Upsus Siwab Hasilkan Breed Unggul Sapi Potong di Sultra

Suarakendari.com-Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. H. Muhammad Nasir, MS membuka Rapat Evaluasi Upsus Siwab Sulawesi Tenggara Tahun 2017 di D Blitz Hotel Kota Kendari. Rapat evaluasi berlangsung selama 2 hari dari tanggal 29-30 November 2017, dihadiri sebanyak 30 orang peserta terdiri dari unsur Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, BBIB Singosari, BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara, Balai Karantina Pertanian, UPTD Perbibitan dan Pakan Ternak Sulawesi Tenggara, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten/Kota yang terlibat dalam pelaksanaan program Upsus Siwab.
Dihadapan para peserta rapat evaluasi, Ir. H. Muhammad Nasir, MS menegaskan bahwa setiap program perlu dievaluasi, termasuk Upsus Siwab. Melalui evaluasi kita dapat mengetahui progress yang dicapai, masalah dan tindak lanjut penyelesaian masalah. Lebih lanjut Ir. Muhammad Nasir, MS berpesan dalam mengakhiri tahun anggaran 2017 jangan memaksakan pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan perlu hati-hati karena ada audit. Kerjakan apa yang bisa dilakukan untuk percepatan penyerapan anggaran. Pada bagian akhir sambutannya Ir. H. Muhammad Nasir, MS mengajak perlunya keterpaduan antara lembaga dan keterpaduan internal lembaga dalam melaksanakan program Upsus Siwab, hindari kerja sendiri, lakukan kerja bersama karena objeknya sama.
Evaluasi tehadap kinerja Upsus Siwab di Sulawesi Tenggara 1 Januari sampai dengan 26 November 2017 diperoleh informasi bahwa target inseminasi buatan (IB) sebanyak 11.495 akseptor, realisasi baru mencapai 6.340 akseptor (55,52%). Target kebuntingan sebanyak 24.557 ekor, relisasi baru mencapai 16.637 ekor (67,7%). Hal ini berarti bahwa realisasi inseminasi buatan dan realisasi kebuntingan masih berada dibawah target yang telah direncanakan, sehingga sisa waktu yang tersedia sekitar 1 bulan perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengejar target.
Pada rapat evaluasi tersebut terungkap berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Upsus Siwab di Sulawesi Tenggara antara lain : terbatasnya jumlah kontainer depo dan kontainer lapangan, terdapat petugas inseminasi buatan tidak aktif melaksanakan tugas, sistem pemeliharaan ternak sapi sebagian besar ekstensif, terdapat beberapa ternak sapi yang telah disinkron tidak dilanjuti dengan inseminasi buatan, peternak kurang aktif melaporkan kebuntingan dan kelahiran ternaknya. Dari berbagai permasalahan tersebut telah ditindaklanjuti sesuai dengan tingkatannya.
Program Upsus Siwab di Sulawesi Tenggara telah memperlihatkan hasil nyata yang sangat menakjubkan di lapangan dengan lahirnya pedet berbagai breed ternak sapi dari hasil inseminasi buatan. Diantara breed yang lahir saat ini adalah breed Limba (Limousine Bali), Simba (Simental Bali), Bramba (Brahman Bali) Omba (Ongol Bali), Baba (Bali Bali) Fahba (FH Bali) Keseluruhan keragaman mutu genetic tersebut diprediksi akan menjadi kekuatan dalam perbaikan mutu genetic generasi berikutnya.
Sejak digulirkan Upsus Siwab awal tahun 2017 persepsi masyarakat terhadap pengembangan teknologi inseminasi buatan mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Beberapa kawasan pelaksana program Upsus Siwab lebih responsif terhadap inseminasi buatan dibanding kawin alam. dengan alasan hasil IB memliki bobot lahir yang tinggi, pertumbuhan yang cepat dan harga jual yang jauh lebih tinggi dibanding hasil kawin alam pada umur yang sama. Munculnya kawasan yang memperlihatkan keberhasilan kelahiran inseminasi buatan diestimasi akan memicu permintaan teknologi inseminasi yang lebih besar dimasa mendatang, sehingga performans turunan sapi lokal akan menjadi kekuatan baru dalam melipatgandakan produksi daging di Sulawesi Tenggara dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ir. muhammad Rusman, MP selaku penanggungjawab Pelaksanaan program Upsus Siwab Tahun 2017 sesuai penugasan dari kementerian pertanian, BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara melaksanakan supervisi dan pendampingan pada 4 kabupaten/kota yaitu kab. Konawe, kab. Muna, kab. Buton dan kota Baubau.(rusdin)

