222 Personil Amankan Rekapitulasi Pilpres KPU Kendari

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Pleno rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari terhadap hasil perolehan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) yang telah diselenggarakan 9 Juli 2014 lalu tidak lepas dari pengamanan pihak kepolisian.

Kapolres Kota Kendari, AKBP Anjar Wicaksana, mengatakan bahwa sebanyak 222 personil kepolisian diturunkan untuk mengamankan pleno KPU Kota Kendari yang dilakukan di Hotel Zahra Kendari, Rabu (16/7/2014).
“Personil yang kami turunkan untuk melakukan pengamanan yakni sebanyak 222, personil yang kami turunkan tersebut ada yang berpakaian dinas, ada juga sebagian yang berpakaian preman untuk mengawal proses rekapitulasi tersebut,” jelasnya.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Sekretariat KPU Kota Kendari terkait siapa saja yang boleh diizinkan masuk dalam ruangan tersebut, apakah bebas atau diberikan syarat tertentu.

“kami koordinasikan kepada pihak sekretariat, apakah yang boleh masuk hanya yang memiliki I’d card saja, jika memang dibatasi maka kami akan melakukan pengamanan sesuai dengan prosedur tersebut,” tukasnya.

Ia berharap agar proses pelaksanaan rekapitulasi tersebut berjalan lancar dan aman, sehingga tidak ada gangguan yang dapat menghambat proses pelaksanaan rekapitulasi terhadap pilpres.

“Mudah-mudahan semua pihak dari masing-masing pasangan calon bisa menjaga sikap karena ini kita akan menciptakan sebuah pemilu yang transparan dan berkualitas, jadi harus bisa menerima yang menang dan kalah bisa tetap menjaga kondisi tetap aman, ” harapnya. (LINA)

BKMT Sultra galang Dana Untuk Palestina

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Puluhan ibu-ibu majelis taklim yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi galang dana untuk masyarakat yang menjadi korban yang saat ini ada di Palestina.

Puluhan ibu-ibu tersebut rela berjemur dibawah teriknya panas matahari untuk mengumpulkan dana yang akan disalurkan melalui rekening donor. BKMT Sultra tetap bersemangat meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.

Ketua BKMT Sultra, Masyhura, mengatakan bahwa aksi galang dana yang dilakukan hari itu merupakan sebuah bentuk kepedulian yang dilakukannya, meskipun tidak seberapa namun ia berharap melalui aksi yang dilakukan hari itu dapat mengurangi sedikit beban dari saudara-saudara muslim yang ada di Paletina.

“Kami memang sengaja melakukan aksi galang dana karena dana ini kami akan sumbangkan untuk saudara kita yang ada di Palestina, kita ketahui bersama bahwa saudara kita yang ada di sana (Palestina,Red) saat ini sedang membutuhkan uluran tangan kita, jadi melalui aksi hari ini mudah-mudahan bisa sedikit membantu,” kata Masyhura usai melalukan aksi galang dana di Lampu Merah Eks. MTQ, Sabtu (12/7/2014).

Dibawah terik matahari itu, ibu-ibu majelik taklim menyadari bahwa selama ini usaha serupa yang dilakukan oleh mahasiswa untuk menggalang dana bukanlah hal yang mudah, namun tetap dilakukan dengan ikhlas.

“Tidak mudah ternyata jika selama ini mahasiswa melakukan aksi galang dana di lampu merah, harus berpanas-panasan demi mengumpulkan uang, tapi dengan ini semua mengajarkan kita akan indahnya berbagi,” ujarnya.

BKMT Sultra sengaja melakukan aksi galang dana seperti yang dilakukan hari itu dengan tujuan agar bagi mereka yang tidak sempat menyalurkan bantuannya secara langsung bisa menyalurkan bersama dengan BKMT Sultra.

“Dengan turun langsung ke jalan seperti ini masyarakat yang lain juga bisa ikut berpartipasi untuk sama-sama membantu, mungkin ada yang tidak sempat untuk transfer langsung, dengan begini juga kita bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Masyhura yang juga merupakan Wakil Bupati Bombana menyadari bahwa apa yang dilakukannya hari itu merupakan hal yang baru, namun tetap disyukurinya sebagai salah satu bentuk untuk berbagi dan saling membantu satu sama lain. (LINA)

Gubernur Sultra Pantau TPS

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Daerah melakukan pemantauan di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kota Kendari saat pemilihan presiden dan wakilnya yang jatuh pada tanggal 9 Juli 2014.

