Connect with us

Warga Merasa Tertipu oleh Perusahaan Sawit

Uncategorized

Warga Merasa Tertipu oleh Perusahaan Sawit

KONAWE, SUARAKENDARI.COM- Warga tiga desa di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara,yakni masing-masing Desa Mokaleleo, Desa Lalo’onaha, dan Wawosanggula menyayangkan sikap PT Saks, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak memiliki itikat baik dalam menjalin kerjasama dengan warga.

Kepala Desa Lalo’onaha, Anwar Kama saat ditemui awak media di rumahnya, Sabtu (15/2) mengatakan, PT saks yang hanya sekali melakukan sosialisasi datang dengan meyakinkan warga bahwa akan melakukan pembayaran kompensasi pada warga sebagai bentuk ganti rugi dari pembebasan lahan.

“PT. Saks hanya melakukan sosialisasi sekali saja, dan kemudian saya dengar informasi bahwa, perusahaan itu sudah melakukan pembayaran, dengan dalil yang dibayar itu adalah dana konpensasi pembebasan lahan (rawa), ternyata setelah saya ambil petanya itu bukan rawa, melainkan kebun milik masyarakat” ujar Anwar Kama.

Anwar mengungkap, sejak kehadiran PT saks di wilayah mereka, sudah menuai banyak protes dari warga, karena perusahaan terkesan memaksakan diri menguasai lahan milik warga. Kemudian dlakukan musyawarah, warga bersama perusahaan membentuk TIM, yang terdiri perwakilan dari beberapa kades, tokoh masyarakat, sebagai mediator, namun lagi – lagi tim tersebut seolah mati suri.

“Mulai dari awal, sebagian masyarakat sudah tidak setuju, dan waktu itu ertemuan mengalami kebuntuan, dan akhirnya kami dan beberapa tokoh asyarakat sepakat untuk membentuk team 15, tapi sampai sekarang hanya sekitar satu atau dua orang dari team itu yang terlibat,”jelas Anwar Kama, sambil menunjukkan peta lahan yang akan digarap perusahaan tersebut.

Johan (37), warga desa Mokaleleo mengatakan, awalnya, kehadiran perusahaan di wilayah mereka pada dasarnya di sambut baik oleh masyarakat, karena dapat mengurangi angka penganguran dan membuka lapangan pekerjaan baru.

“Sebenarnya kami sangat senang jika ada investor yang masuk di desa kami, jika ada perusahaan yang masuk pastinya akan mengurangi pengangguran di wilayah kami. Namun mereka melanggar kesepakatan jadi Kami pun bertahan” ujar Johan.

Hingga kini belum ada kesepakatan antara warga dan perusahaan. Warga mengancam melakukan tindakan keras, apabila perusahaan tetap melanjutkan proyek pembukaan lahan sawit tersebut. (MAN)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top