Connect with us

Walhi Sultra Tolak Perkebunan Tebu di Sultra

Uncategorized

Walhi Sultra Tolak Perkebunan Tebu di Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Kehadiran perusahaan tebu di bumi anoa mendapat penolakan serius dari Wahana Lingkungan Hidup Sulawesi Tenggara. Pasalnya investasi perkebunan disinyalir hanya akan membawa petaka bagi lingkungan dan tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat.

Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( WALHI) Sulawesi Tenggara Kisran Makati, Selasa (24/2) di kantornya di bilangan bypass Kendari menjelaskan, niat pemerintah pusat mencanangkan Sultra sebagai salah satu lumbung produksi gula di kawasan timur Indonesia, mesti di cermati dengan hati-hati, pasalnya pemerintah selama ini sangat doyan mendatangkan sejumlah investor yang hanya mengeruk dan merampok sumber daya alam di daerah. Tidak hanya itu, berbagai dampak lingkungan ditinggalkan para investor dan membuat masyarakat menanggung segala akibatnya.

“Hal yang paling krusial adalah dampak dari konflik horizontal dan vertikal dan berujung pada kriminalisasi warga,”kata Kisran.

Kendati perusahaan melakukan konpensasi, tetapi itu merupakan bentuk pembodohan yang sistematis, karena sesungguhnya masyarakat sedang digiring untuk tidak lagi melakoni kebiasaan mereka bercocok tanam. Akhirnya yang terjadi mereka tidak lagi bisa berproduksi baik karena lahanya dikuasai sepihak oleh perusahaan maupun karena keterbatasan lahan dan akses produksi pertanian yang tidak memadai.

Kisran makati mengingatkan agar mewaspai berbagai investasi yang masuk di daerah sultra, mengingat lahan masyarakat dan kawasan hutan sudah semakin menipis sehingga investor-investor bangkrut ini harus dihentikan atau di tolak.

“Sesungguhnya mereka adalah perkebunan atau perusahaan bangkrut yang senantiasa mencari modal terhadap tanah-tanah rakyat, ya prinsipnya perusahaan itu bagaimana mereka bisa menguasai tanah untuk menjadikan modal dan merekrut tenaga kerja lokal yang murah dan kasar. Selanjutnya tanah masyarakat dijadikan agunan dibank dan setelah uangnya cair lalu mereka putar di daerah lain atau dinegara lain. Jadi jangan berharap banyak terhadap iming-iming perusahaan, pemerintah pusat, provinsi apalagi kabupaten,”urainya.

Walhi Sultra memiliki banyak pengalaman dalam melakukan advokasi di daerah ini. sejarah menunjukkan para pengusaha yang menanamkan investasinya di Konawe selatan atau umumnya di daerah sultra, mana ada yang serius, mana ada kesejahteraan, mana ada pendidikan yang memadai, yang meningkat malah kriminalitas, akibat tidak adanya pendidikan dan lapangan kerja yang selama ini dijanjikan oleh pemerintah daerah. YOS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top