Connect with us

Wisata Air Panas Kaindi Terkenal Sejak Jaman Jepang

hutan air

Uncategorized

Wisata Air Panas Kaindi Terkenal Sejak Jaman Jepang

KONSEL, SUARAKENDARI.COM-Sumber air panas di Desa Kaindi, Kecamatan Lainea. Kabupaten Konawe selatan, Sulawesi Tenggara telah dikenal sejak jaman penjajahan Jepang. Bahkan saat itu orang-orang Jepang menjadikan sumber air panas sebagai lokasi permandian sekaligus sebagai lokasi wisata.

Sumber air panas itu berada di ketinggian 50 meter dari permukaan laut.  Untuk menjangkau tempat itu, perlu melewati rute jalan setapak, setelah melalui areal perkebunan rakyat. Disarankan pula, untuk menjangkau tempat itu, Anda perlu menyewa gaet local yang siap melayani perjalanan anda.

Rerimbunan hutan jati yang banyak tumbuh di kawasan itu menjadi nilai tambah perjalanan ke kawasan itu. Namun aksi illegal loging menjadikan kawasan itu bergeser dari bentuk aslinya.

Sebelum tiba di lokasi, kita akan mendapati sebuah bangunan permanen yang sudah tak terpakai. Melihat bentuknya, tampak bangunan itu mirip bak penampungan air yang berada tepat dibibir sungai.  Bagi warga, areal itu punya cerita tersendiri. Bangunan itu adalah kolam permandian peninggalan Jepang.  Bangunan ini masih bentuk asli bikin serdadu jepang. Ukuran bangunan seluas 15 X 12 meter persegi dan letaknya dekat aliran sungai kecil yang membentang. Air sungai itu terasa hangat, terlebih pada pagi hari.

Cerita seorang warga di sana, dulunya, saat Pasukan Jepang menguasai wilayah itu, mereka sempat membuat bangunan permanen untuk menampung dua jenis air berbeda. Panas dan dingin.

Nah, air yang panas itu, disuplai dari sumber air panas yang ada di kawasan bukit hutan yang letaknya sekitar 1 KM. Sedang, air yang dingin, diambil dari sebuah sungai kecil yang mengalir sekitar 50 meter dari bak penampungan.

Ini terbukti dengan membentangnya sebuah pipa besi dari percabangan berbeda. Sayangnya, kondisi bak itu sudah tak layak pakai, selain tinggal pondasi, seluruh bangunan terutama bak air juga sudah tertimbun tanah.

Ketika jarak semakin mendekati air panas, maka hawa panas sedikit demi sedikit akan terasa. Demikian pula, bau belerang tampak menyengat hidung.

Areal tempat air panas tak begitu luas. Terletas di bawah sebuah bongkahan batu besar. Saat tiba, secara tak sengaja, wartawan koran bertemu dua mahasiswa asal Makassar yang tengah melakukan penelitian di sumber air panas itu. Dari mereka diketahui titik didik air mencapai 40 derajat celcius.

Untuk mengetes titik didih air cukup mudah, dengan menaruh beberapa butir telur ke dalam air panas itu, maka hasilnya yang diperoleh cukup menakjubkan, sekitar 10 menit telur pun matang.

Selain di Desa Kaindi, di Desa Lainea juga terdapat sumber air panas. Yang lokasi dari aral pemukiman penduduk tak seberapa jauh.

Bagi warga setempat, lokasi itu menjadi salah satu obyek wisata alternatif selain wisata laut. Selain jaraknya yang dekat –1 KM–, warga juga dengan mudah menjangkau tanpa sedikit pun dipungut bayaran.

Beberapa warga menaruh harapan agar pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberi perhatian pada lokasi itu. “Sebetulnya bila dikelola dengan maksimal, maka lokasi wisata ini bisa menarik pendapatan buat daerah,”kata Kasim, warga Desa Kaindi. (YOS)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top