Connect with us

TPA Puwatu Jadi Inspirasi di Asia Pasifik

Metro

TPA Puwatu Jadi Inspirasi di Asia Pasifik

KENDARI, SUARAKENDARI-Walikota Kendari Ir Asrun M.Eng berbagi pengalaman usai melakukan persentase di Bangkok Thailan. Hasil presentase terkait pengelolaan TPA Puwatu mendapat nilai tersendiri.

Walikota kendari bercerita, persentase yang Ia bawakan tentang pengelolaan sampah di TPA Puwatu dalam Konfrensi Asia Pacific tentang sampah perkotaan mematahkan pendapat banyak kalangan tentang pemanfaatan gas metan yang mahal.

Dari persetase tersebut menyebabkan banyak Negara-negara di asia pasifik yang mengikuti konfrensi itu ingin belajar yang sudah dilakukan pemerintah kota kendari.

“Setelah kita persentasekan ini lebih praktis tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar, kan selama ini orang punya bayangan untuk bikinkan misalnya pembangkit listrik dari tenaga gas metan itu sangat mahal” katanya.

Selain pemanfaatan gas metan ide pemerintah kota kendari membuat kawasan mandiri energi dan komposter Komunal di Pasar PKL juga memberikan inspirasi pada peserta untuk membuat hal serupa dinegaranya.

Walikota menjelaskan pembuatan Komposter komunal di pasar PKL dilakukan untuk menghemat biaya transportasi dan mengurangi tumpukan sampaah yang masuk keTPA Puwatu, dari komposter ini nantinya bisa memberikan beberapa manfaat mulai dari gas metan yang bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik seperti yang sudah dilakukan di TPA Puwatu dan pembusukan sampah yang terjadi setelah gas metan hilang bisa menciptakan pupuk kompos.

“Setelah dipake energinya Kita ambil sampahnya karena sudah dipilih memang sampah organic yang kita kasi masuk berarti nantinya langsung sudah jadi kompos, jadi itu yang intinya kemarin kita benar-benar menjadi istiahnya trend setter dari seluruh kawasan Asia Pasifik” tuturnya.

Selain berbagi pengalaman walikota mengaku juga mendapat pengetahan baru dari Negara Bangladesh, di Negara itu masyarakat perkotaan yang mengelola sampah bekerjasama dengan distributor pupuk untuk memasarkan kompos yang mereka buat kedesa-desa.ALIN

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top