.320.787,70  sedangan tahun 2017 kenaikan laba berada pada posisi Rp.1,346,952,000.

Dengan demikian porsi pembagian laba berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2011 pasal 72 ayat 1 dan 2 adalah laba rugi tahun berjalan 2018 Perusda Konsel mencapai Rp.3.761.320.787,70 meliputi deviden ke Pemda Konawe Selatan sebesar 55 persen atau Rp.2.068.726.433,30 dan cadangan umum sebesar 45 persen atau sebesar Rp.1.692.594.354,50.

Menariknya, tren kenaikan pendapan dan laba ini diikuti pada kenaikan asset perusahaan. Adapun total kenaikan aset Perusda Konsel tahun 2018 mencapai 41 persen.

Perolehan pendapatan terbesar Perusda Konsel tersebut, kata Arief berada usaha jasa pelabuhan tambang di dua lokasi yakni di Tinanggea dan Palangga Selatan. “Kami sangat berharap tren kenaikan pendapatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,”ujarnya optimis.

Sementara itu,  Bupati Konawe Selatan saat memberikan sambutan, menekankan pentingnya profesionalisme kerja sebagai upaya peningkatan dan perbaikan kualitas  manajemen perusahaan sehingga dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.

” Jaman sekarang ini maju mundurnya satu perusahaan itu adalah perusahaan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan mampu melihat peluang  bisnis terutama yang berkaitan dengan produksi usaha, sehingga kita tidak bisa lagi secara konvensional. Kita harus menggunakan cara-cara yang lebih terarah dan terjaga sesuai perkembangan jaman,”jelas Surunuddin.

Apalagi, lanjut Surunuddin, perusda memiliki misi yakni mendorong  tugas-tugas yang tidak bisa dilaksanakan  oleh pemerintah daerah yang tujuannya  memberikan kesejahteraan rakyat, sehingga perusahaan ini harus tetap sehat dan membuka lapangan kerja untuk masyarakat konsel.

Menurutnya, ke depan akan ada banyak peluang-peluang usaha yang bisa digarap perusda khususnya di bidang pertanian dan perkebunan. “Usaha perkebunan kelapa dan pertanian khususnya padi adalah peluag yang harus bisa digarap ke depan oleh Perusda. Untuk itu, sekali lagi mari kita sama-sama rawat dan besarkan ini perusahaan,”ajaknya.

Seperti diketahui sejumlah usaha kini tengah dijalankan Perusda Konsel yakni, usaha jasa pelabuhan tambang di Kecamatan Tinanggea/palangga selatan, usaha hatchary/hasil perikanan di Kecamatan Kolono Timur serta usaha pariwisata dan hotel yang kini tengah di bangun  di Kecamatan Andoolo dan Kolono Timur.   SK

Tokoh Adat Tolaki Apresiasi Kegiatan TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Tokoh masyarakat adat suku Tolaki, Ajmuin, menyampaikan penghargaan kepada TNI yang mengutamakan dan memberi tempat bagi kearifan lokal yang ada di bumi Konawe, Sulawesi Tenggara.

Ini tercermin dari dimeriahkankannya acara penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa ke-104) dengan tarian khas suku Tolaki, Monda’u, yang digelar secara kolosal.

Monda’u dalam bahasa suku Tolaki adalah kegiatan masyarakat membuka lahan pertanian atau ladang, dimana sebelum pembukaan lahan sejumlah acara adat dilaksanakan biasanya dimulai dengan acara “Mosalei” atau membersihkan lahan.

Nilai-nilai adat ini tercermin dari kegiatan TMMD, dimana kegiatan yang dilaksanakan oleh para personal TNI memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah Konawe. Kegiatan pembangunan dengan sejumlah program baik fisik maupun non-fisik, seperti pembenahan infrastruktur, penyuluhan dan bakti sosial kesehatan.

“Maknanya hampir sama dengan kedatangan mereka, para tentara ini memberikan dampak yang baik bagi peningkatan ekonomi masyarakat Konawe,” katanya.

Penggalian dan penghargaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal ini, diakui Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya. Bahkan menjadi kunci sukses pelaksanaan kegiatan.

“TNI sangat paham dan menyadari, bahwa sinergi dengan tradisi dan kearifan lokal adalah kunci sukses pelaksanaan kegiatan TMMD ini, ” kata perwira yang menjabat sebagai Dandim 1417 Kendari ini. UT

TNI Beri Cenderamata untuk Orang Tua Asuh Prajurit

Suarakendari.com-Sebanyak 20 warga yang menjadi orang tua asuh TNI, mendapatkan cenderamata berupa paket sembako dan foto berpigura, yang menampilkan mereka bersama prajurit TNI yang tinggal di rumah mereka selama satu bulan.

Suasana menjadi haru, saat kenang-kenangan yang diserahkan Danrem 143/Haluoleo, Kolonel (Inf.) Yustinus Nono Yulianto pada penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) 104 Konawe (Rabu,27/03/2019) , diterima oleh warga yang menjadi orang tua asuh tersebut.

