Walhi Sultra Bedah Kasus Pidana Lingkungan

SUARAKENDARI.COM-Selama dua hari (Selasa-Rabu, 12-13/1/2016) organisasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) melakukan bedah kasus pidana lingkungan dan konflik agraria di Sulawesi Tenggara. Puluhan elemen masyarakat, dari masyarakat adat, tokoh masyarakat, penggiat NGO, mahasiswa  hingga jurnalis ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dalam pemaparannya, Eksekutif Daerah Walhi Sultra, Kisran Makati mengungkapkan, di Sultra dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, pengelolaan SDA semakin massif utamanya sektor pertambagan (nikel dan emas) dan sektor perkebunan (sawit dan tebu). Data walhi Sultra untuk komoditas pertambangan sebanyak 498 IUP dan perkebunana masing-masing perkebunan kelapa sawit sebanyak 29 IUP, perkebunan tebu 12 IUP, kakao 1 IUP, mete 1 IUP dan perkebunan kapas 1 IUP.

Dari hasil identifikasi kasus sejumlah perusahaan baik perusahaan tambang dan perkebunan sawit telah merambah kawasan hutan, dari kawasan hutan produksi hingga kawasan hutan lindung. Selain itu, aktifitas eksploitasi telah menyebabkan kerusakan ekosistem di kawasan pesisir, hilangnya sumber air warga, terjadinya dugaan gratifikasi dan korupsi di pengelolaan SDA.

Ironisnya kondisi pengelolaan SDA ini diikuti dengan berbagai bentuk dan modus perampasan tanah warga dan aksi kekerasan terhadap petani yang dilakukan sejumlah korporasi. Dan lebih memprihatinkan lagi praktek pengelolaannya tidak diikuti dengan penertiban, penegakan hukum dan pemulihan kondisi lingkungan. “Para pemegang izin kebal hukum dan diberi ruang sangat besar untuk melakukan eksploitasi SDA secara membabi buta,”kata Kisran Makati.

Rencananya dari hasil bedah kasus pidana lingkungan tersebut akan dilaporkan ke pihak berwajib agar diambil langkah-langkah  hukum menjerat para pelaku. SK

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *