Walhi Sultra Menduga PT. DJL Melakukan Praktek Perbudakan di Kebun Sawit

Suarakendari.com, KendariWalhi sultra menyoroti kasus perburuhan yang menimpa ratusan buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Damai Jaya Lestari yang beroperasi di konawe utara.

Kisran Makati, Direktur Eksekutif Walhi Sultra, menilai pihak perusahaan telah melanggar etika dan janjinya sebelum melakukan perekrutan karyawan.

Bahkan menurut Kisran diduga telah terjadi praktek perbudakan di dalam perusahaan PT. Damai Jaya Lestari pasalnya para buruh yang bekerja melampui jam kerja justru tidak mendapat uang lembur.parahnya lagi sebanyak empatratus orang buruh di perusahaan PT. Damai jaya lestari justru di PHK tanpa pesangon.

[Baca Juga : Hearing PT. DJL Diwarnai Aksi Keributan]

” inikan suatu skema atau modus dimana perusahaan melakukan cara cara perbudakan yang saya kira kelihatan sejak awal,” kata kisran makati, direktur walhi sultra.

Tenaga kerja yang datang dari NTT tersebut kata kisran, telah diminta secara resmi oleh pemerintah NTT dan pemerintah provinsi sultra melalui dinas tenaga kerja namun dalam perkembanganya pt. Damai jaya lestari justru lalai dan tidak konsisten.

[Baca Juga : Dinsos Sultra : Tidak Ada Dana untuk Korban PHK]

[Baca Juga : Dinsos Data Anak Korban PHK PT Damai Jaya Lestari]

Kisran juga menambahkan selama ini tenaga kerja yang direkrut dari luar maupun lokal hanya dijadikan sebagai pegawai harian lepas.

Walhi mendesak aparat penegak hukum  segera melakukan investigasi dilapangan terkait dugaan pelanggaran yang di lakukan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *