Tak Perlu ke Luar Negeri, Tempat Liburan di Indonesia Ini Sudah Berasa Eropa

Sebagai benua yang dikenal dengan arsitektur bersejarah dan kota-kotanya yang tertata cantik serta pemandangan alam nan indah, liburan ke Eropa menjadi impian yang didambakan oleh banyak wisatawan dari Indonesia. Namun banyak hal yang harus dipersiapkan untuk liburan ke Benua Biru itu, salah satunya adalah biaya yang cukup besar dan juga visa yang pengurusannya cukup memakan tenaga.

Lalu, bagaimana jika tak punya dana tapi ingin liburan ke Eropa? Jawabannya mudah. Liburan saja ke tempat-tempat di Indonesia ini. Cukup berbekal tiket bus, kamu bisa mengunjungi beberapa tempat liburan di negeri sendiri tapi berasa seperti di Eropa.

Stonehenge ala Yogyakarta

Ingin menikmati megahnya Stonehenge yang terkenal di Inggris, carilah tiket bus ke Yogyakarta. Setelah turun di terminal, lanjutkan perjalanan menuju kawasan Cangkringan, tepat di lereng Gunung Merapi. Di sinilah kamu akan menemukan Stonehenge rasa lokal, dengan batu-batu yang tidak kalah megah dari tempat aslinya.

Meski buatan manusia modern, namun Stonehenge ala lereng Merapi ini dibuat sangat mirip dengan aslinya. Tidak hanya warna dan bentuk bangunannya , tapi juga bentuk pajatan dan struktur batunya pun dibuat mirip sedemikian rupa.

Venisia ala Cianjur

Mau liburan romantis naik gondola di atas kanal, belilah tiket bus menuju Kota Cianjur. Di kota ini, terdapat Little Venice yang memiliki bangunan mirip dengan kota romantis di Italia tersebut. Selain kanal-kanal yang dibuat mirip, bangunan di sekitar air pun dibuat persis seperti aslinya.

Arc de Triompe ala Kediri

Di Paris, Arc de Triompe adalah bangunan megah yang berada di jantung kota dan menjadi monument bersejarah. Kini tak perlu lagi ribet mengurus visa untuk melihat megahnya Arc de Triompe di Paris. Cukup cari tiket bus ke Kota Kediri, dan turunlah di Simpang Lima Gumul, kamu akan melihat versi KW dari Arc de Triompe yang ada di Paris.

Eropa Mini ala Merapi Park

Sleman tak cuma punya Stonehenge KW di kawasan Cangkringan. Tapi juga punya Merapi Park yang isinya adalah Eropa Mini, mulai dari kincir angin dan bunga tulip khas Belanda, hingga miniatur Big Ben dan Menara Eiffel ada di sini.

Sekali masuk ke Merapi Park, kamu sudah bisa merasakan indahnya Eropa dengan biaya yang terjangkau. Cukup cari tiket bus ke kawasan Sleman, dan nikmati indahnya Eropa dalam bentuk mini di sini.

Little Europe – Lampung

Tak hanya Yogyakarta yang punya Eropa mini, Lampung pun punya Little Europe yang berkonsep membangun miniatur ala Eropa di Sumatera. Yang menjadi fokus di tempat liburan ini adalah bangunan dengan arsitektur khas Eropa yang berwarna-warni. Di tengah-tengahnya ada miniatur Menara Eiffel yang selalu laris jadi tempat selfie.

Kota Lama Semarang

Kalau tempat wisata ala Eropa yang lain adalah bangunan baru yang dibentuk mirip dengan yang ada di Benua Biru. Tidak demikian dengan Kota Lama Semarang. Bangunan di kawasan ini asli dari zaman penjajahan, dengan arsitektur khas Belanda yang masih terjaga dengan indah.

Kawasan di sekitar Kota Lama pun masih lestari, membuat pengunjung merasa benar-benar sedang berada di Eropa alih-alih di Semarang.

