2015 Kolaka Tetap Buka Lowongan CPNS

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kolaka, Ruhaedin kepada awak media menjelaskan bahwa untuk tahun 2015, Kabupaten Kolaka tetap berupaya membuka pendaftaran calon pagawai negeri sipil atau CPNSD. Pasalnya Kolaka masih sangat membutuhkan sejumlah tenaga profesional dibidangnya, seperti tenaga guru, kesehatan dan akutansi.

Penegasan dari kepala BKD ini sekaligus untuk menjawab sejumlah pertanyaan pihak luar terkait rencana Presiden Jokowi yang akan melakukan moratorium penerimaan CPNS selama 5 tahun, terhitung sejak tahun 2015 mendatang.

“Jadi memang rencananya kita akan membuka lowongan penerimaan PNS pada tahun 2015 mendatang. Masalah bulannya kita belum bisa pastikan. Untuk formasi kita coba tiga dulu yaitu formasi guru, tenaga kesehatan dan akutansi,” katanya.

Lebih jauh lagi Ruhaedin menegaskan ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan khusus kenapa tiga formasi tersebut menjadi prioritas utama. Dan kenapa pula harus ada lowongan CPNS ditahun 2015 kendati Presiden Jokowi merencanakan moratorium penerimaan CPNS.

“Tiga jurusan itu sangat mendesak sebab di Kolaka masih banyak daerah yang terpencil. Makanya kita butuh guru dan tenaga kesehatan. Kalau masalah jurusan akutansi memang juga perlu. Pokoknya semua sesuai dengan kebutuhan. Nah terkait moratorium, kan belum ada aturan yang keluar,” tambahnya.

Ruhaedin juga menegaskan hal tersebut akan tetap dikordinasikan dengan pemerintah pusat. Sebab pandangannya masih ada sejumlah daerah di Indonesia yang memang masih membutuhkan PNS. Termasuk Kolaka pasca pemekaran Kolaka Timur.

“Kalau memang nantinya tidak bisa kami juga pasti tidak akan memaksakan hal itu. Namun juga tidak salah kalau tahun depan kita coba ajukan di pusat. Dan pada akhirnya nanti tetap tidak bisa terpaksa untuk memenuhi tenaga medis dan guru di daerah terpencil akan kita berdayakan PNS yang sudah ada di Kolaka,” tutupnya.(ab)

Kolaka Raih Penghargaan Indeks Tata Kelola Pemerintahan Terbaik di Indonesia

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM-Pemerintah Kabupaten Kolaka patut berbangga mendapatkan penghargaan tingkat nasional berupa Indeks Tata Kelola Pemerintahan terbaik bersama 34 daerah kabupaten/ kota di Indonesia.

Penghargaan ini diberikan oleh Partnership, organisasi multi pihak proyek dari UNDP (United Nations Development Program) bekerjasama dengan Kemendagri. Penghargaan telah diberikan pada 14 Oktober 2014, oleh Direktur Eksekutif Partnership.

Partnership mengambil 34 kabupaten/kota sebagai wilayah pilot. Yang dilihat adalah implementasi prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, yaitu partisipasi, transparansi, keadilan, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas.

Tata kelola pemerintahan Kabupaten Kolaka memperoleh nilai rata-rata 4,52. Sementara nilai rata-rata 34 kabupaten/kota adalah 4,9. YOS

Kami Juga Punya JOKOWI Dari Timur

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Sosok Joko Widodo alias Jokowi jelang pelantikannya sebagai Presiden RI yang ke tujuh tanggal 20 Oktober mendatang memang semakin santer diperbincangkan. Tentunya tidak lepas dari controversial mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Namun gaya blusukan dan pola kepemimpinan Jokowi selama menjadi Gubernur tidaklah seheboh ceritanya di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Di Kolaka sendiri gaya kepemimpinan blusukan dan terjun langsung kelapangan sudah lama dipertontonkan oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safei. Hal inilah yang membuat Kolaka berbeda dengan daerah lain di Indonesia dari segi pandangan terhadap Joko Widodo.

