Connect with us

Tuding Ada Kecurangan, Massa Caleg PKS Mengamuk

Uncategorized

Tuding Ada Kecurangan, Massa Caleg PKS Mengamuk

 

Puluhan massa pendukung caleg asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kolaka  Sabtu (12/4) berunjuk rasa. Mereka mendesak petugas penyelenggara pemilu untuk membuka satu kotak suara yang ada di TPS 7 Kolakaasi karena menduga suaranya sengaja dibatalkan.

Adalah Mansyur, caleg PKS daari daerah pemilihan  1 Kolaka,  beserta puluhan pendukungnya mendatangi kantor lurah Kolakaasi tempat penyimpanan sementara kotak suara pil caleg. Mereka memaksa pihak penyelenggara pemilu untuk membuka ulang kotak suara dari TPS 7 sebab ditengarai sengaja dibatalkan oleh pihak penyelenggara.

Kontan saja, petugas panwas dan KPUD yang berada di tempat tersebut menolak membuka kotak suara tersebut. Akibatnya massa pun marah dengan memukul kaca dan jendela kantor kelurahan. Bahkan Mansyur yang memimpin unjuk rasa naik pitan dan maju kearah anggota KPUD dan panwas dan nyaris terlibat adu jotos. Beruntung sejumlah polisi dengan sigap mengamankan para penyelenggara dari amukan massa.

Suasana semakin memanas saat sebagian massa juga mendesak masuk ke kantor lurah dengan cara membawa spanduk seruan sansksi pelanggartan pilkada punya panwas yang dipasang di kantor lurah tersebut,

Warga terus mendesak agar kotak suara itu dibuka dan disaksikan oleh seluruh warga yang datang di kantor lurah itu.

Sementara saksi caleg yang ikut dalam aksi menjelaskan, bahwa saat perhitungan suara dirinya sempat keberatan namun petugas penyelenggara di tps 7. Namun  protes yang dilayangkan tidak mendapat tanggapan dari KPPS karena menganggap surat berita acara sudah ditandatangani seluruh saksi .

“Saat itu saya protes tapi tidak didengar,”kata Mauliana

Arifuddin , salah satu Komisioner KPUD Kolaka yang menemui massa menjelaskan, bahwa, kotak suara tidak bisa dibuka dan pleno harus terus dilanjutkan.

 

“Sesuai aturan kotak suara tidak bisa lagi dibuka. Dan kalau itu dilakukan masa semua caleg akan menuntut hal yang sama. Dan ini akan mengganggu tahapan,” tegas Arifuddin yang menemui warga

Dengan penjelasan komisioner tersebut , massa masih juga belum  puas.

Mereka memilih berorasi sambil menunggu keputusan. Dalam orasinya, Mansyur  caleg mengatakan apapun yang terjadi kotak suara itu tidak bisa keluar dari kantor lurah sebelum ada kejelasan.

 

Pihak keamanan yang terus berjaga pun mengarahkan perwakilan dari caleg itu untuk melaporkan masalah pelanggaran di panwas setempat. ABDI

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top