Seru kan? Tidak perlu repot mengurus Visa, bisa jalan-jalan dan mengambil foto dengan latar layaknya berada di Eropa.

Penyidik KPK Geledah Kediaman Umar Samiun

Baubau, Suarakendari.com – Lima penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah kediaman Bupati Buton non aktif, Samsu Umar Abdul Samiun di kota baubau sulawesi tenggara, penggeledahan ini dikawal ketat pasukan Brimob Batauga dan Polres Baubau.

Kedatangan penyidik KPK ini untuk menjemput paksa Samsu Umar Abdul Samiun yang tidak memenuhi panggilan kpk untuk diperiksa sebagai tersangka kasus suap mantan ketua mahkamah konstitusi Akil mochtar.

Namun setelah berjam jam melakukan penggeledahan, penyidik KPK tidak menemukan Samsu Umar Abdul Samiun yang diduga telah melarikan diri.

Tidak hanya di rumah Umar kehadiran penyidik KPK ini sempat mengundang perhatian warga setempat dan pengendara yang melintas di sekitar rumah tersangka.

Usai melakukan penggeledahan penyidik kpk langsung ke markas polres baubau untuk berkoordinasi dengan pihak KPK di jakarta sejumlah awak media juga terlihat berkumpul di depan ruang gedung satreskrim polres baubau sayangnya tidak ada satupun dari pihak kpk yang memberikan keterangan.

Belakangan diketahui kpk berhasil menangkap calon tunggal bupati buton ini di bandara soekarno hatta sekitar pukul 17:30 wib.

Kapal Tongkang Anjelina 2 Tabrakan, 2 Tewas

Kendari, Suarakendari.com – Dua jenazah awak Kapal Tongkang Anjelina 2 dievakuasi tim sar kendari rabu pagi bersama satu korban luka menuju dermaga pelabuhan sar

Satu korban luka bakar dilarikan ke rumah sakit santaana kendari  untuk mendapatkan perawatan sementara dua jenazah awak kapal di bawa ke rumah sakit bayangkara menunggu pihak keluarga datang  menjemput

Kapal Tongkang Anjelina 2 sebelumnya mengalami kecelakaan di  perairan morowali sulawesi tengah saat berlayar ke kabupaten buton membawa stok bahan bakar minyak

Kapal Tongkang Anjelina 2 dengan jumalah awak kapal 15 orang bertabrakan dengan kapal nelayan yang memuat 3 orang pada selasa malam di perairan laut morowali

Saat tabrakan terdengar suara ledakan lalu dua kapal tersebut terbakar

Akibat peristiwa ini dua wak kapal anjelina dua meninggal dunia  satu awak kapal nelayan mengalami luka bakar 70 persen  dan 1 awak kapal nelayan lainya masih di nyatakan hilang

Tim sar mendapatkan informasi pada rabu pagi dari pol-air polda sultra dan langsung melakukan evakuasi korban di perairan morowali menuju dermaga sar

2 Remaja di Buton Cabuli 2 Anak Dibawah Umur

Buton, Suarakendari.com – Dua remaja berinisial i-r  dan r-m desa tuangila kecamatan kapuntori  kabupaten buton  diamankan polisi.

Mereka diduga telah mencabuli dua anak perempuan di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar tetangga mereka

Peristiwa ini terjadi sekitar dua bulan lalu dan baru terungkap setelah korban bercerita kepada orang tuanya

Selain itu orang tua salah seorang korban merasa heran terhadap anaknya selau ketakutan saat melihat pelaku

Merasa ada yang aneh orang tua korban lalu memaksa anaknya untuk menceritakan sebab ketakutannya ketika melihat pelaku

Kedua pelaku mengaku perbuatan bejat ini dilakukan akibat tidak mampu menahan hawa nafsu setelah menonton film porno di handphone

Mereka mencabuli dua korban di hutan tak jauh dari rumah korban setelah itu para pelaku mengancam kedua korban agar tidak memberitahukan hal ini kepada ke orang tua mereka