“Gaya kepemimpinan pak Jokowi memang bagus tapi kalau kami di Kolaka itu biasa saja. Sebab Bupati kami, pak Safei punya pola yang lebih dari pak Jokowi. Makanya disaat orang bicara masalah gaya kepemimpinan Jokowi ketika sudah dilantik nanti. Kami bisa katakana bahwa kami juga punya JOKOWI dari timur,” Kata Nelvi, warga Kolaka, Sabtu (18/10/2014).

Dia juga menambahkan Bupati Kolaka justru dikenal sangat sederhana oleh warga Kolaka. “Bayangkan saja pak. Sejak jadi Bupati kami lebih sering merasa dia itu bukan Bupati tetapi pembimbing kami. Tidak ada jarak sama warga, mulai dari turun ke got, bersihkan comberan hingga berbaur dengan warga. Ini dia lakukan bukan pada saat jadi Bupati saja, tapi sejak dari dulu,” tambahnya.

Memang jelang pelantikan Joko Widodo sebagai presiden RI yang ke tujuh semakin santer diperbincangan dari seluruh penjuru Indonesia. “blusukan, itu sudah biasa di Kolaka dan dilakukan sama pak Bupati. Jadi saat kami lihat pola kerja pak Jokowi kami ingat bupati kami. Makanya jangan heran kalau orang di Kolaka ini sering membandingkan pak Jokowi dan Bupati Ahmad Safei,” tutup Parno, pengayuh becak di Kolaka. (ab)

Ahmad Safei Jadi Narasumber Dikancah Internasional

YOGYAKARTA, SUARAKENDARI.COM- Jurusan politik dan pemerintahan, Fakultas ilmu sosial dan politik, Universitas Gajah Mada dan LSM Article 33 bekerjasama dengan Natural Resource Governance, mengembangkan tata kelola disektor industri ekstraktif di kawasan asia pasifik dengan program ” Simpul Pengetahuan “.

Kegiatan ini dihadiri diantaranya, beberapa pakar dan praktisi bahkan pelaku bisnis, serta sejumlah Bupati seperti Bupati Aceh Utara, Bojonegoro, Indra Giri Hulu dan masih banyak lagi. mereka memaparkan potensi dan saling memberikan masukan tentang pengelolaan potensi industri atraktif yang baik bahkan pengembanga kerjasama antar daerah guna mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Program ini bertujuan untuk mendorong adanya forum pimpinan daerah pada tingkat lokal di kawasan asia tenggara untuk berbagi pengalaman dalam melakukan pengelolaan industri ekstraktif. Sebagai wujud implementasi program “Simpul Pengetahuan” ini Fakultas Sospol,Article 33 dan NRG menghelat SEA local leader forum 2014, di hotel phonix Jogjakarta.

Kegiatan ini pun melibatkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yang berbeda. Mulai dari narasumber beberapa pimpinan organisasi baik dari Philipina,Vietnam, dan beberapa kepala daerah yang salah satunya adalah Bupati Kolaka, termasuk sekretaris Asean, dan juga Rekktor UGM. Dalam kegiatan tersebut Bupati Kolaka H Ahmad Safei, membawakan presentasi dengan judul Public Private Partnership for Poverty Reduction.

Dalam pemaparannya Bupati Kolaka memperkenalkan Kabupaten Kolaka serta akses menuju Kolaka. Ada juga potensi di Kabupaten Kolaka, khusus bidang pertambangan terkait dengan industri ekstraktif, untuk itu diperlukan kebijakan pemerintah yang pro rakyat untuk meredusi kemiskinan.

