Connect with us

Walikota Kendari Berbagi Ilmu Raih Adipura

Metro

Walikota Kendari Berbagi Ilmu Raih Adipura

KENDARI,SUARAKENDARI.COM-Hari kedua Workshop energy Alternatif yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Wilayah VI di kota Kendari Sulawesi Tenggara, Kamis (28/8) menghadirkan Wali Kota Kendari Asrun sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya Wali Kota Kendari, berbagi ilmu tentang langkah yang ditempuh pemerintah kota Kendari meraih Adipura 5 kali berturut-turut dan Adipura Kencana tahun 2014 ini.

Diawal pemerintahannya tahun 2007 lalu, Wali Kota Kendari memulai membangun kota Kendari berdasarkan Peraturan daerah (Perda ) Kota Kendari no 10 tahun 2010 tentang visi misi kota Kendari tahun 2020.

Dalam visi kota tersebut, menyebutkan kota Kendari tahun 2020 sebagai kota dalam taman (Green City) yang bertaqwa (Spritual City), Maju, Demokratis dan Sejatera (Smart City) dan berujung pada kota layak huni (Livable City).

“Diawal pemerintahan saya 2007-2012, saya menerapkan konsep clean city dengan penanganan single media meliputi pembersihan yang melibatkan PNS , TNI dan Polri, pengelolaan sampah serta penghijauan, periode kedua menerapkan konsep clean and green city  dengan multi media” jelasnya.

Saat menerapkan konsep ini, pemerintah kota Kendari banyak mendapat penentangan dari beberapa kalangan, dan sempat menjadi batu sandungan saat mencalonkan diperiode kedua.

Namun, semua itu ditempuh karena Walikota melihat Aadipura ini memiliki kriteria yang lebih lengkap untuk mencapai visi misi kota Kendari yang telah dibuat.

“Adipura ini kriterianya lebih lengkap dibadingkan dengan penghargaan yang lain, seperti kota sehat, kota layah anak, Wahana Tata Nugraha” ujarnya.

Untuk memperoleh Adipura lanjut walikota tidak terlalu sulit, saat kota Kendari memulainya, kota Kendari merupakan kota terkotor di Sulawesi Tenggara tahun   2005, 2006 masih menjadi kota terkotor di Sultra. Bahkan dari 60 kota sedang yang dinilai kota Kendari berada pada urutan ke 56.

Namun setelah mengetahui kriterianya secara detail, kota Kendari mulai memenuhi criteria tersebut utamanya yang mempunyai poin cukup tinggi. Penyebaran tanaman, Pentaan Tempat pengolahan Akhir (TPA), Pasar dan sekolah digenjot dan tahun 2008 kota Kendari berhasil meraih piala Adipura.

“Mohon maaf kami tidak mengetahui seperti apa sertifikat Adipura, karena kita langsung dapat piala tanpa melalui piagam”kata walikota dihadapan para peserta workshop.

Tropi adipura Kencana yang di peroleh kota Kendari tahun 2014 ini, berkat inovasi yang dibuat di TPA, baik pengelolaan gas metan maupun kampong mandiri energy.

Pengelolaan TPA hingga menghasilkan gas metan kata Walikota juga melalui proses uji coba, dengan menggunakan pengetahuan yang dimiliki dinas Kebersihan. Hasilnya juga tidak mengecewakan, tahun 2013 lalu, TPA Puwatu mendapat penghargaan Air Minum dan penyehatan Lingkungan (AMPL) dari Bappenas.

“Pengelolaan TPA kami maksimalkan karena nilanya cukup tinggi dan juga merupakan inovasi, inovasi kampong mandiri juga sehingga kota kendari bisa meraih Adipura Kencana”katanya.

Walikota menambahkan selain di TPA pemanfaatan gas metan juga dilakukan di pasar PKL dan tahun ini akan dikembangkan di kawasan perumahan PNS di Baruga. Inovasi lain yang akan dikembangkan ialah pemanfaatan kawasan hutan mangrove seluas 50 hektar di sekitar Teluk Kendari.

Usai kegiatan workshop, para peserta diajak mengunjungi pasar sentral Kendari melihat pembangunan yang dilakukan pemerintah kota Kendari.

Sehari sebelumnya walikota Kendari Asrun membuka kegiatan APEKSI, dilanjutkan dengan persentase Walikota Surabaya Tri Rismaharini tentang kiat sukses membangun Surabaya yang pro lingkungan dan mendapatkan piala adipura 5 kali berturut-turut.

Kegiatan hari pertama juga di isi dengan kunjungan ke TPA Puwatu, Kampung mandiri energy dan pasar PKL.(ALIN)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top