Connect with us

Upah Belum Dibayar, Saksi Gerindra Kendari Lapor Polisi

Hukum & Kriminal

Upah Belum Dibayar, Saksi Gerindra Kendari Lapor Polisi

 

KENDARI, SUARAKENDARI.COM– Belasan saksi partai Gerindra Kendari akhirnya melaporkan Ketua DPC setempat ke kantor polda Sulawesi Tenggara, Selasa (6/5/2014) setelah honor mereka belum juga dibayarkan.

Para saksi partai berlambang kepala burung garuda yang bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) itu, berasal dari daerah pemilihan lima yakni Mandonga dan Puwatu di Kota Kendari. Mereka terpaksa membawa masalah ini ke penegak hukum, karena hampir sebulan usai pemilu legislatif pengurus partai belum juga membayar honor yang dijanjikan.

“ Kami sudah berusaha menghubungi pengurus PAC Mandonga dan pengurus DPC Gerindra Kota Kendari, tapi dijanji-janji terus. Belum ada niat baik dari pengurus untuk membayar honor kami sebagai saksi, jadi terpaksa kami laporkan ke polisi saja,” ungkap Radinal Gabri, salah seorang saksi di TPS Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga di polda Sultra.

Dikatakan Radinal, para saksi telah melaksanakan tugas yang dibuktikan dengan menyerahkan formulir C1 di TPS ke pengurus Partai Gerindra. “ Kalau alasan pak Maidin kami belum serahkan formulir C1 itu tidak benar, untuk apa disembunyikan itu barang tidak ada gunanya juga buat kami. Maka dari itu, kami berharap agar honor saksi segera dibayar, karena kami semua sudah laksanakan tugas” terangnya.

Di tempat yang sama, Sirajuddin salah seorang saksi di tingkat PPK Kadia dan KPU Kendari mengatakan, pihaknya hanya mendampingi para saksi untuk melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh pengurus DPC Gerindra Kendari.

“ Kami sudah coba memediasi dengan pengurus DPC agar honornya teman-teman saksi dibayar, tetapi tidak digubris. Jadi kami tempuh langkah hukum saja, supaya kita tahu sebenarnya apa yang terjadi,” jelasnya.

Tak lama berselang ketua DPC Gerindra Kendari, Maidin Abdul Syaid bersama pengurus partai mendatangi ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tempat para saksi melaporkan kasus tersebut. Mereka kemudian diterima Kepala SPKT, Sofian Modirono di dalam ruangannya.

“ Partai akan bayar honor saksi ketika hasil rekapitulasi perhitungan suara di TPS diserahkan ke kami, karena itu bukti untuk pembayaran. Bagi mereka yang belum menyerahkan, kami tidak bisa membayar honornya, jangan sampai mereka hanya mengaku saja sebagai saksi, dan jika mereka (saksi) mengaku telah menyerahkan hasil rekap, diserahkan ke siapa?” tegasnya.

Terkait laporan polisi yang dilayangkan para saksi, Maidin mengungkapkan semua orang bisa melapor, asal ada bukti yang jelas. “ Silakan dilaporkan, kita lihat proses hukumnya seperti apa nanti. Tetapi kami juga punya bukti, masih ada saksi yang belum menyerahkan formulir C1 perhitungan di TPS,” tukasnya. KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top