BPTP Baligbangtan Sultra Gelar Diskusi Strategi Peningkatan Produksi Jagung di Sultra

SuaraKendari- “Strategi Peningkatan Produksi Jagung di Sulawesi Tenggara” merupakan tema sentral pembahasan dalam Forum Group Discusion  yang dilaksanakan di BPTP Balitbangtan Sultra pada hari Rabu (14/11/2017).
Kegiatan FGD ini dihadiri oleh stakeholder antara lain, Dinas Pertanian Tan Pangan dan Peternakan Prov. Sultra, PT Petro Kimia Gresik, PT Pertani, Bulog, PT SHS, PT Pupuk Kaltim, UPTD Perbenihan, BPSB Prov. Sultra, UHO, Peneliti dan penyuluh.
Dalam sambutannya Kepala BPTP Balitbangtan Sultra, Ir. Muh. Asaad, M.Sc menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan Bagian dari kegiatan Analisis Kebijakan Pertanian yang bersifat antisipatif.
Selanjutnya Kepala Balai menyampaikan bahwa setiap tahun BPTP Balitbangtan Sultra, selain melakukan kajian dan diseminasi hasil pengkajian juga melakukan kegiatan kegiatan Kementan secara top down.
“ Salah satunya adalah kegiatan untuk mendukung kegiatan Strategis Pertanian, yaitu kegiatan perbenihan antara lain : perbenihan padi, jagung, kedelai, cabe, mente, kelapa, kakao dan cengkeh.
Khusus untuk pengembangan benih jagung hibrida, BPTP Balitbangtan Sultra bersama penangkar telah bisa memproduksi benih jagung hibrida, sejak tahun 2016, sehingga ke depannya untuk penyediaan benih jagung hibrida sudah bisa dikembangkan oleh pengkar di Sulawesi Tenggara.
Kegiatan pada hari ini akan menggali permasalahan pengembangan jagung di Sulawesi Tenggara. Salah satunya adalah rendahnya capaian realisasi tanam periode Asep 2017 hanya mencapai 40 ribuan ha dari target 100 an ha. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan terurai permasalahan pengembangan jagung di Sulawesi Tenggara” ungkap Kepala Balai.
Pada acara ini, materi dibawakan oleh BPTP Balitbangtan Sultra dari sisi teknis budidaya dan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sulawesi Tenggara dari sisi kebijakan pengadaan dan distribusi benih. (Ika)

Berjuang Demi Perbaikan Lingkungan Pesisir Morut

SUARA KENDARI-Saifudin (48 tahun) bukanlah orang sembarang, di desanya Ia mungkin tergolong manusia langka. Dari tiga ratusan orang warga yang berdomisili dipesisir  kecamatan Moramo Utara, boleh dikata yang peduli lingkungan pesisir dapat dihitung jari, salah satunya adalah  Saifudin.

Bapak tiga anak ini  sehari-hari bekerja sebagai nelayan tangkap dan budidaya di desanya. Kepeduliannya terhadap keberadaan terumbu karang  dan memerangi aktifitas pemboman ikan, menempatkan dirinya menjadi salah satu pejuang lingkungan di desanya.

Ia berkisah, suatu ketika Ia merasakan betapa sulitnya memperoleh ikan, padahal laut cukup dekat dari rumahnya. Kesulitan ini bukan tanpa sebab, aktifitas pemboman ikan telah menyebabkan habitat ikan rusak total. “Banyak sekali terumbu karang yang hancur akibat pemboman ikan, ini membuat kami masyarakat nelayan kesulitan karena ikan sudah tidak ada lagi yang bisa dikail,”kata Saifudin.

Ia pun berusaha memberikan nasihat pada pelaku-pelaku pembom ikan di desanya agar tidak lagi membom ikan, tapi niat baiknya tersebut justeru berbuah cibiran. “Saya dianggap sebagai   penghalang kegiatan illegal mereka,”kata Saifudin  mengenang kisah pilu itu.

Selain dikucilkan tak jarang Ia mendapat ancaman terror dari para pelaku. “Prinsip saya sepanjang niat baik untuk kebaikan bersama, maka saya pantang untuk mundur,”tegasnya.

Tak hanya memberikan nasihat, Saifudin bahkan dengan suka rela memperbaiki kembali terumbu karang yang rusak dengan merehabilitasi karang-karang buatan. Aktifitas saifudin ini sempat dianggap warga sebagai kegiatan orang gila. “Saya tidak peduli dengan cibiran orang, bekerja untuk memperbaiki lingkungan pesisir sudah menjadi tekad saya,”ungkapnya.

Dua tahun bergelut dengan perbaikan terumbu karang, warga pun menuai hasil. Dan ikan-ikan kembali berkembang biak dan warga pun senang.

Dari sanalah Saifudin diam-diam mendapat dukungan sebagian warga terutama para tokoh dan sesepuh kampong serta kepala desa. Bahkan inisiatif membentuk lembaga pengawas pesisir pun dibentuk dengan suka rela. “Alhamdulillah perjuangan saya tidak sia-sia kini banyak warga yang sudah beralih mendukung kegiatan perbaikan lingkungan pesisir,”ujar Saifudin.

Warga dan aparat desa juga membentuk kesepakatan untuk memerangi pemboman ikan, warga dengan suka rela melaporkan setiap temuan aktifitas pemboman ikan, jika perlu diteruskan ke aparat berwajib, sehingga perlahan membuat jera para pelaku.

Atas jasanya itu, kini Saifudin menjadi mitra tetap dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Konawe Selatan, sebagai ketua kelompok kerja mitra bahari. (js)

Sensasi Memancing di Rumah Bagang

SUARAKENDARI.COM-Memancing di sungai atau di laut mungkin sudah biasa, namun memancing di rumah bagang patut dicoba sebagai menjadi alternatif pilihan diwaktu liburan anda di akhir pecan. Selain bisa memilih ikan berbagai jenis sesuka hati, Anda juga menikmati ikan bakar hasil pancingan sambil terus mengulurkan kail ke laut.

Ya,inilah yang dilakukan sekelompok warga di pesisir desa, Kecamatan Laonti,  Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara yang memanfaatkan waktu liburan akhir pekan mereka dengan memancing di sebuah rumah bagang milik Sarifudin, warga nelayan setempat.

Rumah bagang sendiri berukuran 6 x 8 meter persegi, merupakan rumah panggung terbuat dari kayu yang berdiri kokoh di atas laut  dan di bagian bawah rumah disimpan berbagai jenis ikan  laut. ikan-ikan berbagai jenis dan ukuran ini disimpan dalam kolam air yang diseluruh sisinya di pasangi jaring -jaring   yang berfungsi sebagai pembatas  agar ikan tidak lari.

Memancing di bagang yang penuh ikan ini memang memiliki sensasi tersendiri bagi para pemancing, sebab di rumah bagang ini para pemancing  bisa memilih jenis dan ukuran ikan hidup yang akan dipancingnya. Cara memancing pun sedikit berbeda dimana kail harus di turunkan melalui celah lantai rumah yang terbuat dari kayu. Tak hanya itu hasil pancingan yang masih hidup dapat langsung di bakar di perapian yang sudah disiapkan pemilik bagang.

Sarifudin pemilik bagang mengaku setiap minggunya, rumah bagang miliknya selalu di kunjungi para pemancing yang berasal dari Kota Kendari. Selain menawarkan paket ikan murah memancing di rumah bagang juga terasa alami karena didukung panorama alam laut yang alam sehinggai membuat orang yang datang betah duduk berlama-lama di rumah bagang.

