Connect with us

TKW Asal Sultra Hilang Sejak Lima Bulan di Arab Saudi

Uncategorized

TKW Asal Sultra Hilang Sejak Lima Bulan di Arab Saudi

KONAWE, SUARAKENDARI. Com- Nasib naas harus dialami Muliartin binti Butu Bin Lowea, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Tawarolondo,Kecamatan. Wonggeduku, Konawe, Sulawesi Tenggara. Pasalnya, kontrak Muliartin sebagai TKW berakhir bulan Agustus 2013 yang lalu, namun hingga kini tak ada kabarnya.

Pihak keluargapun kehilangan kontak sejak lima bulan lalu. Meski pihak keluarga telah berkali-kali menemui sponsor yang memberangkatkan ibu empat anak tersebut, untuk menanyakan keberadaan Muliartin, namun keluarga tidak mendapatkan respon secara positif.

Azis suami korban mengaku sangat sedih atas kehilangan istrinya. Ia berharap pemerintah segera membantu pencarian keberadaan istrinya. “Saya berharap istri saya dapat ditemukan dan pulang dengan selamat,” tuturnya.

Azis menceritakan, awal pemberangkatan istrinya ke Jakarta pada tanggal 29 April 2011, Setelah tiba di Jakarta, Muliartin menelpon dan memberitahukan keberadaanya. Setibanya di Kota Taib, Arab Saudi, tiga bulan dia bekerja, pada tanggal 2 Februari 2012 istrinya menelpon bahwa dia mengirim uang sebanyak Rp.5.200.000 di nomor rekening tetangga.

“ Dan pada bulan April 2012 dia menelpon lagi menanyakan kalau uang yang dia kirim sudah diterima atau belum. Dan itu kontak terakhir dengan istriku, sampai sekarang tidak pernah lagi, kami sangat cemas apalagi kontraknya sudah usai,” ungkapnya sedih.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Kendari, Sulharni, yang menerima aduan terkait kehilangan kontak dari pihak Muliartin mengaku, akan melakukan advokasi secara nasional. Saat ini pihaknya tengah melakukan komunikasi dan koordinasi di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Akan tetapi kami dari daerah akan mempresur persoalan ini, kami mengharapkan pemerintah melindungi pekerja yang hilang kontak diluar negeri, terlebih lagi sponsor yang memberangkatkan ibu tersebut,’ tegasnya ditemui di sekretariat Solidaritas Perempuan. Ia menilai pemerintah daerah sangat kurang responsive terkait permasalahan tersebut.

“Saya berasumsi, apakah pemerintah tidak tahu atau bagaiamana, padahal di wilayah konawe merupakan daerah terbanyak buruh migran wanita di lur negeri,” paparnya. Ia mengharapakan agar pemerintah memediasi persoalan tersebut. Karena hal itu sudah merupakan kewajiban dari pemerintah untuk melindungi Tenaga kerja wanita (TKW) yang berada diluar negeri.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah maupun pusat untuk menuntaskan permasalahan tersebut. “ Muniartin memang tercatat sebagai TKI di Arab Saudi, di dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Konawe. Akan tetapi, data Muliartin tersebut telah hilang,” ungkapnya. KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top