Bupati Kolaka menjelaskan bahwa perlu kita pahami bahwa sesungguhnya kemiskinan itu ada dua hal yaitu kemiskinan struktural dan kemiskinan cultural. “Dengan berbagai potensi yang ada maka kita akan mendorong industri ekstraktif bidang pertambangan untuk mendorong percepatan pembangunan dibidang lainnya, artinya diharapkan bahwa ada kearifan kebijakan pemerintah pusat agar penghasilan atau hak seperti royalty bisa porsinya lebih besar diarahkan kepada daerah penghasil guna mendukung program dan pengembangan bahkan peningkatan komoditi lainnya,” kata Ahmad Safei, Senin (13/10/2014).

Ditambahkan oleh Ahmad Safei, untung saja beberapa perusahaan masih mempunyai komitmen tinggi dalam meredusi kemiskinan seperti pt antam dan vale indonesia dengan menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (csr).

Acara yang dibuka oleh Dekan Fisipol UGM, Prof Erwan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari suatu sistem demokratis, dimana dalam era demokratis ini merupakan peluang bagi otonomi daerah atau desentralisasi. “dalam mengatur, mengurus daerah dalam mensejahterakan rakyat, yang sudah barang tentu berawal dari kebijakan pimpinan daerah dalam rangka pengelolaan sumber daya alam,” katanya.

Dia menambahkan pemberian kewenangan yang besar dalam otonomi daerah memberikan peluang bagi kepala daerah untuk melakukan berbagai kebijakan untuk kesejahteraan rakyat. Disampaikan pula kegiatan yang dilaksnakan ini diupayakan agar terjadi brainstroming antar para pimpinan daerah dan peserta baik dalam dan luar negeri agar memperoleh solusi terbaik dalam pengelolaan sumber daya alam guna kesejahteraan rakyat.

Prof Lutfi Azhari, perwakilan Usaid , menyampaikan bahwa forum ini merupakan forum untuk mewujudkan total goverment yang baik, adapun tujuan secara khusus program ini didukung oleh usaid yaitu mendorong terwujudnya otonomi dan pelayanan public, serta tata kelola pemerintahan yang baik. (ab)

Ahmad Safei : Ibu PKK Berperan Aktif Dalam Membangun Kolaka

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM- Bupati Kolaka H Ahmad Safei SH,MH di Aula PKK Kab Kolaka tgl 8 Oktober kemarin membuka dengan resmi pelaksnaan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan Tk Kabupaten Kolaka. Rapat Koordinasi PKK-KB Kesehatan turut dihadiri Wakil Bupati Muhamad Jayadin, Ketua TP PKK Kab Kolaka Ny H Herti Safei Para Asisten, Ka SKPD serta Pejbat lainnya.

Bupati Kolaka pada kesempatan itu memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ibu Ibu PKK yang berperan aktif melibatkan diri dalam berbagai pembangunan di Kabupaten Kolaka. Dikatakannya, PKK merupakan mitra masyarakat yang dapat mensosialisasikan program program pemerintah Daerah, terutama dalam upaya peningkatan kualitas pemenuhan keshatan, Keluarga Berencana dan kesejahteraan keluarga.

Program- program tersebut juga berkaitan dengan salah satu misi pembangunan yaitu peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan serta penguatan sendi-sendi sosial Budaya dan agama yang diwujudkan dengan salah satu Akselerasi 9 Program Pririoritas yang telah menjadi komitmen kepada masyarakat kab Kolaka, yaitu Pemenuhan pelayanan kesehatan masyarakat dalam arti luas untuk mewaujudkan kab kolaka yang masju berkeadilan dan sejahtera.

Bupati Kolaka mengharapkan, kepada semua peserta rapat koordinasi untuk melaksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh bukan saja kegiatan rutinitas tetapi bisa membuat kegiatan inovatif sehingga ada variasi yang bisa meningkatkan daya ungkit. “cakupan program atau percepatan pencapaian target sasaran terutama sasaran yang telah ditetapkan dalam pelaksnaan kesatuan Gerak PKK KB kesehatan di kab kolaka thn 2014,” kata Ahmad Safei.

Sementara itu, ketua Panitia Ny HJ Ende Jayadin melaporkan,Rapat koordinasi bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan berkualitas dalam program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, KB- Kesehatan serta untuk menyatukan persepsi dan memantapkan pelaksnaan dilapangan mulai tk Kabupaten, Kecamatan sampai pd tk Desa/Kelurahan.

Rapat koordinasi yang berlangsung sehari penuh diikuti 80 orang, terdiri 60 orang dari seluruh Kecamatan, 5 orang dari KT PKK Kecamatan, Ketua Pokja IV TP PKK Kecamatan, sekretaris Kecamatan, Kepala PUSKESMAS dan Kepala UPTD KB/PLKB serta 20 orang panitia Penyelenggara Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan.

Laporan : Kasbi Dara Manggara
Jabatan : Kasubag Pemberitaan Humas dan Protokoler Ka. Kolaka

Bupati Enrekang Meriahkan Silatda Hikma se Sultra Di Kolaka

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Bupati Enrekang, Sulawesi Selatan, H. Muslimin Bando dan Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei memeriahkan acara Silaturahim Daerah (Silatda) ke V Himpunan Keluarga Massenrempulu (Hikma) Enrekang se Sulawesi Tenggara (Sultra), di gedung islamic center kabupaten Kolaka.

Kasubbag Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Pemkab Kolaka Kasbi Dara Manggarah melaporkan, Acara yang dihadiri seribuan masyarakat Massenrempulu ini, dimeriahkan lomba masakan khas kabupaten Enrekang dengan pemenang diraih kabupaten Muna, disusul kabupaten Kolaka Timur dan Bombana. Selain itu, acara ditandai dengan tukar cinderamata antara Bupati Kolaka dan Bupati Enrekang.

Ketua DPC Hikma Kolaka, Maddu Yunus dalam laporannya menyatakan, Silatda merupakan salah satu hal yang baik dalam mempererat keluarga besar hikmah yang ada di Sultra. Dalam acara ini, dilakukan berbagai kegiatan berupa kegiatan olahraga, seni dan bakti sosial. Tak lupa diharapkan kepada keluarga Hikma yang ada di Kolaka untuk mendukung dan menyukseskan semua program pemerintah, hindari sesuatu yang bertentangan dengan UU, serta tingkatkan silaturahim pada semua masyarakat supaya tercipta kondisi aman, damai dan sejahtera

Ketua DPW Hikma Sultra, Prof.Dr.Hanna mengungkapkan, Silatda merupakan program rutin yang dilaksanakan Hikma Sultra sekali dalam dua tahun. Dari 14 kabupaten/kota yang ada di Sultra, sudah dikukuhkan 11 pengurus DPC, terakhir 3 DPC yang merupakan kabupaten pemekaran. Khusus wilayah Sultra, saat ini terdapat 28 ribu Kepala Keluarga dari Enrekang dan tergabung dalam Hikma.

Adapun Ketua 1 DPP Hikma Jakarta, Dr. H. Mansyur mengatakan, Silatda merupakan kegiatan besar dan merupakan prestasi luar biasa yang dilaksanakan pengurus Hikma di Sultra, sebab Sultra merupakan satu-satunya DPW Hikma yang melaksanakan Silatda. Ini menandakan DPW Hikma Sultra selangka lebih maju dibanding DPW lain yang ada di Indonesia.

Karena itu, staf ahli Kemendagri RI ini meminta kepada pengurus Hikma supaya pro aktif melakukan konsolidasi secara internal dan eksternal. Untuk internal dengan mengaktifkan arisan di seluruh Sultra. Selain itu diharapkan putra-putri Hikma Sultra supaya meningkatkan SDM nya, juga membantu daerah dalan meningkatkan pembangunan. Hal ini berdasar pada falsafah hidup masyarakat Enrekang, yakni Tobana’ atau dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Tak lupa diharapkan supaya pengurus Hikma untuk hadir dalam Silatnas di Solo.

