Connect with us

Tim Jaksa Periksa Kasus Logistik Pemilu

Uncategorized

Tim Jaksa Periksa Kasus Logistik Pemilu

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Tak cukup memeriksa panitia pengadaan logistik pemilu, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) juga mengecek kotak dan bilik suara yang terbuat dari kardus di KPU Kota Kendari, Rabu (29/1/2014).

Jaksa penyidik mengambil 7 sample dari 2656 kotak dan bilik suara untuk diperiksa dengan menggunakan alat sigma. Hasilnya, jaksa menemukan perbedaan spesifikasi pada kotak dan bilik suara.

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sultra bersama dengan tim pengukur dan penguji dari KPU menemukan ukuran kotak dan bilik antara 4 mm hingga 5,5 mm. Sedangkan pengujian kedap air, pihak panitia pengadaan logistik KPU hanya menguji bagian luar dengan menyiram air, namun menolak menguji bagian dalam kotak dan bilik suara tersebut.

Kepala seksi penerangan hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Sultra Baharuddin, SH. MH, mengatakan, pengujian dan pengukuran kotak dan bilik suara untuk kepentingan penyidikan dan dijadikan bahan penilaian. “Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap panitia pengadaan barang, kita tindaklanjuti pemeriksaan fisiknya. Dengan mengambil sampel kotak dan bilik suara di KPU Kota Kendari. kotak dan bilik yang sudah diukur belum mewakili secara keseluruhan, tentu kita akan mengambil sampel di daerah lain.” terangnya.

Jika ada kekurangan ukuran lanjut Baharuddin, mungkin masih dalam hal kewajaran, karena berhubungan dengan proses pengangkutan dari tempat pabrikan hingga ke KPU Kota Kendari. “Memang ada beberapa sampel yang belum sesuai dengan spesifikasi berdasarkan per KPU nomor 16 tahun 2013 yang menentukan menimal 6 mm untuk ketebalan,” tambahnya.

Sebelumnya, empat panitia pengadaan logistik pemilu 2014 di KPU Sulawesi Tenggara menjalani pemeriksaan di kantor Kejaksaan Tinggi setempat, Rabu (29/12014). Mereka diperiksa terkait dugaan penyimpangan dari proyek di Sekretariat KPU Sultra.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sultra, Tomo di Kendari, mengatakan empat orang panitia pengadaan logisti yang diperiksa tersebut dinilai mengetahui proses pelelangan dan pengadaan proyek logistik Pemilu yang tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan panitia lelang itu.

“Lima orang yang sedang dimintai keterangan oleh penyidik itu antara lain Ketua Panitia Lelang Asri, Sekretaris Panitia Agusdar dan Pemeriksa Barang Helmi dan Taufik,” terangnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top