Connect with us

Trauma Rusuh, Puluhan Ibu-Ibu Minta Perlindungan TNI

Hukum & Kriminal

Trauma Rusuh, Puluhan Ibu-Ibu Minta Perlindungan TNI

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Puluhan ibu dan anak-anak dari Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendatangi markas Komando Resort Militer (Korem)143/ Haluoleo Kendari, Senin (6/10/2014). Kedatangan mereka bukan untuk berunjukrasa, namun meminta perlindungan dari anggota TNI, menyusul serangkaian aksi kekerasan antar lorong yang menimbulkan korban jiwa dan materi.

Dihadapan Komandan Korem (Danrem) 143/Haluoleo Kendari, Kolonel Andi Sumangerukka mengaku, sangat ketakutan dan trauma jika bentrokan kembali pecah. Pasalnya, warga tidak bisa beraktivitas di luar rumah. termasuk anak-anak mereka yang hendak mengerjakan tugas sekolah.

“Bagaimana kita tidak takut pak kalau sudah terjadi kerusuhan, sembarang mereka hantam. Warungku terpaksa tutup karena orang-orang suka ambil barang jualanku, tidak aman mi kita tinggal di sana pak,” ungkap salah seorang ibu dari lorong Kodok, Kelurahan Gunung Jati saat ditemui Danrem Kendari, Senin (6/10/2014).

Seorang warga yang namanya minta dirahasiakan menjelaskan, jika aparat keamanan tidak bertindak tegas dan tebang pilih dalam menuntaskan aksi kekerasan antar warga, maka tak ada jaminan kerusuhan bisa meluas ke wilayah lainnya.

” Sudah sering mi kejadian dan korban berjatuhan masak kita mau biarkan terus terjadi. Dulu ribut antar lorong barat dan lorong timur, sekarang lorong timur menyerang warga di lorong kodok dan selalunya lorong timur yang memulai,” tuturnya sambil menangis.

Ia menuding polisi tidak profesional dalam menangani kasus kekerasan antar warga itu. Pasalnya, beberapa pelaku kekerasan tidak ditahan dengan alasan dibawah umur, sementara mereka berkeliaran melakukan aksi kerusuhan.

“Semalam ricuh lagi pak, tukang ojek ditebas dan sekarang dia masih dirawat di rumah sakit karena kritis. Polisi malah menangkap warga lorong Kodok yang tidak tau ada kejadian seperti itu,” imbuhnya.

Oleh karena itu, warga meminta perlindungan anggota TNI dengan melakukan pengamanan di wilayah mereka. ” Bukannya kami tidak percaya sama polisi, tapi kenyataan polisi hanya liat-liat saja orang bawa parang bukan ditindaki pak. Malah semalam polisi menangkap anak saya dan mengijak-injak, padahal dia belum tentu pelakunya,” tukas warga yang lain.

Danrem 143/ Haluoleo Kendari, Kolonel Andi Sumangerukka menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kapolda. Pihaknya tidak bisa langsung menangkap orang karena itu kewenangan kepolisian.

” Aspirasi ibu-ibu saya terima dan kami akan berkoordinasi dengan pak Kapolda dulu ya. kami hanya bisa membantu polisi untuk melakukan pengamanan di sana bu,” terang Danrem.

Puluhan ibu dan anak- anak kemudian membubarkan diri. Mereka lalu menuju markas polda Sultra. Kiki

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top