Walikota Kendari Dapat Gelar Mandarano Wonua Tambo Losoano Oleo

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Kerajaan laiwoi Konawe dalam upacara adat Mosehe Wonua memberikan gelar pada Wali kota Kendari Asrun dengan nama Mandarano Wonua Tambo Losoano Oleo atau Bangsawan Negeri Matahari Terbit, Ketua DPRD Abd Rasak dengan gelar Komba Tamano Laiwoi atau Kesatria Kerajaan Laiwoi dan Sekda Kota Kendari Alamsyah Lotunani dengan gelar Tebawono Kowuna Ngona’ia atau bangsawan yang bertutur kata Lembut.
Usai mendapat gelar Bangsawan, Wali Kota Kendari kemudian menandatangani Piagam Kendari dan disematkan pin oleh Eksekutif nasional Asosiasi Keraton dan Kerajaan Nusantara (Eknas AKKI) Raja Lombok Sri Lalu Gede Parmanegara Parman ke VIII, disaksikan para raja dan Sultan, Jumat (15/5/2015).
Walikota Kendari Asrun mengatakan, upacara ada suku tolaki Mosehe Wonua merupakan warisan Kerajaan Konawe di masa silam, dengan dinobatkannya kembali raja Konawe yang baru maka adat istiadat yang berlaku pada masyarakat tolaki dilestarikan kembali.
“Adat istiadat yang sangat dikenal pada masyarakat tolaki hingga saat ini adalah kalo sara, sebagai fokus kebudayaan suku tolaki dan selanjutnya diaplikasikan dalam kehidupan pendidikan, kesehatan dan kebudayaan”katanya.
Ketua panitia Upacara Agung adat Mosehe Wonua, Jamal Nas Sao-sao menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan oleh yayasan keluarga Laiwoi Konawe, sebagai bentuk apresiasi atas pelantikan raja laiwoi ke 10 yang dilakukan bulan Februari lalu dan rangkaian Hari Ulang tahun (HUT) Kota Kendari.
“Mosehe ini merupakan bentuk Apresiasi pada pemerintah kota Kendari yang telah berhasil membangun kota Kendari dari kota Kecil dan serba kekurangan dan tidak punya apa-apa dan sekarang maju dan bisa bersaing dengan daerah lain” ujarnya.
Puncak upacara Agung Adat Mosehe Wonua ditandai dengan penyembelihan kerbau putih dengan maksud penyucian agar pemerintah dan rakyatnya hidup sejahtera dan diberikan kesehatan serta dijauhkan dari bahaya dan malapetaka.
Upacara Mosehe ini di hadiri sejumlah Raja dan Sultan Nusantara yakni, Perwakilan Sultan Yogjakarta, Raja Lombok, Raja Pulau Buru, Sultan Kerajaan Bulungan, Raja Bali, perwakilan Raja Goa, Bokeo Mekongga, Raja Tiworo, Mokole kabaena, Raja Bantaeng dan Raja Ereke.(ALIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *