Connect with us

Tolak UU Pilkada, Puluhan Ibu-Ibu Datangi DPRD

Pilkada

Tolak UU Pilkada, Puluhan Ibu-Ibu Datangi DPRD

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Pemilihan kepala daerah lewat DPRD terus mendapat penolakan di daerah. Kali ini puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan dan Demokrasi wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (13/10/2014) berunjukrasa di gedung DPRD setempat.

Dengan berjalan kaki para ibu membawa pamflet dan bendera yang bertuliskan penolakan terhadap pilkada tak langsung. Namun, para ibu-ibu harus kecewa karena tak satupun anggota dewan yang berhasil ditemui.

Menurut mereka pemilihan kepala daerah melalui DPRD bakal merampas hak politik rakyat, khusus perempuan.

” Pengesahan RUU Pilkada merupakan ancaman serius bagi demokrasi di Indonesia. Karena hak-hak perempuan yang biasa disalurkan melalui Pilkada langsung akan hilang dan akan dirampas oleh anggota dewan,” ungkap Sulhani M. Pratiwi selaku koordinator aksi dalam orasinya di sekretariat DPRd Sultra.

Ia mengatakan bahwa, selama pemilihan secara langsung, pendidikan politik dan pemberdayaan perempuan semakin menguat. Hal itu ditandai dengan bermunculan perempuan yang menjadi kepala daerah, kendati harus berjuang lebih keras dari laki-laki.

” Catatan kami ada tak kurang 19 perempuan yang menjadi bupati di daerah seperti Walikota Surabaya, Bupati Kebumen, Bupati Kutai Kartanegara. Jika pilkada lewat DPRD maka kecil kemungkinan perempuan akan terpilih, karena banyak anggota DPRD laki-laki,” ujarnya.

Dikatakan Sulhani, Pilkada tak langsung menyalahi prinsif-prinsif demokrasi karena rakyat akan kehilangan kedaulatan untuk menggunakan pilihannya dalam menentukan sendiri kepala daerahnya. ” Penggunaan hak pilih anggota dewan, bersifat instruksional dari partai politik tidak berdasarkan prinsif bebas dan rahasia,” tukasnya.

Usai berorasi, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dibawah pengawalan petugas kepolisian.

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pilkada

To Top