Perairan laut konawe selatan memang menyimpan surga ikan bagi nelayan setempat. Apalagi di sepanjang pesisir daerah kecamatan laonti belum banyak dikembangkan rumah bagang seperti milik Sarifudin tersebut. Pemerintah konawe selatan masih berusaha mengembang pemberdayaan rumah bagang  yang dapat mensejahterakan warga setempat.SK

Natasha Skin Clinic Center Hadir di Kota Kendari

SUARAKENDARI.COM, Natasha Skin Clinic Center yang merupakan clinic kecantikan terbesar yang ada di Indonesia kini hadir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). General Manager Operasional Natasha, dr. Dody Budiarso mengatakan bahwa Natasha Clinic akan segera melakukan grand opening di Lippo Plaza Kendari pada tanggal 21 November 2015.

Dikatakannya dengan hadirnya Natasha di Kota Kendari itu artinya Natasha sudah berhasil membuka cabang ke-89 dari semua cabang yang sudah tersebar di Indonesia. “Hadirnya kami di Kota Kendari melengkapi keberadaan Natasha di Sulawesi yang sudah ada sebelumnya seperti di Kota

Makassar, Manado dan Palu,” jelasnya kepada sejumlah rekan media, Jumat (20/11/2015).

Ia juga menjelaskan bahwa Natasha sendiri memiliki perbedaan dengan perawatan kulit lainnya, dimana Natasha memiliki 3 varian produk antara lain, Women Series, Man Series dan Teens Series. “Natasha paham betul bahwa kebutuhan kulit setiap orang itu berbeda, antara laki-laki dan perempuan juga para remaja sehingga kami membagi menjadi tiga,” katanya.

Dengan dibukanya clinic perawatan Natasha di Kota Kendari, beberapa promo juga diberikan kepada masyarakat khususnya bagi para pria diberikan promo diskon sebesar 50 persen yang akan berlaku setiap hari Rabu sampai bulan Desember 2015.

“Kami sadar kalau pria itu untuk melakukan perawatan kesadarannya masih kurang dibandingkan wanita, sehingga kami memberikan diskon khusus pria agar mau melakukan perawatan, tapi kami juga tetap memberikan diskon lainnya bagi pelanggan wanita berupa diskon perawatan sebesar 25 persen serta diskon 15 persen untuk pembelian krim yang akan berlaku sejak tanggal 21 hingga 20 Desember mendatang,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihak Natasha juga akan memberikan kelipatan diskon jika pelanggan yang bersangkutan memiliki mandiri fiesta point sebesar 30 persen jika mandiri fiesta pointnya cukup.

Desain ruangan Natasha juga dilengkapi dengan peralatan yang serba canggih dan mengikuti kemajuan teknologi yang ada saat ini, sehingga bagi para calon custumer tidak perlu khawatir, mulai dari perawatan wajah hingga perawatan rambut akan dilakukan sedemikian rupa dengan konsultasi bersama dokter kecantikan yang juga dibantu oleh tenaga pendamping. (LINA)

Sidak, Bupati Konsel Minta areal Rumah Sakit Diperluas

SUARAKENDARI.COM-Semangat untuk terus melakukan pembenahan birokrasi dan pelayanan publik yang prima intens dilakukan oleh  H Irawan Laliasa 

Di masa jabatannya Pj Bupati Konawe Selatan. Dan hal rutin yang menjadi gerakannya adalah dengan melakukan Inspeksi secara mendadak. Kemarin, pucuk pimpinan tertinggi di pemerintahan di Konsel ini melakukan Inspeksi atau kunjungan ke Badan Layanan 

Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Konawe Selatan guna melihat langsung pelayanan publik dan kondisi fasilitas terhadap 
instansi yang menjadi sarana paling vital terkait dengan pelayanan terhadap masyarakat. 

