Connect with us

Warga Korban Banjir di Kendari Tuntut Bantuan

Metro

Warga Korban Banjir di Kendari Tuntut Bantuan

KENDARI, SUARAKENDARI. Com- Puluhan warga korban banjir di Kendari mendatangi gedung DPRD dan Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (12/2/2014). Warga menuding adanya penyalahgunaan bantuan bencana alam, dari Kementerian Sosial RI sebesar Rp 15 juta setiap kepala keluarga (KK) untuk 3000 KK. Namun faktanya di lapangan warga hanya mendapat Rp 5 juta dalam bentuk material dan jumlah penerima bantuan berkurang menjadi 50 Kepala Keluarga.

“Kami hanya menerima pasir 1 ret, triplek 5 lembar semen 8 sak dan cat tembok 4 kaleng, bahkan ada warga yang hingga kini belum menerima bantuan sama sekali, padahal rumah termasuk rusak berat saat banjir,” terang Yasni salah seorang warga korban banjir di halaman gedung DPRD Sultra.

Untuk itu, Songgo selaku koordinator aksi dari LSM Operasi dalam orasinya mendesak pihak dinas social untuk segera mengembalikan hak-hak kelompok penerima bantuan banjir dan longsor.

“ Kami meminta kepada anggota DPRD Sultra untuk segera memanggil Kepala Dinas Sosial, karena telah merugikan masyarakat kelompok penerima bantuan. Kami juga meminta Gubernur Sultra untuk mengevaluasi kinerja Kadis Sosial Sultra, “ teriak Songgo.

Pihaknya kata Songgo, akan terus mengawal proses penyelesaian kasus ini hingga ada kejelasan. Namun jika terbukti ada penyelewengan pihaknya akan meneruskan ke penegak hukum untuk diproses.

Di gedung DPRD Sultra, puluhan warga korban banjir hanya diterima Kabag Persidangan dan Humas Robert Piter Raru. Pasalnya, anggota DPRD Sultra tengah melakukan reses. Namun demikian, ia menjelaskan bahwa aspirasi para warga akan disampaikan ke pimpinan dewan untuk segera ditindaklanjuti.

Warga meninggalkan gedung DPRD Sultra, kemudian menuju ke kantor Dinas Sosial setempat. Mereka diterima langsung Kepala Dinas Sosial Sultra, Iskandar. Menurutnya, dana yang disiapkan oleh Kementerian Sosial RI sebesar Rp 750 juta yang diperuntukkan bagi 50 KK.

” Bukan Rp 11 Miliar yang benar Rp 750 juta. Dananya juga langsung ditransfer ke rekening masing-masing bukan dalam bentuk barang,” tegasnya kepada warga di depan kantor Dinas Sosial.

Iskandar menjelaskan, pihaknya juga bersedia untuk diperiksa jika memang ada indikasi korupsi dalam proses penyaluran bantuan kepada warga korban banjir.

Massa membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian dari Polres Kendari. Sebelumnya, banjir telah merendam hampir seluruh wilayah di Kota Kendari pertengahan juli tahun 2013.

Dalam peristiwa itu, ratusan rumah warga juga hanyut dan rusak berat akibat hantaman banjir. Warga yang menjadi korban banjir di Kendari terpaksa mengungsi di lokasi yang lebih aman.KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top