Para pelaku dijerat pasal 81 ayat satu dan dua junto pasal 71 enam-de perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara

7 Tahun Menghilang, Wanita Ini Belum Ditemukan

Kolaka, Suarakendari.com – Perayaan natal 25 desember 2016 yang penuh suka cita tidak begitu dirasakan oleh mince pasang warga kali baru kelurahan tonggoni kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka

Pasalnya momen perayaan natal setiap tahun selalu mengingat kakak kandungnya selmi pasang yang pamitan merantau ke kota makassar sulawesi selatan namun hingga kini tidak diketahui keberadaannya

Warga kecamatan pomalaa itu terakhir kali menginjakkan kaki di rumahnya pada awal januari 2010 lalu saat mendiang ibunya dilarikan ke rumah sakit

Saat itu  wanita berusia 39 tahun tersebut baru saja menyelesaikan pendidikannya di STMIK Handayani Makassar

Karena bosan tinggal di rumah dan tidak ingin membebani keluarga  selmi pasang memilih kembali ke makassar untuk mencari pekerjaan

Sejak kepergiannya tujuh tahun silam keluarga tidak pernah lagi berkomunikasi dengan selmi pasang

Pihak keluarga pernah berupaya mencari di kontrakannya dekat kampus stimik handayani makassar  namun tidak membuahkan hasil

Pihak keluarga bingung dengan sikap selmi meninggalkan rumah karena selmi tidak pernah memiliki masalah

Saat ini pihak keluarga telah kehabisan akal mencari selmi namun mereka berharap bisa bertemu dengan selmi pasang dalam kondisi seperi apapun nanti

Jembatan Rapuh, Mobil Dinas di Kolaka Masuk Parit

Kolaka, Suarakendari.com – Sebuah mobil dinas milik dinas pertambangan dan energi kabupaten kolaka jenis kren masuk parit saat memasuki kantor bupati kolaka  selasa siang

Hal ini terjadi karena jembatan darurat di pintu masuk kantor bupati kolaka  tidak mampu menahan bobot mobil saat melintas

Akibatnya  mobil enam roda itu terjebak di dalam parit sedalam 2 meter  sehingga mengalami kerusakan cukup parah

Keberadaan mobil ini juga menghalangi pengendara lain yang keluar masuk dari kantor bupati

Menurut sopir mobil kren yang dikendarainya masuk kantor bupati untuk memperbaiki lampu jalan yang rusak

Namun tiba – tiba saja jembatan darurat yang terbuat dari kayu dan balok langsung rubuh

Menurutnya  hal ini kesalahan pihak kontraktor yang mengerjakan pelebaran jalan hanya sekedar memasang jembatan darurat tanpa mempertimbangkan bobot mobil yang akan keluar masuk dari kantor bupati kolaka  atau bisa juga memasang rambu – rambu bobot mobil yang bisa melewati jembatan tersebut

Pihak kontraktor akhirnya bersedia menarik kendaraan dinas yang terjebak di dalam parit  karena takut kerusakan mobil makin parah.

Puluhan Mahasiswa Cegat Mobil Tenaga Kerja Asing Asal China

Kendari, Suarakendari.com – Sejumlah mobil yang ditumpang warga negara cina dicegat puluhan mahasiswa saat memasuki pelataran kantor imigrasi kendari untuk mengurus perpanjangan izin tinggal.

Akibatnya empat minibus yang memuat para tenaga kerja asing tidak bisa keluar dari kantor imigrasi dan semua penumpang bersembunyi di dalam mobil sementara aktifitas layanan di kantor imigrasi lumpuh total

Unjuk rasa mendadak ini merupakan aksi protes mahasiswa kepada pemeritah pusat bahwa masyarakat saat ini telah resah dengan keberadaan tenaga kerja asing asal cina di sulawesi tenggara

Mahasiswa menyebutkan tenaga kerja asing di indonesia saat ini banyak menggunakan visa wisata namun mereka bekerja di perusahaan tambang

Pada aksi ini mahasisw nyaris terlibat kericuhan dengan petugas imigrasi namun cepat didamaikan aparat kepolisian.

Tersangka Teror Busur di baubau Terlibat Penjualan Busur

Baubau, Suarakendari.com – Teror busur di kota baubau selama desember 2016 cukup membuat warga resah dan ironisnya para pelaku pembusuran didominasi pelajar

Kapolres baubau  AKBP Suryo Aji mengatakan  para pelajar yang menjadi tersangka pembusuran juga terlibat memproduksi dan mempergadagangkan busur

Bahan busur didapatkan pelaku dengan mudah dan dijual dengan harga murah 10ribu hingga 15ribu rupiah per anak busur

Kepolisian memyebutkan keterlibatan pelajar dalam kejahatan ini merupakan dampak pengaruh lingkungan kurang kondusif  dan kesalahan pergaulan

Selain itu  kurangnya pengawasan orang tua juga menjadi faktor penting yang bisa membawa anak ke hal-hal yang negatif

Kapolres berharap orang tua membantu kepolisian mengawasi dan membimbing anak mereka untuk menjauhi hal-hal negatif

Bokori dan Senandung Kaju Angin

Oleh : Riza Salman

Jika kapal yang anda tumpangi akan memasuki kawasan Teluk Kendari, konsentrasilah dan lepaskan pandangan anda sejauh mungkin sembari menengok kearah kanan sebelum menyesal melewati satu pulau mungil nan eksotik, pulau Bokori.

Ungkapan di atas mungkin terkesan memaksa, tetapi sudah teruji ratusan tahun silam ketika awal masuknya Belanda di kawasan perairan Teluk Kendari. Dikisahkan saat itu, pelayar Belanda tidak melihat keberadaan satu pulau kecil membentang panjang seluas dua hektar lebih, nanti setelah melewati pulau itu kemudian tampak satu pulau terlihat dari arah belakang kapal.

Dari kejadian itu, penghuni pulau tersebut memberi nama pulau Bokori, yang dalam bahas Bugis berarti dibelakangi. “Pada masa penjajahan pelayaran Belanda, pulau itu tidak kelihatan dari depan, nanti setelah dilewati baru terlihat, dan diberi nama Bokori yang artinya kampung belakang”, ujar Rizal, tokoh pemuda berdarah campuran Bugis Bajo, yang menetap di pesisir desa Bajo Mekar, tak jauh dari pulau Bokori.

Merunut sejarah kota Kendari, boleh jadi awal mula penamaan pulau Bokori sekitar abad 18, bersamaan dengan penamaaan Teluk Kendari yang kala itu masih bernama Vosmaer Baai atau Teluk Vosmaer . Nama Vosmaer berasal dari nama pelaut Belanda, J.N Vosmaer, yang dalam sejarah tertulis pelaut pertama kali menemukan orang Bajo dan Bugis hidup di pesisir teluk kendari.

————————————————————————

Lain Generasi, Lain Cerita

Nabisa, nenek tua 60 tahun hanya bisa tertegun kaku dibalik balutan kerudung merah melihat aksi para atlit voly pantai berlaga di atas pasir tanah kelahirannya. Pikirannya seolah melayang tebang bersama angin menjejaki perubahan kondisi pulau Bokori, jauh berbeda dengan kondisi Bokori puluhan tahun lalu.

Dalam kenangannya, pulau Bokori yang pernah dihuninya lebih luas dari yang terhampar kini. Pohon Kelapa dan Kaju Angin (penyebutan nama lokal pohon pinus) rindang berdiri kokoh melindungi pulau dari gerus hempasan gelombang laut.

Perlahan, pulau Bokori alami abrasi semenjak ditinggal kosong penduduk setempat karena direlokasi pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) ke wilayah pesisir darat yang kini bernama desa Bajo Mekar, dan empat desa tersebar lainnya pada tahun 1993.