Dalam kunjungan yang terkesan mendadak itu, Bupati melihat langsung pelayanan yang dilakukan oleh dokter dan paramedis bagi warga Konsel yang menjadi pasien di rumah sakit itu dengan mengecek semua fasilitas pelayanan baik untuk pasien maupun dengan gedung pelayanan administrasi di rumah sakit yang dikomandoi oleh Dr Boni Lambang Pramana tersebut.” Bagi saya sektor kesehatan itu adalah hal yang paling utama terkait dengan pelayanan kepada masyarakat, makanya tolak ukur keberhasilan kita itu titik beratnya di sektor ini (kesehatan) baru kemudian pendidikan dan berturut-turut hal lainnya,” ungkapnya.

Pasca melakukan inspeksi tersebut, tidak ada raut wajah atau mimik yang tegak dari pria yang juga Ketua Kwartir Daerah 

Gerakan Pramuka Sultra ini. Bupati terlihat sumringah. Ia cukup puas melihat pelayanan dan penanganan yang profesional dari dokter dan paramedis maupun dengan melihat fasilitas infrastruktur di instansi plat merah tersebut. ” Penataan ruangan cukup baik termasuk penanganan pasien. Rumah sakit juga terlihat bersih,” katanya.

Selain melihat pelayanan dan fasilitas infrastruktur yang sudah beroperasi, Bupati juga meninjau pembangunan gedung baru VIP rumah sakit dan juga fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang masih berlangsung dan diperkirakan sudah bisa digunakan medio Oktober mendatang. ” Mudah-mudahan bisa selesai sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan agar bisa digunakan bagi warga masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.

Kendati demikian, Bupati merasa fasilitas gedung dan infrastruktur penunjang yang ada saat ini masih kurang mengingat jumlah penduduk di Konsel saat ini yang berada diangka lebih dari 250 ribu jiwa tidak akan mampu ditampung dengan fasilitas yang ada sekarang. ” Kita berupaya selain dengan meningkatkan status sejumlah Puskesmas juga menjadi BLUD kita akan menambah luasan areal rumah sakit hingga 8 hektar agar nantinya akan dibangun lagi gedung dan fasilitas medis tambahan sebagai penunjang fungsi rumah sakit yang ada saat ini,” tambahnya.

Hal itu senada dengan yang diungkapkan oleh Direktur BLUD Rumah sakit Konsel Dr Boni Lambang Pramana, bahwa, instansi yang dipimpinnya itu bercita-cita agar menjadi rumah sakit yang terbaik dalam hal pelayanan dan fasilitas dari rumah sakit yang ada di Sulawei Tenggara. ” Luasan areal Rumah sakit yang ada saat ini baru sekitar 4,5 hektar. Secara otomatis memang harus ada perluasan areal lahan, dan pak Bupati mendukung hal tersebut agar ada gedung baru dan fasilitas lainnya,” terangnya. 

Pria yang juga masih menjabat Kadis Kesehatan Konsel ini menambahkan, pembangunan gedung baru yang ada saat ini dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dari kementerian  kesehatan agar nantinya rumah sakit Konsel akan menjadi rujukan dalam hal pelayanan dan fasilitas  infrastruktur dari kabupaten dan kota yang ada di Sultra. ” Untuk gedung baru VIP dan IGD semua peralatannya berstatus A atau yang paling baik kualitasnya sesuai dengan petunjuk kementerian,” tukasnya.

Disela melaksanakan inspeksi Bupati sempat melakukan medical check up ringan dengan cara memeriksakan tekanan darahnya yang diikuti oleh sejumlah kepala SKPD yang ikut dalam rombongan inspeksi itu.(humas Konsel)

Maxcell Manjakan Customer Melalui Undian Berhadiah

-Maxcell Depo Tekhnik dan Bangunan

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Sebagai supermarket bahan bangunan terbesar di Sultra, Maxcel depo tekhnik dan bangunan terus berinovasi, untuk memanjakan pelanggannya atau customer melalui undian berhadiah, dengan ketentuan bagi mereka yang berbekanja minimal Rp 500 ribu, akan mendapatkan satu kupon undian berhadiah dan berlaku untuk kelipatan.