Setelah memberikan hak suaranya di TPS 1 Kelurahan Anaiwoi, Nur Alam langsung bergegas untuk memantau sejumlah TPS terkait antusian pemilih di pesta demokrasi yang dilakukan lima tahun sekali itu.

Pemantauan pertama dilakukan di TPS 3 Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat sekitar pukul 10.30, dimana di TPS tersebut wajib pilihnya sebanyak 325 dan saat pemantauan dilakukan baru 173 yang memberikan hak suaranya, kemudian dilanjutkan di TPS 1 BenuBenua, Kecamatan Kendari Barat dengan jumlah wajib pilih 345 dan yang baru memberikan hak suaranya 186, selanjutnya TPS 4 Kandai, Kecamatan Kendari Barat dengan jumlah 256 DPT dan yang memberikan hak suaranya 131 orang saat pemantauan.

Pemantauan dilanjutkan kembali di TPS 3 DapuDapura dengan jumlah wajip pilih 395 dan saat pemantaun dilakukan baru 193 yang memberikan hak suaranya.

Dari beberapa pemantauan yang dilakukan dilapangan, antusian pemilih di beberapa TPS yang dikunjunginya, dapat dilihat sekitar 70 persen pemilih memberikan hak suaranya.

“Inikan belum berakhir, kita lihat saja nanti karena masih ada waktu untuk memilih, hanya saja untuk sementara kita bisa melihat antusias pemilih sekitar 60 sampe 70 persen berdasarkan TPS yang sudah kita kunjungi,” katanya.

Ia juga bersyukur karena proses pelaksanaan pemilu sejauh ini masih berjalan aman dan lancar, sehingga tidak ada gangguan yang menyebabkan pemilu tersebut terhenti.

“Alhamdulillah semuanya lancar, kami berharap sampai perhitungan selesai suasanya bisa seperti ini jadi kita bisa mewujudkan pelaksanaan pemilu yang aman dan tertib,” harapnya. (LINA)

Nur Alam Berikan Hak Suaranya

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Pemilihan Presiden (Pilpres) yang merupakan pesta demokrasi lima tahun sekali bagi Bangsa Indonesia merupakan pesta politik yang sangat dinanti-nantikan. Pemilihan yang jatuh tepat pada tanggal 9 Juli 2014 menjadi momentum pemilihan yang tidak ingin dilewatkan oleh setiap wajib pilih yang berhak memberikan hak suaranya di hari itu.

Banyak yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih salah satu calon pasangan dari dua pasang yang ditetapkan sebagai calon predisen. Prabowo-Hatta Radjasa merupakan capres nomor urut satu dan Jokowi-Jusuf Kalla merupakan capres dan cawapres nomor urut dua.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alan, juga ikut berpartisipasi untuk memberikan hak suaranya, memilih salah satu pasang dari dua pasang calon tersebut.

Nur Alam yang didampingi oleh istrinya, Tina Nur Alan juga putri sulungnya, Giona mendatangi TPS 01 yang terletak di Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kota Kendari sekitar pukul 10.00 WITA.

Kedatangan Nur Alam hari itu tentu saja sebagai salah satu warga masyarakat yang akan memilih pasangan yang dipercayanya dapat memimpin negeri ini selama lima tahun mendatang.

“Saya bersama istri dan anak sulung saya mendatangi TPS ini untuk memberikan hal suara kami, karena kami sadar bahwa satu suara akan menentukan nasib bangsa ini,” kata Nur Alan usai memberikan hak suaranya. (LINA)

Distribusi Logistik ke PPS Rampung

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari harus segera menyelesaikan pendistribusian logistik. Sehari sebelum hari pemungutan yang jatuh tepat pada tanggal 9 Juli 2014, maka seluruh perlengkapan logistik sudah harus sampai ke Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Divisi Logistik KPU Kota Kendari, Abdul Wahid Daming, mengatakan bahwa meskipun sehari sebelum pelaksanaan, namun pihaknya sudah menyelesaikan tugas tersebut tepat waktu dan tidak ada penundaan.

