Connect with us

Warga Tuntut Ganti Rugi Pembersihan Lahan Transmigrasi

Uncategorized

Warga Tuntut Ganti Rugi Pembersihan Lahan Transmigrasi

RAHA-SUARA KENDARI.COM-Merasa hak hak meraka sebagai warga transmigrasi diabaikan, puluhan perwakilan  warga transmigrasi UPT I Desa Langkoroni Kecamatan Maligano, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Muna, serta Kejari Raha. Masa didampingi oleh perhimpunan pergerakan mahasiswa Sultra.

Aksi yang dikoordinir oleh Jamir ini menuntut  anggaran pembersihan lahan sebesar Rp 2,5 juta per KK serta  anggaran pembersihan lahan pekarangan sebesar Rp 750 ribu pek KK untuk 100 KK transmigrasi. Dana itu kata Jamir mestinya diberikan kepada warga transmigrasi pada saat mereka tiba di lokasi transmigrasi Langkoroni pada Desember 2011 lalu. Namun dana tersebut tak kunjung diterima oleh warga transmigrasi Langkoroni.

Bahkan kata Jamir,pemerintah dalam hal ini Dinas Nakertrans Muna seolah pilih kasih dengan warga transmigrasi di UPT II Langkoroni. Olehnya itu,puluhan warga trans UPT I Langkoroni yang datang ke kantor Nakertrans,Rabu kemarin mengikatkan pita merah di lengan kirinya sebagai salah satu bentuk perlawanan warga trans Langkoroni terhadap kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat.

Kemudian salah seorang warga trans Langkoroni yang memilih tinggal di Kota Raha ,Khusnul mengungkapkan bahwa,dia bersama enam rekannya pernah diajak oleh kepala UPT I Langkoroni ke rumah kepala UPT I. ” Pada bulan November 2012 jam 9 malam,saya didatangi Kepala UPT,dipanggil di rumah KUPT. Yang dipanggil hanya warga trans dari Jawa saja. Yang datang ketika itu saya,Piter,Nurdin. Kemudian Kepala UPT memberi uang kepada kami,katanya  uang pembersihan lahan. Saat itu Kepala UPT ngomong,karena uang pembersihan lahan belum ada,maka diberikan uang pribadi.  Begitu kayanya kepala UPT memberikan kami uang pribadi. Besarannya bervariasi,ada Rp 1 juta,rp 500 ribu, dan 1,3 juta. Tapi tidak semua warga trans dapat,”bebernya.

Tidak hanya itu,  Khusnul juga  mempertanyakan soal tutup buku dana APBN dengan kegiatan sekitar 10 rumah warga trans yang belum dibangun pada Desember 2011,saat warga trans sudah tiba di lokasi. “Saya klarifikasi bahwa kami tiba di Langkoroni tanggal 20 Desember. Bukti tiketnya masih ada,bukan tanggal 28. Saat itu saya bersama anak dan istri yang sedang mengandung terpaksa menginap di balai desa karena bangunan rumahnya belum jadi. Lalu kenapa dana pembersihan lahan lebih cepat dikembalikan. Anehnya  sementara masih ada kegiatan pembangunan rumah trans di UPT I Langkoroni ?. Saya teraksa mengungsi ke Raha karena rumah saya terendam banjir karena terlalu dekat dengan sungai besar,”papar Khusnul.

Menjawab tuntutan tersebut,Kadis Nakertrans Muna,La Ode Mohammad Syaifuddin menegaskan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan mantan Kadis Nakertrans sebelumnya,Ruslan Ibu dan La Muda Rongga serta bendahara Nakertrans,bahwa anggaran pembersihan lahan sebesar Rp 75 juta untuk 100 warga trans Langkoroni,telah dikembalikan ke kas negara,lantaran warga trans dari Jawa terlambat masuk ke Langkoroni.

“Uang tersebut sudah dikembalikan pada tanggal 20 Desember,karena untuk anggaran APBN tutup buku paling lambat tanggal 20 Desember 2011, Sementara warga trans waktu itu masuk nanti pada tanggal 28 Desember,”jelas Syaifuddin.

Tak puas dengan jawaban Kadis Nakertrans,warga trans UPT I Langkoroni kemudian melanjutkan aksinya di Kantor Kejaksaan Negeri Raha. Mereka meminta Kejari Raha mengusut adanya dugaan penyalahgunaan keuangan negara dalam kegiatan tersebut.

Kajari Raha,Chandra YW yang menerima aksi mereka menegaskan bahwa,laporan tersebut akan ditindak lanjuti dengan mengumpulkan bahan dan keterangan dari pihak-pihak terkait. “Kita akan pulbaket untuk menguji kebenaran laporan ini. Saya minta kepada semua warga trans dan elemen masyarakat yang melaporkan ini agar membantu kami dalam hal pengumpulan bukti-bukti dan keterangan terkait persoalan ini,”tegas Chandra. (TRI )

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top