Tawulo Hardiana, salah satu warga yang menjadi orang tua asuh, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas upaya satgas yg telah membangun desanya khususnya jalan usaha tani. “Warga di sini sangat berterima kasih, sangat terbantu memangkas biaya ojek untuk mengangkut hasil pertanian,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa kehadiran prajurit TNI di rumahnya seperti sudah bagian dari keluarga mereka. Setiap kegiatan dalam rumah anak asuh juga tidak ketinggalan.UT

Bercadar Bukan Berarti Anti Budaya Lokal

Suarakendari.com-Ada yang cukup menarik dari acara Lomba Tumpeng, yang ikut memeriahkan penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) 104 di Konawe, Sulawesi Tenggara. Seorang ibu bercadar tampak menjelaskan dengan penuh semangat tumpeng hasil kreasi kelompoknya, asal Desa Analahunbuti, Anggotoa.

Ibu Erni (35), yang mengenakan cadar, tampak menyatu dengan kehadiran masyarakat lainnya di acara Lomba Tumpeng, yang diikuti 14 desa tersebut. “Tumpeng ini kami kerjakan bertiga, persiapan cukup satu hari saja,” katanya.

Sebagaimana diketahui, cadar, bukan pendapat jumhur ulama (mayoritas ulama), namun tetap menjadi salah satu pendapat yang ada dalam madzhab fiqih Islam dan diakui keberadaannya. Prinsip saling menghormati dan tenggang rasa dalam urusan-urusan furu’iyyah (cabang) adalah hal yang kita harus selalu junjung tinggi.

Jadi, walau bercadar, tetap menghargai dan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan budaya Nusantara. Tentunya, kegiatan dan budaya yang selaras dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar agama Islam.UT

Ini Daerah di Sultra yang Warganya Paling Banyak Menderita Diabetes

Suarakendari.com- Abad ini Penyakit diabetes menjadi momok menakutkan mengingat angka penderita diabetes yang cukup fantastis. Sample Registration Survey 2014 menyatakan diabetes menjadi pembunuh nomor tiga di Indonesia. Sedangkan Data International Diabates Federation (IDF) menunjukkan, jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia.

Lantas bagaimana dengan Sulawesi Tenggara? Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktur Pemcegahan dan Pengendalian Masalah kesehatan jiwa dan Nafza, dr Fidiansjah, merilis data penyakit tidak menular tahun 2018 menunjukkan Sulawesi Tenggara menjadi salah satu daerah yang warganya banyak mengidap diabetes. Dari data yang dirilis diketahui jumlah penderita diabetes di Sulawesi Tenggara mencapai 6.309 jiwa.

Dan menariknya, ada lima daerah yang warganya paling banyak mengidap masing-masing Kabupaten Buton Tengah berada diurutan pertama, disusul Muna, Muna Barat, Konawe Kepulauan, Buton Utara dan Baubau. SK

Dinas Pendidikan dan Olah Raga Bantah Ada Penganiayaan Siswa

Suarakendari.com-Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kota Kendari Sartini Sarlita membantah jika kepala SD negeri 19 kendari telah melakukan penganiayaan terhadap siswanya sendiri.

Hal ini berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak kepala sekolah yang telah memberikan keterangan kepada Dinas Pendidikan Kota Kendari.

Menurutnya dugaan tindakan penganiayaan itu bukanlah tindakan penganiayaan tetapi merupakan salah satu cara mendidik bagi siswa sebagai orang tua di dalam lingkungan sekolah.

“Kepala sekolah Sudah melapor, kami Sudah mediasi dengan salah seorang peseta didik, yang katanya dianiaya, sebenarnya tidak dianiaya pak, namanya juga orang tua dan anak, kan guru itu orang tua ke dua dari rumah, ungkapnya.

Dari keterangan pelaku, Sartini mengatakan, kepala sekolah tidak menampar siswa tersebut  melainkan saat hendak di tampar korban mengelak dan akhirnya terbentur tembok sekolah sehingga mengakibatkan memar di bagian wajah korban, begitupula dengan siswa yang mengalami luka di bagian kepala akibat paku.

“Guru itu, (sambil menampar kearah jurnalis) begini toh, secara spontanitas anak itu melarikan mukanya maka tersentuhlan dinding, sehingga biru barulha sedikit disini, (muka). Bebernya

Sebelumnya, dugaan tindakan penganiayaan dilakukan oleh oknum kepala sekolah dasar (SD) 19 kendari Zainuddin, telah dilaporkan orang tua siswa, dan di tangani oleh aparat kepolisian sektor (Polsek) mandonga, Hal itu berdasarkan laporan polisi nomor: LP/57/II/2019/SPKT.C/Sek Mdg Res Kendari, pertanggal 23 februari lalu.

Dalam laporan tersebut, pelaku diduga menampar korban bersama 6  rekan lainnya, akibat tamparan tersebut dua  korban mengalami luka dan memar di bagian pipi kanan, dan satu korban lainnya mengalami pendarahan di bagian kepala. akibat terbentur tembok sekolah. UT