Connect with us

Timsel Komisioner Panwas Konsel Dinilai Bermasalah

Pilkada

Timsel Komisioner Panwas Konsel Dinilai Bermasalah

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Terdapat 2 anggota timsel Konsel yang memiliki rekam jejak kepemiluan yang buruk. Berikut hasil tracking sementara Puspaham;

Walaupun tim seleksi saat ini sudah terbentuk dan bahkan bekerja. Namun keanehan tetap tak bisa hilang dari unit yang akan menyeleksi calon komisioner panwaslu kabupaten Konsel tersebut.

Berdasarkan hasil tracking sementara Puspaham Sultra, dari total 5 orang timsel terdapat 2 anggota tim seleksi panwaslu Konawe selatan diduga kuat memiliki rekam jejak kepemiluan yang buruk. Dua orang tersebut yakni berinisial ahm dan mar.

Untuk ahm, beliau merupakan mantan komisioner KPUD Konsel yang mana ditengarai ikut terlibat dalam Perkara korupsi yang dilakukan mantan bendahara KPUD konsel 2012 lalu. Kendati putusan sidang telah lewat 2 tahun silam namun bukan berarti hal ini bisa dilewatkan begitu saja. Putusan bernomor 03/pid.tipikor/2012/PN.Kdi malah pernah mendapatkan kritik pedas publik. Bentuk kritikan tersebut dilakukan melalui pengujian atau eksaminasi publik pada maret 2014 oleh LBH kendari. Menurut indikasi kami, bukan saja mantan bendahara konsel tersebut yang harus di pidana melainkan juga 5 komisioner lainnya. Hal ini dikarenakan selain diduga menerima aliran dana tersebut juga karena pasal yang di terapkan merupakan pasal yang bertindak secara bersama sama bukan sendiri atau perorangan (pasal 55 KUHP) sebagaimana yang menjerat mantan bendahara Kpud. Namun seperti kasus lainnya, hal ini malah tidak ditindak lanjuti kepolisian dan kejaksaan.

Ditambah lagi, pemilu kada yang lalu marak akan dugaan pelanggaran pemilu, hal ini bisa dilihat dari penjelasan dan pertimbangan amar putusan MK yang menyebutkan bahwa penyelenggara pemilu di Konsel dalam hal ini Kpud telah lalai membiarkan lahirnya proses pelanggaran yang terstruktur, sistematis, massif.

Olehnya itu, Secara etik-moralitas mestinya ini dijadikan pertimbangan oleh bawaslu sultra pada saat penjaringan karena hal ini sangat berkaitan erat dengan integritas, kualitas serta kompetensi penyelenggara. Dan kami juga berkeyakinan tidak terpilih kembalinya ahm sebagai komisioner periode lalu juga karena hal diatas. Dan anehnya peristiwa ini tidak juga dijadikan dasar perekrutan timsel oleh bawaslu sultra.

Selanjutnya mar, yang juga anggota timsel Konsel. Untuk kasus mar, hasil tracking Puspaham menunjukan bahwa dia secara sah dan meyakinkan pernah merusak kualitas penyelenggara pemilu di sultra. Hal ini bisa dilihat dari beberapa berita di media ketika beliau menjabat sebagai  anggota timsel bawaslu sultra namun pada saat yang sama pula mengikuti proses seleksi sebagai calon anggota KPUD sultra. Dan kejadian tersebut mendapat reaksi besar dari publik, apalagi hal itu jelas bertentangan dengan per-UU. Sehingga beliau mengundurkan diri dan akhirnya dipecat dari jabatannya sebagai anggota timsel, dan mirisnya adalah beliau lebih memilih masuk ke seleksi calon anggota KPUD SUltra, padahal beliau lebih duluan menjadi anggota timsel bawaslu dan ini juga jelas secara integritas dan moralitas penyelenggara tidak dapat dibenarkan perbuatannya karena berhubungan dengan sikap komitmen dan konsistensi sebagai satu kesatuan penyelenggara pemilu ditingkat lokal.

Melihat hal diatas, Puspaham Sultra secara sadar sebagai bagian kanalisator dan dinamisator publik di sultra, sangat menyayangkan sikap bawaslu sultra yang apatis dan  skeptis terhadap reaksi atau masukan dan juga sikap kritis publik dalam membantu mengkonstruksikan pembangunan pemilu kada di bumi anoa khususnya mengenai hal ikhwal diatas. Padahal sebelumnya kami sendiri telah mempublish berita ini di beberapa media lokal. Apalagi, peranan timsel sangat vital dalam melahirkan para komisioner panwaslu yang bersih dan berintegritas.

Dan  hal tersebut telah masuk diranah konsumtif publik dan mereka telah cakap untuk menilai mana proses yang fair dan tidak. Bawaslu mesti menjaga trust publik sebagai penyelamat pemilu.

“Beranilah bertindak benar dan jujur, kami ingin lihat itikad baik itu di inisiasi dari bawaslu sultra dan menjalar ke semua jenis dan bentuk penyelenggara pemilu, dimulai dari sekarang tentunya. Dan pastinya, kami akan terus memantau proses ini hingga akhir. Tapi sebelum itu tuntaskan dulu problem di tim seleksi nya. Dan kami harapkan bawaslu sultra mengevaluasi kembali timsel tersebut dan jika terbukti baik itu etis maupun yang lainnya, agar diberi sanksi tegas bagi mereka yang melanggar,”tegasnya.TF

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pilkada

To Top