Connect with us

Tipu Calon Bintara, Oknum Polisi Ditangkap

Metro

Tipu Calon Bintara, Oknum Polisi Ditangkap

 

KENDARI, SUARAKENDARI. COM- Seorang oknum polisi berpangkat Bintara Satu (Briptu) inisial FM ditangkap, setelah menjadi daftar pencarian orang (DPO) akibat kasus penipuan dalam penerimaan calon bintara tahun 2013 di Polda Sultra.

Briptu FM yang bertugas di Direktorat Shabara Polda Sultra menjadi buronan polisi sejak akhir tahun lalu. Ia diciduk petugas satuan Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Dit Reskrimum ) Polda Sultra, di salah satu pusat perbelanjaan di kota Kendari.

“ FM ditangkap petugas saat berada di Lippo Plaza Kendari, pada Minggu 25 Mei. Sejak ketahuan melakukan penipuan terhadap calon bintara dia tidak pernah masuk kantor, akhirnya ditetapkan menjadi DPO,” ungkap Kasub Dit PID Div Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, Rabu (28/5/2014).

Kasus penipuan ini terungkap, kata Dolfi ketika seorang calon bintara melaporkan kejadian itu kep Polda. Korban dijanjikan bisa diloloskan dalam proses seleksi calon bintara asalkan ia menyetor uang sebesar Rp 80 juta.

“ Namun saat hasil tes seleksi diumumkan korban dinyatakan tidak lolos, sementara ia sudah menyerahkan uang puluhan juta kepada FM,” terangnya.

“Pelaku dijerat perbuatan pidana penipuan dan penggelapan sebagai diatur dalam pasal 378 dan 372,” kata Dolfi.

Tak hanya itu, dalam seleksi penerimaan calon bintara tahun 2014 ini, polda Sultra juga menetapkan AL oknum polisi berpangkat perwira sebagai tersangka.

Menurut Dolfi, oknum polisi yang bertugas di Polres Kendari dengan pangkat Ipda itu dilaporkan calon bintara bernama Nurli Agani. Ia gagal menjalani tes seleksi bintara polisi wanita (Polwan), padahal telah menyerahkan uang sebesar Rp 130 juta kepada pelaku dengan jaminan ia akan lolos sebagai anggota Polwan.

“ korban dinyatakan tidak lolos karena tinggi badannya tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan,” jelasnya. Dolfi melanjutkan, AL tidak menjalani penahanan karena ia tidak melarikan diri dan telah menyerahkan kembali uang yang diterimanya dari korban.

“ kasusnya tidak sama dengan Briptu FM yang tidak dinyatakan buron, kalau AL langsung diproses dan dia menjalani pemeriksaan penyidik. Namun kasusnya tetap dilanjutkan meski ia telah mengembalikan uang korban,” tukasnya.KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top