“Kami sebenarnya sempat khawatir karena adanya Pemungutan Surat Suara Ulang (PSSU) sempat menghambat proses logistik kami, tapi kami juga bersyukur karena kami bisa selesaikan tepat waktu dan tidak ada kendala dalam proses distribusi yang kami lakukan hari ini,” terang Wahid saat ditemui di Kantor KPU Kota Kendari, Selasa (8/7/2014).

Menurutnya, proses pendistibusian logistik kali ini tidak terlalu rumit karena langsung ke PPS, tidak ke kecamatan lagi, sehingga PPS yang akan melakukan pendistribusian ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pendistribusian dari PPS ke TPS akan dilihat lagi dari letak geografis TPS yang akan dituju, jika jauh dan agak sulit dijangkau maka akan diprioritaskan. “Kita bolehkan pendistribusian dari jam 12 malam hingga subuh agar tidak terjadi keterlambatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kali ini pendistribusian logistik tidak terlalu rumit karena hanya mendistribusikan dua bilik, dua kotak suara dan satu tripleks untuk papan pengumuman. (LINA)

Pilpres, Gubernur Himbau Jangan Golput

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Menjelang hari pemungutan suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) dan wakilnya yang akan dilaksanakan, Rabu, 7 Juli 2014, besok membuat semua tim pemenangan dari masing-masing pasangan calon bersiap diri untuk meraih kemenangan dan menerima kekalahan.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultr), Nur Alam, menghimbau kepada seluruh masyarakat yang sudah terdaftar sebagai wajib pilih agar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan haknya.

“Semua masyarakat yang masuk sebagai wajib pilih agar tidak golput dan tetap memberikan haknya ke TPS sesuai dengan akal sehatnya karena pemilihan ini akan menentukan nasib bangsa kita lima tahun mendatang,” himbaunya, Selasa (8/7/2014).

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar melaksanakan pesta demokrasi tersebut dengan suasana yang lebih aman dan nyaman sehingga pelaksanaan pemilu bisa berjalan dengan lebih kondusif.

Tidak hanya itu, ia juga berpesan kepada seluruh penyelenggara baik itu KPU, Panwas serta seluruh jajaran yang terlibat dan proses penyelenggaraan pemilu agar bisa mengedepankan asas profesionalitas serta transparan.

“Kepala penyelenggara harus diperhatikan juga jika dilapangan terjadi pelanggaran yang ditemukan maka harus segera diproses tanpa pandang bulu karena proses demokrasi ini harus berkualitas,” pesannya.

Sebagai seorang pemimpin ia juga menegaskan untuk tetap menjaga perbedaan yang terjadi dan bisa menghormati pemimpin yang akan terpilih nantinya.

“Beda pilihan itu wajar, kita tidak bisa memaksakan pilihan kita kepada orang lain, jadi jangan sampai karena perbedaan pilihan maka akan merusak hubungan satu sama lain, kita juga harus mengingat bahwa siapapun yang terpilih itulah putra terbaik dan pemimpin kita,” tegasnya. (LINA)

Apel Siaga Menangkan Prabowo-Hatta

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Menjelang detik-detik pemungutan suara yang akan dilakukan pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang semua tim dari pasangan calon presiden dan wakil presiden semaksimal mungkin mencoba untuk merebut simpati masyarakat.

Hal itu juga yang dilakukan oleh tim pemenangan Prabowo-Hatta Radjasa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Di hari terakhir masa kampanye, tim pemenangan ini menggelar apel siaga sebagai salah satu bentuk kesiapan menghadapi pilpres mendatang.

Presidium Sekbernas Sultra, Maidin, mengatakan bahwa pada hari pemungutan mendatang sosok Prabowo-Hatta merupakan sosok pemimpin yang tepat yang selama ini dirindukan oleh masyarakat.

“Tidak ada lagi sosok yang paling tepat selain Prabowo-Hatta, untuk itu hari ini saya ingin katakan bahwa Prabowo-Hatta harga mati agat bangsa ini bisa lebih maju lagi kedepannya,” kata Maidin ditengah-tengah simpatisan Prabowo-Hatta.