Bupati Enrekang, Muslimin Bando yang datang dengan membawa pejabatnya dengan tujuan melihat pembangunan di kabupaten Kolaka, dalam sambutannya menyatakan bahwa di Enrekang terdiri dari tiga etnis, yakni Duri, Enrekang dan Maiwa.

Diungkapkannya, masyarakat Enrekang jika meninggalkan kampung halamannya memiliki falsafah Tobana’ atau dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Maknanya, dimanapun berada diyakini adalah bumi Allah, begitupun siapapun yang menjadi pemimpin meski bukan dari Massenrempulu akan didukung. Masyarakat Enrekang juga sangat bersungguh-sungguh dalam berusaha. Karena itu, Bupati menghimbau masyarakat Massenrempulu untuk berpartisipasi menyukseskan pembangunan di Kolaka dan Sultra.

Begitupun Bupati Kolaka, Ahmad Safei mengungkapkan bahwa di Kolaka merupakan daerah yang hitorogen, hampir semua suku di Indonesia ada di Kolaka. Karena itu diharapkan kepada masyarakat Masserempulu yang ada di bumi Mekongga untuk meningkatkan semangat ke Kolakaan, ketika ditanya darimana asalnya, hendaknya mendahulukan Kolaka baru daerah asal. Begitupun disampaikan kalau di Kolaka telah banyak warga Enrekang menduduki berbagai jabatan penting termasuk anggota DPRD.

“Saya bersyukur pada Pilkada Bupati lalu, hampir 80 persen warga dari Massanrempulu mendukung SMS Berjaya.”Kata Ahmad Safei yang mendapat tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Gubernur Sultra diwakili Staf ahli Gubernur bidang kesra, KH.Mursidin selain mengucapkan selamat atas Silatda ke 5 Hikma, mengharapkan supaya warga Hikma yang ada di Sultra supaya tetap menjaga dan menjalin hubungan kekeluargaan dan harmonis, juga senantiasa berpartisipasi secara aktif, khususnya pada Pemerintah daerah dengan mendukung program yang dijalankan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Laporan : Kasbi Dara Manggarah
Jabatan : Kasubbag Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Pemkab Kolaka

Pemkab Kolaka Kembangkan Kawasan Industri Perikanan

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM-Pemerintah Kabupaten Kolaka berencana akan kembali mengembangkan Kawasan Industri Perikanan (KIP) di Kelurahan Mangolo, Kecamatan Latambaga, mengingat potensi perikanannya cukup besar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kolaka, Syafruddin mengatakan, percepatan pembangunan jalan serta perkantoran sangat dibutuhkan agar kawasan industri perikanan ini segera difungsikan dan bergerak sesuai harapan masyarakat. “kawasan ini sangat dibutuhkan oleh nelayan sebagai tempat pendaratan ikan,”kata Syafruddin.

Pengembangan pembangunan kawasan industri perikanan itu meliputi pembuatan dan pengerasan jalan pembangunan kantor dan pemasangan instalasi listrik di wilayah itu. Untuk itu dibutuhkan dana besar dari pemerintah pusat.

Sebenarnya, kawasan perikanan Mangolo sudah mulai dibangun pada bulan April tahun 2013 lalu, bahkan sejumlah bangunan induk sudah ada, seperti dermaga tambatan perahu, break water (pemecah ombak) serta menara air.

“Harapan kami tahun ini sudah bisa difungsikan mengingat lokasi tempat pendaratan ikan yang ada saat ini sudah tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya.(Adv)

Tim Penilai P2WKSS Tinaju Desa Kastura

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM- Ketua Rombongan Tim Penilai Lomba P2WKSS Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs Beangga Harianto Msi,Mpd bersama Rombongan telah melakukan Penilaian Lomba P2WKSS di Desa Kastura Kabupaten Kolaka . Setibanya di Desa Kastura, Ketua Rombongan yang juga Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, anak dan KB tingkat I, di terima oleh wakil Bupati Kolaka Muhamad Jayadin , Ketua TP PKK Kabupaten Kolaka Herty Safei, wakil Ketua TP PKK Kab Kolaka Ibu Muhammad Jadin, ketua TP PKK Desa Kastura St Rahma dan Kepala Desa Kastura serta Kepala SKPD Pemda Kolaka, Camat watubangga dan Tokoh dan masyarakat desa Kastura.

Wakil Bupati Kolaka Muhamad jayadin pada kesempatan itu mengatakan Lomba P2WKSS merupakan agenda rutin yang setiap tahunnya dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui sejauhmana peran perempuan dalam pembangunan. Hal ini untuk mewujudkan keluarga yang berkwalitas. Selain itu lomba ini juga merupakan kegiatan untuk mengevaluasi sekaligus mengoreksi pelaksanaan pembinaan P2WKSS di Pedesaan.

Peranan perempuan sangat besar, tidak hanya dalam rangka menciptakan keluarga yang sejahtera tetapi lebih dari itu. Atas nama Pemerintah kabupaten Kolaka, wakil Bupati kolaka menyampaikan selamat datang di desa Kastura dan selamat melaksanakan penilaian.

“ kami mengharapkan untuk melakukan penilaian secara objektif. Desa Kastura salah satu desa yang baru defenitif juga merupakan Desa terbelakang di kabupaten kolaka yang masih memerlukan penanganan dari aspek kehidupan, selain itu Peranan kaum wanita desa ini cukup potensial dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga terutama bagi ibu ibu yang bergerak dibidang pertanian/perkebunan,” kata Jayadin.

Keikutsertaan Desa Kastura pada Penilaian kali ini bukan semata mengejar gelar juara atau tropi, yang paling utama bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa khususnya kebersamaan TP PKK bersama Ibu Ibu dalam mengurus rumah tangga yang sehat, pola hidup sehat serta lainnya.

Sementara ketua Rombongan, Drs Bengga Harianto, sangat terkesan dan memberi apresiasi atas partisipasi dan kepedulian kepada Kepala SKPD bersama jajarannya yang melakukan Binaan kepada masyarakat Dsa Kastura yang letak georafinya sangat jauh dari Ibu Kota Kabupaten Kolaka. (Kasbi Manggarah, Kabid Pemberitaan Humas dan Protokoler Pemda Kolaka )

Gubernur Sultra Sepakat PT. DJL Dihentikan Sementara Waktu

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Keberadaan perusahaan sawit PT. Damai Jaya Lestari milik pengusaha nasional DL Sitorus di Kolaka sejak beberapa tahun silam nampaknya tidak pernah lepas dari masalah. Hingga berganti pemimpin daerah di Kolaka, masalah tumpang tindih lahan yang di klaim oleh sejumlah pihak belum juga terselesaikan.

Bahkan di era kepemimpinan Ahmad Safei bersama Jayadin, hal ini menjadi masalah prioritas yang segera mungkin harus terselesaikan. Setidaknya pemda Kolaka melalui pihak yang terkait telah mengeluarkan tiga kali surat teguran penghentian sementara operasional PT. DJL dilokasi yang diduga bermasalah. Ironisnya hal itu belum juga cukup ampuh untuk menghentikan aktifitas PT. DJL.

Namun dibalik itu semua Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam saat bertandang di Kolaka beberapa hari yang lalu menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil oleh pemda saat ini. Kepada awak media, Nur Alama mendukung langkah-langkah tersebut guna memberikan rasa keadilan kepada seluruh pihak, baik itu perushaan maupun masyarakat Kolaka.

“ Ini masalah yang sedikit krusial karena itu kita mesti mengembalikan dulu status tanah itu. Lalu upaya kita mengkordinasikan dengan infestor juga terus dilakukan. Penyelesaiannya memang tidak bisa cepat. Sebab terkait dengan pemerintah daerah dan juga beberapa regulasi dengan pemerintah pusat serta kepentingan masyarakat. Untuk selsaikan itu harus ada pertemuan yang terpadu,” katanya.