Jika customer yang berbelanja produk sponsor utama akan mendapatkan tambahan satu kupon undian. Promo undian berhadiah tahap pertama periode Januari sampai dengan Juni 2015 sudah diundi pada 11 Juli 2015 lalu, yang dilaksanakan di toko Maxcell yang disaksikan pihak dinas sosial, kepolisian dan pihak notaris serta pelanggan yang berkunjung ke depo tekhnik dan bangunan tersebut.

Marketing Maxcell Depo tekhnik dan Bangunan Kendari, Yayu mengatakan, untuk periode kedua yang sedang berlangsung akan diundi pada bulan Januari 2016 mendatang. Adapun hadiah menearik yang disiapkan dalam event tersebut berupa dua unit sepeda motor, barang barang elektronik, uang tunai serta voucher belanja.

“Melalui promo undian ini customer akan semakin berantusias dalam berbelanja kebutuhan bangunannya,” katanya, Senin (7/9).

Ditambahkan, maxcell merupakan pelopor pertama dan satu-satunya supermarket bahan bangunan yang memperkenalkan cara berbelanja dengan konsep one stop shopping dan modern retal, dimana orang dapat berbelanja segala kebutuhan bahan bangunan dan perlengkapan penunjang lainnya dalam satu atap, lengkap, nyaman dan harga relatif kompetitif dengan kualitas terjamin.

“Tumbuh dan berkembang di masyarakat dengan slogan ‘Maksimum in services excellent in product’, menjadikan kami semakin dekat dengan para konsumen yang mengutamakan kenyamanan berbelanja perlengkapan bahan bangunan,” ujarnya, Senin (7/9).

Selain promo menarik, berbagai servis lainnya seperti parkir gratis (free parking), menambah kenyamanan dan keamanan konsumen dalam berbelanja hingga free delivery bagi member dan non member dengan keterntuan tertentu. Seiring dengan tujuan untuk memberikan service yang excellent kepada pelanggan, pihak Marcell menyiapkan kurang lebih 100 karyawan operasional penjualan yang handal, dan telah mengikuti proses training product knowledge, sehingga akan memudahkan para pelanggan yang datang ke showroom.

Dengan semakin berkembang dan meluasnya pangsa pasar maxcell Depo Teknik dan Bangunan, maka perusahaan yang bergerak di pengadaan bahan bangunan tersebut, senantiasa meluaskan outlet atau cabang yang akan didirikan di daerah atau kabupaten luar Kota Kendari. Dengan harapan Maxcell akan senantiasa tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan pelanggannya. (adv)

Hotel Clarion Kendari Raih IQ Award Tahun 2015

-Dianugerahi Dua Kategori Sekaligus

SUARAKENDARI.COM-Sebagai bukti eksistensi ditengah kelesuan Perekonomian Indonesia, Grand Clarion Hotel and Convention Kendari dianugrahi penghargaan Indonesia Qualiti (IQ) Award tahun 2015. Tak tanggung-tanggung hotel termegah di bumi anoa ini meraih dua kategori sekaligus dalam setahun, sebelumnya Clarion berhasil meraih award tersebut untuk kategori the best favorite pada Juni lalu, kemudian di bulan Agustus ini hotel itu kembali mendapatkan penghargaan yang sama untuk kategori the best quality service and comfortable atau hotel terbaik dibidang pelayanan dan kenyamanan.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Venna Management , dan Indonesia Development Achievement foundation (IDAF) kepada perusahan atau figure yang berprestasi, dalam meningkatkan kinerja serta telah berperan besar bagi pengembangan bisnis, dan pembangunan perekonomian nasional yang layak menjadi panutan di tengah masyarakat.
Financial Controller Grand Calrion Hotel Kendari, Sony mengungkapkan, berdasarkan penilaian Venna management Clarion Kendari menjadi satu-satunya peraih penghargaan tersebut untuk ditahun 2015 ini, pemberian penghargaan itu dipilih secara acak dari sebagian besar customer hotel.
“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada tamu hotel, yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami untuk keperluan penginapan dan even-eventnya, kedepan kami akan terus menjaga dan meningkatkan pelayanan untuk kenyamanan pengunjung,” ujarnya, akhir pekan lalu.
GM Grand Clarion Hotel and Convention Kendari, Irvan Kurnia kepada awak Media Kendari mengungkapkan, penghargaan yang kedua tersebut merupakan motivasi bagi management dan karyawan hotel, untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung, dan inovasi serta perbaikan sarana dan prasarana.
“Tantangan kedepannya yakni bagaimana bisa menjadi lebih baik lagi. Pada dasarnya basicnya ada di SDM yang dapat dilakukan melalui traning terhadap staf dari semua departemen, hal ini juga akan menjadi sebuah cerita tersendiri di daerah lain-lain, bahwa di Kendari ada sebuah hotel yang pelayanannya sudah sesuai dengan standar international,” ungkapnya. (Zka)

