ABG asal Lalonggasumeeto Tewas Dikeroyok

0

SUARAKENDARI.COM-Duka menyelimuti kediaman keluarga Asri (42 tahun), Sabtu (17/10) pagi. Warga Desa Lalonggasu, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe , baru saja kehilangan putra ke duanya, Aswar  (20 tahun) yang tewas mengenaskan. Diduga, korban yang akrab disapa Wawan tewas setelah dikeroyok sekelompok orang di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia , Konawe. Sebuah tenda biru masih terpasang di halaman rumah duka, disesaki ratusan kerabat datang saat jenasah korban akan dimakamkan.

Pihak keluarga nampak tak mampu menahan amarah dan menuntut kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. “Kami harap kepolisian dapat segera menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan keluarga kami meninggal dunia,”demikian Muhammad Nur, kerabat korban saat ditemui di Kantor Polsek Lalonggasumeeto, Sabtu, siang .

Muhammad Nur mengaku mendengar kabar korban dikeroyok, setelah dihubungi pihak keluarga. “Kejadiaanya Jumat (16/10) malam lalu. Saat itu saya baru saja tiba dari Labengki dan saya langsung ke Puskemas Soropia tempat korban pertama kali dirawat.Saya lihat  kondisi korban mulai lemas, mungkin karena luka di bagian wajah dan belakang kepala,”ungkap Nur.

Berharap kondisi korban bisa membaik, Muhammad Nur kemudian mengantar korban Wawan pulang ke rumahnya di Lalonggasumeeto. Namun, hanya beberapa jam, kondisi Wawan mulai kritis. Pihak keluarga kemudian melarikan korban ke Rumah Sakit Dr Ismoyo Korem, namun kondisinya kian kritis dan kemudian dirujuk ke RS Bahteramas. Sayang nasib berkendak lain, setelah sempat beberapa saat dirawat, korban akhirnya menghembuskan napas terakhir Jumat dini hari di rumah sakit milik pemda Sultra tersebut.

Meninggalnya wawan sontak membuat keluarga besar marah dan mengultimatum pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan. Bahkan, saat malam meninggalnya korban, ratusan warga Lalonggasumeeto sempat berkumpul dan diduga hendak menuntut balas. Beruntung aparat kepolisian bersama TNI dan pemerintahan kecamatan serta tokoh masyarakat dapat menahan amarah warga, hingga aksi balas dendam tidak terjadi.

“Massa sempat banyak berkumpul, namun berkat koordinasi dengan pihak keluarga korban, upaya balas dendam dapat diredam,”kata Ipda Junaedi, Kapolsek Lalonggasumeeto, saat

Ilustrasi
Ilustrasi

dikonfirmasi di kantornya, Sabtu (17/10) siang. Ia mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak Polsek Soropia melakukan langkah-langkah hukum pengusutan kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Wawan.

“Benar korban adalah warga Lalonggasumeeto, namun karena kejadian kasus ini berada di wilayah hukum Polsek Poasia, maka penanganan kasusnya berada di Polsek Soropia. Namun Kami akan terus melakukan langkah koordinasi demi menciptakan suasana tetap kondusif,”kata Junaedi.

Hingga kini, aksi main hakim sendiri yang menyebabkan tewasnya Aswar alias Wawan masih simpang siur. “Kami juga masih belum jelas penyebab dikeroyoknya korban hingga tewas, tapi yang pasti polisi masih terus mengusut kasus ini. Nanti coba dikonfirmasi juga ke polsek soropia,”ujar Junaedi.SK

Leave A Reply

Your email address will not be published.