Terkait dengan surat teguran Pemda kepada PT. DJL, Gubernur berpendapat hal itu sudah tepat dilakukan. “ Saya kira sudah tepat tindakan pemda Kolaka kalau ada langkah untuk menghentikan setiap daerah-daerah yang bermasalah supaya diselesaikan dulu. Cuma penyelesaikannya itu perlu kesabaran. Kita dukung hal terserbut,” tegasnya.

Saat ini memang belum ada sumber yang jelas bisa memastikan seberapa luas lahan yang ada di lokasi PT. DJL dalam kondisi tumpang tindih. Namun pada dasarnya masalah ini telah digaungkan oleh kalangan pemilik lahan dari beberapa tahun lalu. Ditengah masalah yang pelik ini pihak PT.DJL nampaknya tidak terpengaruh dan tetap saja menjankan perushaannya seperti biasa. (Ab)

Kolaka Dijadikan Lumbung Kedelai Sultra, Ini Alasan Nur Alam

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Sebagai daerah penghasil terbesar pada musim panen kedelai tiap hektarnya yang mencapai 2,4 ton tentunya menjadi poin penting bagi Kabupaten Kolaka. Maka dari itu dalam kesempatan berkunjung di Kolaka, Nur Alam menekankan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara telah mempersiapkan Kabupaten Kolaka sebagai daerah lumbung penghasil kedelai.

Penegasan Nur Alam itu disampaikan dalam acara peresmian tanam kedelai yang dimana Kolaka dipercayakan menjadi tuan rumah.

Saat dicecar awak media terkait dipilihnya Kolaka sebagai Lumbung kedelai Sulawesi Tenggara, Nur Alam menjelaskan sejumlah alasannya. Diantaranya dari segi kesiapan dan militansi petani, Kolaka berada diatas daerah lain yang ada di Sulawesi Tenggara.

“Kolaka memiliki potensi untuk tanam kedelai yang cukup bagus dan sudah siap. Kemudian petaninya juga memiliki militansi yang sangat tinggi dan sudah terbukti untuk komuniti yang lain. Karean Sultra kita ini cukup luas makanya Kolaka kita persiapkan dijadikan lumbung penghasil kedelai untuk Sulawesi Tenggara,” katanya, Sabtu (06/09/2014).

Dia juga menambahkan Kabupaten Kolaka juga dipersiapkan menjadi lumbung kedelai untuk wilayah Sulawesi Tenggara. “Karean Sultra kita ini cukup luas makanya Kolaka kita persiapkan dijadikan lumbung penghasil kedelai untuk Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Keberadaan Nur Alam di Kolaka didampingi Komandan Korem 143/Haluoleo, Kolonel ARH Andi Sumangerukka. Sebab dalam ketahanan pangan TNI dilibatkan dalam fungsi pengawasan.

“Karena permintaan pasar yang sangat besar, produksi dalam negeri kita hanya mampu memenuhi 40 persen kebutuhan nasional. Nah 60 persenya itu harus ambil dari luar. Kenapa tidak kita kembangkan sendiri dan memang lahan kita masih sangat cukup luas,” tambahnya.

Secara terpisah, Bupati Kolaka, Ahmad Safei yang ditemui mengatakan pemda Kolaka telah siap menjadi penghasil kedelai terbesar di Sulawesi Tenggara. “ Ini baru awalan masih banyak lagi lahan yang akan kita kembangkan dan pastinya kita siap menjadi daerah penghasil kedelai di Sulawesi Tenggara,” ucap Ahmad Safei.

Di Kolaka dalam setiap panen kedelai mampu menghasilkan 2,4 ton dalam satu hektar. Sementara target nasional hanya 1,6 ton. Dari pertimbangan itulah Gubernur Sulawesi Tenggara menempatkan Kabupaten Kolaka ‘diatas’ kabupaten/kota lain dari segi tanamanb kedelai. (Ab)