“sekarang sudah bagus, bagian tengah pulau sudah digali dibuatkan kolam besar” nada Nabisa sambil tersenyum ceria sambil menonton jenis olah raga yang tidak pernah ia mainkan, voly pantai di pulau Bokori.

Di waktu dan tempat berbeda, sontak Gita lontarkan nada optimis “nanti pulang saya kasih tahu bapakku” untuk tidak melakukan aksi pengrusakan karang di sekitar pulau Bokori.

Ucapan itu spontan keluar dari mulut Gita, bocah perempuan kelas enam SD (Sekolah Dasar) setempat saat mendapat penjelasan dari seorang guru sekolah non formal Sikola dilao. Dalam penjelasan itu, karang rumah ikan di sekitar pulau Bokori akan rusak kalau tertancap tombak ikan dan tersangkut jangkar perahu dan kapal.

Anak-anak suku Bajo ramai berangkat ke Sikola Dilao untuk memperoleh pelajaran kearifan lokal mengelola kawasan laut. Sikola Dilao merupakan lembaga non formal yang didirikan untuk membentuk karakter generasi suku Bajo melestarikan laut demi kelangsungan sumber kehidupan mereka. Kini anak-anak tersebut tahu bagaimana seharusnya mengelola laut secara bijak. Foto: Riza Salman
Anak-anak suku Bajo ramai berangkat ke Sikola Dilao untuk memperoleh pelajaran kearifan lokal mengelola kawasan laut. Sikola Dilao merupakan lembaga non formal yang didirikan untuk membentuk karakter generasi suku Bajo melestarikan laut demi kelangsungan sumber kehidupan mereka. Kini anak-anak tersebut tahu bagaimana seharusnya mengelola laut secara bijak. Foto: Riza Salman

Sikola Dilao adalah sebutan lokal warga Bajo yang berarti Sekolah Dilaut. Lembaga pendidikan non formal ini berdiri pada tahun 2013 lalu. Ialah Rizal pencetus Sikola Dilao.

“Sikola Dilao didirikan untuk meilhat permasalahan generasi Bajo yang sekarang hidup di pesisir kurang memahami kearifan lokal Bajo. Olehnya itu Sikola Dilao untuk memberi pemahaman kembali” , papar Rizal.

Selang berjalan dua tahun, murid Sikola Dilao kini berjumlah 32 anak, diantaranya pelajar SD, SMP dan SMA sederajat yang tersebar di pesisir darat. Metode pembelajaran Sikola Dilao tergolong unik. Bagi mereka yang masih tergolong pelajar SD, diwajibkan tonton serial karton Sponge Bob dirumah masing-masing sebagai pengantar materi bahan ajar para guru dikelas nantinya.

Selanjutnya di hari Minggu saat air laut surut, para murid diajak langsung ke pesisir laut pulau Bokori untuk melihat langsung contoh jenis karang dan biota laut lain yang mereka lihat dalam tayangan kartun Sponge Bob. Disini sejumlah materi konservasi diajarkan guna membangun kesadaran dini anak-anak Bajo untuk lestarikan Pulau Bokori.

Bukan hanya anak-anak, orang tua mereka juga dilibatkan langsung mengajarkan anak mereka melestarikan terumbu karang menjadi rumah ikan. Para orang tua memperlihatkan cara tradisional ala Bajo memilih bibit karang untuk di transplatasi. Upaya ini tergolong berhasil, meski baru mencapai tahap membuat pelampung untuk bibit karang.

Guru Sikola Dilao melibatkan sejumlah relawan mahasiswa Perikanan Universitas Halu Oleo (UHO) untuk materi konservasi laut dan Guru Madrasah Tsanawiah bahrul Mubaraq di wilayah setempat untuk memberi pendidikan karakter agar bijak dalam pengelolaan hasil laut.

“sekolah ini menciptakan karekter untuk tidak melupakan melupakan identitas kami sebagai orang Bajo yang sumber kehidupannnya berasal dari laut” papar Rizal di sela-sela mengajar anak-anak Bajo.

