Wah, Gara-gara Penyakit Ini Warga Baubau Ramai-ramai Minum Obat

SUARAKENDARI.COM-Minum obat bagi seseorang mungkin biasa, tapi gimana kalau minumnya secara massal alias ramai-ramai? Inilah yang dilakukan warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara yang melakukan aksi minum obat secara bersama-sama. Kegiatan minum obat massal ini merupakan gerakan dari program Pemerintah Kota Baubau mencanangkan minum obat secara massal dalam upaya mengantisipasi dan mengeliminasi penyakit `filariasis` atau kaki gajah, yang digelar di pelataran Kantor Dinas Kesehatan Kota Baubau.

Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Edy Natsir mengaku gerakan minum obat massal itu bukan berarti Kota Baubau masuk pada wilayah endemis penyakit kaki gajah, tetapi merupakan sosialisasi dunia termasuk Indonesia, khususnya di Kota Baubau.

“Gerakan ini untuk mencegah merebaknya penyakit tersebut karena Kota Baubau punya keinginan yang kuat mengeliminasi kasus penyakit,” ujar Edy.

Dinas Kesehatan menilai, timbulnya penyakit kaki gajah itu disebabkan cacing filaria yang masuk ke tubuh manusia kemudian mencari kelenjar dan menyumbat benih limpah, sehingga terjadi pembengkakan pada kaki.

Di Kota Baubau sendiri, awalnya ditemukan dua kasus penyakit kaki gajah di Kelurahan Lowu-lowu tahun 2005, sehingga adanya kasus tersebut itu tim peneliti Kementrian Kesehatan melakukan Survei Darah Jari (SDJ).

Nah, dari hasil survei itulah Kota Baubau diharuskan melakukan pencanangan dan antisipasi sebelum terjadinya penularan yang akan terus bertambah, karena penyakit kaki gajah ini bisa menularkan penyakit melalui gigitan dari berbagai jenis nyamuk. “Berbeda kalau demam berdarah hanya satu jenis nyamuk Aides Agepty saja, tapi sumber penyakit kaki gajah ini dari banyak jenis nyamuk. Maka itu kita tidak mau ada penyakit ini di Kota Baubau,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi tumbuhnya penyakit tersebut, dinas membagikan obat pada warga. Adapun jenis obat yang diberikan merupakan obat cacing biasa yang sering diminum anak-anak pada enam bulan sekali di usia enam tahun. “Para ahli di dunia menyarankan agar obat cacing sebagai penangkal penyakit kaki gajah tersebut cukup diminum sekali setahun selama lima tahun berturut-turut, sehingga kalau sampai tahun 2020 maka Baubau bisa akan bebas dari penyakit itu,”ujarnya.

Pemerintah Baubau mengharapkan semua masyarakat bisa meminum obat tersebut demi mengantispasi merebaknya penyakit yang berkategori cukup berbahaya tersebut.AN/SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *