Connect with us

Waspada, Kendari Dalam Bidikan Para “Pebisnis Lendir’

Metro

Waspada, Kendari Dalam Bidikan Para “Pebisnis Lendir’

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Bukan perkara baru, jika Kota Kendari menjadi surga tujuan para “pebisnis lendir”. Kejahatan perdagangan manusia di wilayah ini sudah sering terjadi dan hingga kini masih terus berlangsung. Beberapa kali polisi berhasil menggagalkan kasus di Kendari.

Sebutlah kasus penggagalan penyelundupan enam wanita berusai belasan tahun asal Kota Kendari awal tahun ini. Enam perempuan muda yang diamankan itu  mengaku tergiur dengan tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi di perantauan. Desakan ekonomi dan tidak adanya lapangan pekerjaan membuat perempuan muda itu nekat apalagi dengan iming-iming gaji tinggi. Umumnya modus mereka dengan mempekerjakan sebagai pelayan toko, tapi tiba di daerah tujuan perempuan-perempuan ini dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial.

Jalur perdagangan manusia ini umumnya ke wilayah timur di Papua. Korban diselundupkan melalui Kota Baubau dengan menumpangi kapal cepat ke Ambon, selanjutnya ke Fakfak, Jayapura.   Kapolres Kendari, AKBP Anjar Wicaksana mengingatkan agar warga waspada dan harus ada kerjasemua semua pihak mengawasi praktik-praktik perdagangan perempuan. Dan tentu saja peran keluarga untuk mengawasi dan menjaga  terjadintya btindak pidana traficking sangat besar.

Ancaman bagi perdagangan manusia termaktub dalam UU nomor 21 tahun 2007  pada pasal 2 ayat 1 tentang  pemberatasan tindak pidana perdagangan manusia junto pasal 88 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak . Ancamannya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dengan denda Rp120 juta sampai Rp 600 juta. TM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top