Warga Kota Lama Merasa Dibohongi Gubernur Sultra

SUARAKENDARI.COM, Puluhan warga kota lama, baik  yang merupakan penduduk asli Kota Kendari dan warga ketuunan tionghoa yang sudah lama bermukim di daerah tersebut, merasa dibohongi oleh Gubernur Sultra, Nur Alam.

Jefry (60) mengatakan, bahwa, gubernur telah memberikan janji palsu, yang saat itu akan maju dalam pemilihan gubernur pada tahun 2008 silam. Dimana saat itu, Nur Alam dalam kampanyenya menjanjikan kota lama  sebagai kawasan Cina Town.

“Dulu kita dijanjikan katanya mau dibuatkan Cina Town, ternyata setelah terpilih kami akan digusur, kami sudah membantu dan menjadi tim sukses pemenangannya saat itu, 96 persen Nur Alam menang diwilayah kami tapi balasannya malah penggusuran,” katanya, Senin (19/10/2015).

Ia bersama dengan warga lainnya yang menolak penggusuran tersebut mengaku sangat kecewa dengan apa yang dilakukan pemerintah saat ini, hal itu terkesan tidak memberikan kesejahteraan kepada mereka.

Mereka juga menganggap bahwa pemerintah akan mematikan sebuah situs sejarah, dimana asal mula Kota Kendari yang saat ini menjadi ibu kota Provinsi Sultra bisa bermula dari pelabuhan kota.

“Saya ini sudah lahir dan tumbuh di kota lama, saya merupakan generasi kedua dari orang tua saya yang telah lama di Kota, saya sudah enam puluh tahun, mandi di pelabuhan, bermain. Banyak sejarah dan kenangan, kenapa pemerintah begitu tega untuk mengusir kami,” ujarnya.

Jefry bersama dengan puluhan warga lainnya meminta kembali kepada Nur Alam untuk menepati janjinya, paling tidak jika tidak bisa membangun Cina Town seperti yang dijanjikan waktu itu, kami jangan digusur. (LINA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *