Connect with us

Tim Seleksi Komisioner Panwas Segera Dilapor ke DKPP

Pilkada

Tim Seleksi Komisioner Panwas Segera Dilapor ke DKPP

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Hasil monitoring Puspaham Sultra menunjukan kinerja tim seleksi komisioner Panwas Sultra sarat masalah.  Timsel dinilai tidak pernah sekalipun angkat bicara soal perekrutan panwaslu di tiga kabupaten. Anehnya, hanya para komisioner Bawaslu Sultra saja yang mengumumkan. Padahal kewenangan itu masuk ke domain timsel.

“Jadi, bisa dikatakan tim seleksi ini tidak sedang bekerja serius. Sebab, kewenangannya tidak pernah dijalankan dengan ideal dan itu tertuang dalam tupoksi timsel di perbawaslu nomor 01 tahun 2010 untuk merancang dan mengumumkan segala tahapan perekrutan dimulai dari pengumuman penerimaan hingga akhir,”ujar Ahmad Iskandar Zulkarnaen, aktifis Puspaham Sultra.

Selain itu, lanjut Ahmad, tidak ada tahapan yang jelas dan terukur yang dibuat oleh tim seleksi. Segala sesuatunya bersifat sporadik alias asal-asalan. Ini bisa dilihat dari alur seleksi yang terkesan limitatif dan bermuara pada penyempitan akses informasi dan minim partisipasi. Padahal salah satu tugas timsel dari perbawaslu 01 tahun 2010 ialah menyusun tahapan penyeleksian yang jelas, terukur, dan dapat di akses publik.

“Dari dua hal diatas saja kita sudah bisa mengukur sampai sejauh mana kinerja timsel. Oleh karenanya, puspaham berkesimpulan bahwa eksistensi tim seleksi yang dibentuk oleh Bawaslu Sultra perlu untuk ditinjau ulang. Apakah itu dalam bentuk pergantian antar waktu (PAW) ataukah perekrutan tim seleksi yang baru. Sebab, hemat kami ini berimplikasi pada Kualitas masing-masing panwaslu kabupaten. Outputnya, tahapan penerimaan seleksi panwaslu bisa dimulai dari awal lagi dan atau diperpanjang masa seleksi untuk menjaring dan memperluas partisipasi publik sebanyak mungkin. Hal ini untuk menjaga proses yang benar-benar selektif dan akuntabel, dan melahirkan komisioner yang berintegritas, kompeten, profesional dan non-partisan,”urai Ahmad.
Hal diatas merupakan afirmasi publik dan sikap warning puspaham kepada bawaslu sultra. Apabila, bawaslu tetap mengakomodir timsel yang dinilai bermasalah, maka kami tak segan lagi untuk melaporkan hal ini ke lembaga satu tingkat diatasnya (Bawaslu RI).

Karena hal ini berkaitan erat dengan sikap etis bawaslu sultra, Puspaham juga akan meneruskan hasil monitoring seleksi dan tracking integritas tim seleksi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia disertai dengan bukti-bukti dugaan pelanggaran yang  dimiliki. “Dan perlu kami ingatkan, agar raja-raja kecil ini (bawaslu) dapat sesegera mungkin merespon masalah tersebut dalam waktu yang tidak lama. Karena hal ini juga bisa masuk ke ranah etik komisioner,”tegasnya.

Puspaham beserta masyarakat akan senantiasa memonitor perkembangan bawaslu dan timsel sampai pada akhir tahapan yakni selesainya pemilukada. Kami juga berkomitmen untuk selalu mendorong Bawaslu sultra agar hingga akhir periodenya dapat berjalan dengan baik dan tidak memiliki produk yang cacat. TM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pilkada

To Top