Connect with us

Triwulan Pertama 2015, Inflasi di Sultra Menurun

Bisnis

Triwulan Pertama 2015, Inflasi di Sultra Menurun

KENDARI, SUARAKENDARI.COM – Pada triwulan pertama tahun 2015 ini, perwakilan BI Sulawesi Tenggara mencatat, inflasi di Sultra mulai mengalami penurunan dan diprediksi akan terus menurun sampai periode triwulan kedua. Hal tersebut, jauh berbeda pada tahun 2014 triwulan keempat kemarin yang tercatat sebesar 8,45 persen. Untuk Kota Kendari pada periode yang sama, laju inflasi tercatat sebesar 7,40 persen.
Penurunan inflasi pada triwulan pertama 2015 tersebut dipengaruhi oleh pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Meskipun tidak dipengaruhi dengan penurunan harga bahan pokok yang terjadi di lapangan, namun IHK mencatat, secara nasional Indonesia mengalami Deflasi.
“Untuk Januari kemarin, Perwakilan BI Sultra mencatat Sulawesi Tenggara mengalami inflasi. Penyebabnya, dengan diturunkannya harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah, otomatis harga bahan pokok juga mengalami penurunan,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Harisuddin, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/2).
Terkait laju inflasi yang mengalami peningkatan pada triwulan keempat tahun 2014 kemarin, ia mengatakan, hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya laju inflasi yang terjadi di daerah salah satunya di Kota Kendari. Peningkatan tekanan inflasi itu, terutama bersumber dari komponen administered prices, dan volatile food.
“Komponen administered prices, menjadi faktor terbesar yang mendorong peningkatan pada periode tersebut disebabkan oleh kebijakan kenaikan harga BBM bersubdisi. Sementara itu, pasokan bahan makanan seperti komoditas cabai merah dan ikan laut tangkap, juga mengalami kendala seiring dengan meningkatnya curah hujan dan tingginya gelombang laut,” jelasnya.
Secara bulanan, lanjunya lagi, tingkat inflasi Sultra selama di triwulan IV 2014 tercatat mengalami laju inflasi yang lebih tinggi, dibandingkan dengan kondisi pada periode triwulan III 2014. Selama periode tersebut, tercatat mengalami inflasi sebesar 0,29% (mtm) pada bulan Oktober, 1,68% (mtm) pada bulan November dan 3,29% (mtm) pada bulan Desember.
“Sangat jelas terlihat bahwa kenaikan laju inflasi mulai terjadi di bulan November 2014, karena pada periode ini, pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, sehingga pengaruhnya juga berlajut di bulan Desember 2014. Kenaikan harga BBM bersubsidi ini telah memberikan dampak maksimal atas pembentukan tarif transportasi dan harga komoditas lainnya di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.(MIN)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top