Connect with us

Upsus Siwab Hasilkan Breed Unggul Sapi Potong di Sultra

Advertorial

Upsus Siwab Hasilkan Breed Unggul Sapi Potong di Sultra

Upsus Siwab Hasilkan Breed Unggul Sapi Potong di Sultra

Suarakendari.com-Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. H. Muhammad Nasir, MS membuka Rapat Evaluasi Upsus Siwab Sulawesi Tenggara Tahun 2017 di D Blitz Hotel Kota Kendari. Rapat evaluasi berlangsung selama 2 hari dari tanggal 29-30 November 2017, dihadiri sebanyak 30 orang peserta terdiri dari unsur Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, BBIB Singosari, BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara, Balai Karantina Pertanian, UPTD Perbibitan dan Pakan Ternak Sulawesi Tenggara, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten/Kota yang terlibat dalam pelaksanaan program Upsus Siwab.
Dihadapan para peserta rapat evaluasi, Ir. H. Muhammad Nasir, MS menegaskan bahwa setiap program perlu dievaluasi, termasuk Upsus Siwab. Melalui evaluasi kita dapat mengetahui progress yang dicapai, masalah dan tindak lanjut penyelesaian masalah. Lebih lanjut Ir. Muhammad Nasir, MS berpesan dalam mengakhiri tahun anggaran 2017 jangan memaksakan pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan perlu hati-hati karena ada audit. Kerjakan apa yang bisa dilakukan untuk percepatan penyerapan anggaran. Pada bagian akhir sambutannya Ir. H. Muhammad Nasir, MS mengajak perlunya keterpaduan antara lembaga dan keterpaduan internal lembaga dalam melaksanakan program Upsus Siwab, hindari kerja sendiri, lakukan kerja bersama karena objeknya sama.
Evaluasi tehadap kinerja Upsus Siwab di Sulawesi Tenggara 1 Januari sampai dengan 26 November 2017 diperoleh informasi bahwa target inseminasi buatan (IB) sebanyak 11.495 akseptor, realisasi baru mencapai 6.340 akseptor (55,52%). Target kebuntingan sebanyak 24.557 ekor, relisasi baru mencapai 16.637 ekor (67,7%). Hal ini berarti bahwa realisasi inseminasi buatan dan realisasi kebuntingan masih berada dibawah target yang telah direncanakan, sehingga sisa waktu yang tersedia sekitar 1 bulan perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengejar target.
Pada rapat evaluasi tersebut terungkap berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Upsus Siwab di Sulawesi Tenggara antara lain : terbatasnya jumlah kontainer depo dan kontainer lapangan, terdapat petugas inseminasi buatan tidak aktif melaksanakan tugas, sistem pemeliharaan ternak sapi sebagian besar ekstensif, terdapat beberapa ternak sapi yang telah disinkron tidak dilanjuti dengan inseminasi buatan, peternak kurang aktif melaporkan kebuntingan dan kelahiran ternaknya. Dari berbagai permasalahan tersebut telah ditindaklanjuti sesuai dengan tingkatannya.
Program Upsus Siwab di Sulawesi Tenggara telah memperlihatkan hasil nyata yang sangat menakjubkan di lapangan dengan lahirnya pedet berbagai breed ternak sapi dari hasil inseminasi buatan. Diantara breed yang lahir saat ini adalah breed Limba (Limousine Bali), Simba (Simental Bali), Bramba (Brahman Bali) Omba (Ongol Bali), Baba (Bali Bali) Fahba (FH Bali) Keseluruhan keragaman mutu genetic tersebut diprediksi akan menjadi kekuatan dalam perbaikan mutu genetic generasi berikutnya.
Sejak digulirkan Upsus Siwab awal tahun 2017 persepsi masyarakat terhadap pengembangan teknologi inseminasi buatan mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Beberapa kawasan pelaksana program Upsus Siwab lebih responsif terhadap inseminasi buatan dibanding kawin alam. dengan alasan hasil IB memliki bobot lahir yang tinggi, pertumbuhan yang cepat dan harga jual yang jauh lebih tinggi dibanding hasil kawin alam pada umur yang sama. Munculnya kawasan yang memperlihatkan keberhasilan kelahiran inseminasi buatan diestimasi akan memicu permintaan teknologi inseminasi yang lebih besar dimasa mendatang, sehingga performans turunan sapi lokal akan menjadi kekuatan baru dalam melipatgandakan produksi daging di Sulawesi Tenggara dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ir. muhammad Rusman, MP selaku penanggungjawab Pelaksanaan program Upsus Siwab Tahun 2017 sesuai penugasan dari kementerian pertanian, BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara melaksanakan supervisi dan pendampingan pada 4 kabupaten/kota yaitu kab. Konawe, kab. Muna, kab. Buton dan kota Baubau.(rusdin)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Advertorial

To Top