Connect with us

Wakil Bupati Kolaka Kecewa Hasil MTQ di Bombana

Uncategorized

Wakil Bupati Kolaka Kecewa Hasil MTQ di Bombana

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM-Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin saat menerima kafilah Kolaka, Jumat (21/3) tidak bisa menyembunyikan kekecewaan atas ulah dewan hakim yang menetapkan Kabupaten Kolaka juara kedua, meski perolehan emasnya lebih banyak dibanding juara umum, Pemkab Kolaka berencana memboikot pelaksaan MTQ tingkat Provinsi Sultra dengan tidak ikut pada MTQ kedepan.

“Tegas saya sampaikan selama saya menjadi ketua LPTQ kalau Bupati mengizinkan, saya tidak ikutkan Kolaka ikut MTQ tingkat Provinsi dua sampai tiga kali sebagai bentuk kekecewaan. Kalau perlu tidak usah kita berangkatkan 9 juara MTQ dari Kolaka ke MTQ tingkat Nasional di Riau, karena sangat menyakitkan kita, termasuk masyarakat Kolaka yang disakiti.”Kata ketua LPTQ Kolaka ini yang mendapat tepuk tangan riuh para peserta dan pejabat yang hadir.

Bahkan diawal sambutannya, Jayadin mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun”. Kata itu menurutnya bukan hanya dilafadzkan ketika ada kematian, tapi patut di ungkapkan ketika mendengar musibah. Sebagai ketua LPTQ dan Pemda Kolaka menganggap apa yang dialami Kolaka di kabupaten Bombana sebagai musibah, apalagi pihaknya sudah siapkan kemenangan sebagai juara umum, tapi ternyata diluar dugaan, Kolaka kembali terdzalimi dan inilah yang dianggap sebuah musibah.

Jayadin mengaku kecewa sebab sudah mencetak spanduk ucapan selamat datang kafilah Kolaka sebagai juara umum, karena informasi awal sudah menang yang dibuktikan dengan 9 medali emas. Secara logika di kejuaraan manapun yang terbaik adalah peserta yang mendapatkan emas terbanyak. Tapi di Bombana tidak menggunakan itu.

“Sudah dua kali Kolaka terdzalimi, Kalau di Wakatobi agak kasar, tapi di Bombana agak halus dengan cara mencarikan hitungan supaya kalah. Apapun bentuknya, emas tidak bisa di campur dengan perak, karena dimanapun termasuk internasional yang ditentukan emas. Biar mereka campur dengan emas Bombana tidak akan sama.”Tegasnya.

Jika begini kondisinya kedepan tidak usah mencari emas, cukup perak sebanyak-banyaknya supaya bisa menjadi pemenang. Kedepan ada peserta yang tidak mendapat emas tapi juara umum karena mengumpulkan banyak perak.

Jayadin menilai dengan 9 emas yang diraih Kolaka dan 7 emas Bombana yang kemudian keluar sebagai juara umum adalah sebuah ketidak wajaran terjadi, bahkan masyarakat Bomabana saja tidak menyangka itu terjadi, apalagi kabupaten lain, khususnya Kolaka, sehingga memilih meninggalkan arena MTQ sebelum selesai acara karena tidak ada gunanya bersama dengan mereka.

Dia heran urusan agama diatur-atur bagaimana bangsa dan daerah ini akan maju. Ini semua bakal menjadi bahan tertawaan agama lain yang beranggapan bahwa seperti inilah Islam, syiar Islam saja diakal-akali apalagi yang lainnya.

“Perolehan medali sudah sesuai target yakni 9 emas. Saya anggap kafilah Kolaka tetap juara umum.”Kata Jayadin. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top