Tidak hanya Maidin, melainkan Walikota Kendari, Asrun, yang juga ikut berkampanye pada hari itu mencoba untuk meyakinkan masyarakat bahwa Prabowo-Hatta merupakan pasangan ideal yang harus dipilih.

Ia juga menilai bahwa pencalonan Prabowo-Hatta yang kedua-duanya merupakan pimpinan partai tidak akan mendapatkan intervensi dari pihak manapun jika keduanya duduk sebagai calon terpilih.

“Jangan takut, pasangan nomor urut satu itu tidak ada bayang-bayang dibelakangnya, jadi kalau mau ambil keputusan tidak ada yang intervensi karena keduanya itu merupakan pimpinan partai, jadi tidak ada yang pengaruhi kebijakan dan keputusan yang akan diambil,” ujarnya.

Dalam apel siaga yang dilakukan hari itu, semua tim pemenangan Prabowo-Hatta seperti Sekbernas Sultra, Koalisi Merah Putih dan Laskar HT ikut dalam apel siaga tersebut. (LINA)

Relawan Jokowi-JK Doa Bersama Jelang Pilpres

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Ratusan relawan Jokowi-Jusuf Kalla yang tergabung dalam Jejaring Rakyat Miskin Indonesia (JERAMI) dan Urban Poor Cosortium (UPC) melakukan doa bersama untuk pemenangkan Jokowi-JK pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang.

Doa bersama yang dilakukan di pelataran Eks.MTQ pada hari kampanye terakhir tersebut sengaja dilakukan untuk memanjatkan doa agar tidak terjadi kecurangan saat pelaksanaan pilpres mendatang.

JERAMI dan UPC menilai bahwa sosok Jokowi-JK yang merupakan calon pemimpin yang lahir dari rakyat merupakan calon pemimpin yang selama ini dinanti-nantikan oleh masyarakat.

Pihaknya menilai bahwa capres dan cawapres nomor urut dua ini merupakan sosok sederhana dan selalu mementingkan kepentingan masyarakat bawah yang selama ini tertindas.

Doa bersama yang dilakukan secara khusyu itu dihadiri oleh ratusan simpatisan yang berasal dari kalangan menengah kebawah yang sengaja berkumpul untuk memanjatkan doa demi kemenangan Jokowi-JK yang sudah lama dirindukan masyarakat.

Ina, salah seorang simpatisan yang sehari-hari berjualan kue keliling mengatakan alasannya memilih Jokowi-JK karena pasangan ini selalu memperhatikan kebutuhan rakyat.

“Saya ini rakyat kecil, kapan lagi saya mau memilih calon pemimpin yang akan memperjuangkan nasib orang kecil seperti saya, saya pilih Jokowi-JK karena selama ini terbukti bahwa Jokowi tidak pernah mengabaikan kepentingan rakyat kecil,” ujarnya. (LINA)

Pelaksana Dinas PU Konkep dan ULP Dilaporkan ke Ombudsman

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Adanya indikasi mal administrasi yang terjadi di daerah pemekaran baru yakni Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) membuat beberapa pihak yang merasa dirugikan melaporkan Pelaksana Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Konkep, Amrullah dan Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP), Jibran, kepada Ombudsman RI perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ajezar Boy, yang merupakan pihak CV.Setia Jaya, mengatakan bahwa ia bersama beberapa CV lainnya telah mengikuti tender untuk pelelangan barang dan jasa yang dilakukan oleh ULP untuk beberapa proyek konsultan dan konstruksi. Namun dalam perjalanannya, terdapat mal administrasi yang dilakukan oleh pihak ULP yang dinilai tidak sesuai prosedur.

“Dalam proses lelang yang dilakukan oleh ULP, ada beberapa tahapan yang harus kami lakukan, anehnya ada CV yang tidak diundang untuk melakukan verifikasi namun ditetapkan sebagai calon pemenang tender, ini bagaimana caranya bisa seperti ini, karena kami menilai ini tidak sesuai maka kami aduhkan kepada ombudsman yang bisa melakukan klarifikasi langsung kepada yang kami laporkan agar tidak semena-mena,” kata Boy saat mendatangi Kantor Ombudsman, Jumat (4/7/2014).

Tidak hanya Ajezar Boy yang melaporkan kasus tersebut, melainkan pula CV Bela Anoa yang diwakilkan oleh Nekwan dan CV Tri Mitra Konsulindo yang diwakili oleh Tayeb Demara.

Beberapa pihak yang merasa dirugikan tersebut juga mengungkapkan bahwa Amarullah telah meminta fee kepada Tayeb sebesar 15 persen atas tender lelang yang diikutinya tersebut.

“Ini namanya intimidasi kepada kami, padahal proses lelang yang sudah dilakukan di ULP semuanya harus dilakukan secara terbuka, tidak tiba-tiba ada pemenang yang tidak diverifikasi, inikan aneh, apalagi sampai meminta fee seperti ini,” katanya.

Proses tender yang dilakukan harusnya bisa dilakukan secara terbuka, tapi sayangnya apa yang terjadi di Konkep cukup mengecewakan.

“Inikan daerah pemekaran baru harusnya semua proses administrasi yang dilakukan didalam serba terbuka bukan malah ada kongkalikong seperti ini, parahnya lagi jika seorang penjabat yang minta fee, bagaimana mau bagus pembangunan di daerah ini,” ujarnya.

Hasidin, Anggota Ombudsman Sultra, mengatakan bahwa Ombudsman sebagai salah satu lembaga yang menerima aduan dari masyarakat tetap akan memprioritaskan laporan yang masuk, meskipun tidak bisa ditindak lanjuti secara keseluruhan.

“Terkait laporan yang bapak masukkan pada tanggal 18 Juni lalu merupakan salah satu aduan yang kami prioritaskan, sehingga kami sudah bersurat kepada pihak terlapor untuk segera diklarifikasi terhadap masalah ini supaya bisa kita temukan solusi bersama,” terang Hasidin.

Panggilan pertama telah dilakukan pada tanggal 25 Juni lalu, sayangnya terlapor tidak datang ke Ombudsman, kemudian panggilan kedua telah dilakukan pada tanggal 1 Juli, tapi untuk kedua kalinya terlapor tidak datang.

“Kami baru menerima surat jika kepala dinas yang bersangkutan sedang ada tugas di luar daerah sehingga tidak bisa datang, yang datang hanya Ketua ULP, Jibran, itupun datang untuk menyampaikan surat saja. Dalam surat tersebut dikatakan jika terlapot sama sekali tidak pernah melakukan intervensi, dan semua proses tersebut tidak dilakukan didinas melainkan tanggung jawab sepenuhnya ULP,” jelasnya.

Beberapa pihak yang telah merasa dirugikan tersebut masih akan terus mengikuti proses yang dilakukan oleh Ombudsman, bahkan pihaknya akan segera melaporkan hal tersebut ke Pengadilan Negeri. (LINA)

Sekbernas Sultra Akan Gelar Apel Siaga Indonesia Bangkit

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Sekretariat Bersama Nasional (Sekbernas) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan segera menggelar apel siaga indonesia bangkit, Sabtu (5//7/2014). Demikian dikatakan Presidium Sekbernas Sultra, Maidin Abdul Syaid, kepada sejumlah rekan media, Kamis (3/7/2014).

“Di hari kampanye terakhir yakni 5 Juli 2014, kami dari Sekbernas Sultra bersama Laskar HT dan koalisi merah putih akan melakukan gelar apel siaga indonesia bangkit yang akan kami lakukan sekitar pukul 15.00,” terang Maidin di Sekretariat Sekbernas Sultra.

Jumlah massa yang akan hadir dalam apel siaga indonesia bangkit itu diperkirakan sekitar 1500 hingga 2000 massa yang akan memeriahkan apek siaga yang akan dilakukan di pelataran Eks.MTQ.

Ia mengatakan bahwa tujuan dilakukan apel siaga tersebut yakni untuk memantapkan dukungan kepada pasangan nomor urut satu, Prabowo-Hatta, agar bisa menjadi pemenang dalam pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

“Justru karena 5 Juli itu merupakan hari terakhir untuk kampanye, jadi kami mengingatkan kepada masyarakat untuk mantapkan pilihannya pada nomor urut satu, sehingga empat hari berikutnya pilihan masyarakat tidak akan berubah,” katanya. (LINA)