“kami juga ingin memberi pemahaman sejak dini bagaimana menjaga laut sehingga suatu saat generasi penerus tetap melihat laur sebagai bagian dari sejarah kami” tegasnya.

Pulau Bokori Bisa Mendunia

Lasara, seorang Profesor pakar kelautan UHO optimis pulau Bokori menjadi destinasi wisata andalan Sultra. Ia mengatakan, Bokori pulau kecil dengan sumber daya pesisir dan laut lepas memiliki karakteristik untuk menarik wisatawan domestik maupun wisatawan asing.

Secara demografi , Bokori punya aksebilitas tinggi mudah dicapai karena berdekatan langsung dengan Kendari, ibu kota Sultra. “para wisatawan dapat berkunjung ke Bokori sambil menghabiskan waktu menunggu jadwal keberangkatan ke Wakatobi” kata Lasara.

Hal itu tidak mustahil terwujud, jika Pemerintah setempat membangun infrastruktur, sarana dan parasaran pelengkap untuk memanjakan pengunjung. Selain itu, promosi melalui berbagai macam media harus gencar dilakukan tanpa harus bergantung pada pelaksanaan event tahunan.

guide professional berkemampuan bahasa asing harus disiapkan untuk mendampingi wisatawan asing, serta agen travel wisata dan perhotelan dilatih mempromosikan wisata pulau Bokori” jelas Lasara.

Lasara menyarankan kepada pihak Pemprov untuk segera membuat regulasi penataan wilayah agar pengunjung pulau Bokori tidak terganggu dengan aktifitas perhubungan laut yang sewaktu-waktu dapat mencemari laut. Tentu hal ini dapat mengurangi nilai keindahan pulau Bokori.

“masyarakat sekitar pulau Bokori juga harus ikut menjaga keletarian pulau Bokori” tegas Lasara.

Ia menilai, pulau Bokori dapat diandalkan seperti halnya pulau Borocay di Filipna Tengah yang dalam pengelolaanya mampu menyedot perhatian wisatawan dunia.

Relaksasi Kaju Angin Dari Masa Ke Masa

Pulau ini untuk meregangkan syaraf-syaraf yang tegang, lantang suara Nur Alam saat membuka kejuaraan nasional Voly Pantai Sesi III, di pulau Bokori, Jumat sore (29/10).

Pernyataan itu bukanlah pepesan kosong belaka, karena di pulau Bokori kini memiliki 10 sarana bangunan rumah panggung semi permanen sebagai tempat peristrahatan plus fasilitas memadai untuk memanjakan pengunjung menikmati eksotisme pulau mungil itu.

Akses ke pulau Bokori tergolong mudah dan murah, anda hanya menghabiskan waktu perjalanan darat selama 20 menit dari kota Kendari menuju desa pesisir di kecamatan Soripia, Konawe dan menggocek kantong sebanyak 25 ribu rupiah/orang membayar jasa antar jemput menggunakan perahu bermesin motor yang disediakan warga pesisir.

Bagi anda yang ingin relaksasi hilangkan kepenatan hiruk pikuk perkotaan, cobalah merasakan semilir hembusan angin merangkai nada harmoni diantara dedaunan pohon Kaju Angin, pohon yang dari dulu menjadi penghuni tetap pulau ini. Anda akan mendapati senandung dari masa kemasa terbukti menenangkan mereka yang pernah tinggal dan berkunjung disini.

Kendari Diguyur Hujan

SUARAKENDARI.COM-Berbulan-bulan dilanda musim kemarau, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara akhirnya diguyur hujan, Jumat siang. Meski tidak berlangsung lama, namun hujan turun cukup lebat sehingga membuat sejumlah ruas jalan yang selama ini dibaluri debu nampak mulai bersih.

Sejumlah orang menyambut hujan dengan ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta. “Alhamdulillah akhirnya bisa melihat hujan juga,” kata Asdar, warga Wuawua, Kendari.

Turunnya hujan juga membuat kabut asap yang selama beberapa hari menyelimuti Kota Kendari mulai berkurang. SK