2015 Kolaka Tetap Buka Lowongan CPNS

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kolaka, Ruhaedin kepada awak media menjelaskan bahwa untuk tahun 2015, Kabupaten Kolaka tetap berupaya membuka pendaftaran calon pagawai negeri sipil atau CPNSD. Pasalnya Kolaka masih sangat membutuhkan sejumlah tenaga profesional dibidangnya, seperti tenaga guru, kesehatan dan akutansi.

Penegasan dari kepala BKD ini sekaligus untuk menjawab sejumlah pertanyaan pihak luar terkait rencana Presiden Jokowi yang akan melakukan moratorium penerimaan CPNS selama 5 tahun, terhitung sejak tahun 2015 mendatang.

“Jadi memang rencananya kita akan membuka lowongan penerimaan PNS pada tahun 2015 mendatang. Masalah bulannya kita belum bisa pastikan. Untuk formasi kita coba tiga dulu yaitu formasi guru, tenaga kesehatan dan akutansi,” katanya.

Lebih jauh lagi Ruhaedin menegaskan ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan khusus kenapa tiga formasi tersebut menjadi prioritas utama. Dan kenapa pula harus ada lowongan CPNS ditahun 2015 kendati Presiden Jokowi merencanakan moratorium penerimaan CPNS.

“Tiga jurusan itu sangat mendesak sebab di Kolaka masih banyak daerah yang terpencil. Makanya kita butuh guru dan tenaga kesehatan. Kalau masalah jurusan akutansi memang juga perlu. Pokoknya semua sesuai dengan kebutuhan. Nah terkait moratorium, kan belum ada aturan yang keluar,” tambahnya.

Ruhaedin juga menegaskan hal tersebut akan tetap dikordinasikan dengan pemerintah pusat. Sebab pandangannya masih ada sejumlah daerah di Indonesia yang memang masih membutuhkan PNS. Termasuk Kolaka pasca pemekaran Kolaka Timur.

“Kalau memang nantinya tidak bisa kami juga pasti tidak akan memaksakan hal itu. Namun juga tidak salah kalau tahun depan kita coba ajukan di pusat. Dan pada akhirnya nanti tetap tidak bisa terpaksa untuk memenuhi tenaga medis dan guru di daerah terpencil akan kita berdayakan PNS yang sudah ada di Kolaka,” tutupnya.(ab)

Kolaka Raih Penghargaan Indeks Tata Kelola Pemerintahan Terbaik di Indonesia

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM-Pemerintah Kabupaten Kolaka patut berbangga mendapatkan penghargaan tingkat nasional berupa Indeks Tata Kelola Pemerintahan terbaik bersama 34 daerah kabupaten/ kota di Indonesia.

Penghargaan ini diberikan oleh Partnership, organisasi multi pihak proyek dari UNDP (United Nations Development Program) bekerjasama dengan Kemendagri. Penghargaan telah diberikan pada 14 Oktober 2014, oleh Direktur Eksekutif Partnership.

Partnership mengambil 34 kabupaten/kota sebagai wilayah pilot. Yang dilihat adalah implementasi prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, yaitu partisipasi, transparansi, keadilan, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas.

Tata kelola pemerintahan Kabupaten Kolaka memperoleh nilai rata-rata 4,52. Sementara nilai rata-rata 34 kabupaten/kota adalah 4,9. YOS