Connect with us

Walhi Gelar Diskusi Publik Menakar Kualitas Caleg Terkait Isu Lingkungan

Hukum & Kriminal

Walhi Gelar Diskusi Publik Menakar Kualitas Caleg Terkait Isu Lingkungan

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Kepemimpinan, integritas, kompetensi  dan komitmen menjadi point penting  mengukur kualitas calon legislative menjelang pemilu 2014. Hal ini mengemuka dari diskusi public bertema “Diskusi publik menakar kualitas calon anggota DPR dan menyoal agenda politik parpol yang minim  isu lingkungan”, yang diselenggarakan Walhi Sultra, Selasa di Hotel Imperial Kendari, Selasa pagi. 

Sarlan Adi Jaya, Dosen Fisip Universitas Haluoleo yang tampil sebagai salah satu pembicara dalam diskusi itu mengungkap, berdasarkan temuan Walhi tentang integritas caleg hanya ada  7 persen dari seluruh Indonesia.

“Jika terpilih maka integritas dan kualitas pemilu kita sangat rendah. Ini sangat mengkhawatirkan, dimana orang-orang yang lahir dari pemilu ini nantinya akan menyeleksi pejabat Negara, seperti MK, KPK, dakan kalau tidak punya kualitas, integritas  seperti itu maka apa jadinya negara ini. Dalam kaitan itu, Walhi harus memperkuat system presidensil. Agenda utama walhi harus tegas mendorong system presidensil. Fungsi DPRD tinggal mengawasi saja,”kata Sarlan.  

Kedua, lanjut Sarlan, fakta dimana kurang lebih 80 persen pemilih kita saat ini adalah pemilih pragmatis, dengan asumsi kuatnya sinyalemen politik uang. “Ini parah. Siapa yang harus mengajari pemilih kita untuk tidak seperti ini? KPU, Kesbang? Saya kira tidak cukup. Nah Walhi bisa ambil peran di sana, menghimbau warga untuk tidak menggunakan uang. Tugas KPU dan tugas Walhi.  Bukan hanya mengajak anggota legislative untuk peduli lingkungan, tetapi segala hal,”ujarnya.

Dalam diskusi, Walhi membeberkan hasil tracking terhadap kualitas calon legislative di level   DPR RI Sultra Pemilu 2014 yang dinilai sangat buruk.

“Setelah melakukan tracking caleg secara nasional Walhi mendapatkan temuan umum, dimana  secara keseluruhan kualitas curriculum vitae (cv) caleg DPR RI sangat buruk,  antara lain, caleg DPR tidak bersedia datanya diakses public, cv tidak mengkonfismasikan dengan baik, aspek integritas caleg pernyataan bersih dari korupsi atau transaksi mencurigakan, pelanggaran HAM, penyalahgunaan kewenangan, aspek komitmen caleg terhadap isu lingkungan atau isu-isu lainnya seperti pemberantasan korupsi, HAM, gender dsb dan aspek kompetensi caleg terhadap fungsi dan tugas sebagai wakil rakyat, aspek kualitas kepempinan caleg,”ungkap Kisran Makati, Eksekutif Daerah Walhi Sultra.

Dari hasil tracking Walhi secara nasional, caleg yang layak untuk mewakili Sultra yakni hanya La Ode Ota, dari PDI Perjuangan.

Diskusi yang digelar selama kurang lebih 5 jam itu, juga menghadirkan Hidayatullah Ketua KPUD Sultra dan puluhan aktifis LSM dan sebagian calon  anggota legislative diantaranya; Laode Ota caleg DPR RI dari , Safarullah caleg Partai Demokrat untuk DPRD Sultra serta caleg DPRD kabupaten /kota. YS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top