Connect with us

Tiga Wilayah di Kendari Rawan Jelang Pemilu

Hukum & Kriminal

Tiga Wilayah di Kendari Rawan Jelang Pemilu

 

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Kepolisian Resor (Polres) Kota Kendari, sudah memetakan tiga titik rawan yang bakal diawasi secara maksimal menjelang dan saat pemilihan umum (Pemilu) pada April mendatang. Ketiganya yakni, wilayah hukum Polsek Kendari, Polsek Poasia dan Polsek Mandonga.

Wilayah rawan ini, umumnya tindak kejahatannya, masih bersifat kriminal umum. Potensi tindakan kriminal yang dilakukan di Polsek Kendari, masih seputar penganiayaan dan tindak kekerasan.

Selain pengawasan terhadap sajam, polisi juga intensif melakukan patroli jelang Pemilu di wilayah Polsek Kendari. Untuk Polsek Poasia, sejumlah TPS berdekatan dengan wilayah depan Kampus Baru Universitas Haluoleo (UHO) juga diawasi.

Wilayah ini, diketahui dari kasus-kasus sebelumnya, rawan tindakan kekerasan. Polres akan intensif mengawasi dengan melakukan kordinasi bersama anggota Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM).

“Sedangkan untuk wilayah Polsek Mandonga, kemungkinan terjadinya kecurangan pada saat pemilihan juga perlu diwaspadai,” kata Kapolres Kendari, AKBP Anjar Wicaksana SIK, Senin (3/2).

Kemungkinan kerawanan selama pemilu, menurut Anjar, sudah berupaya diantisipasi. Misalnya, kemungkinan adanya unjuk rasa di DPRD atau KPU Kota Kendari dan Propinsi. Namun, sekitar 600 personil Polres Kendari ditambah bantuan 120 personil Polda Sultra, akan maksimal melakukan pengawasan menjelang dan saat pemilu berlangsung.

Personil sebanyak ini, akan ditempatkan di seluruh TPS dan sebagian disiagakan di Polres Kendari. “Kami juga menghimbau kepada peserta pemilu, baik Caleg maupun partai calon peserta pemilu, untuk menjaga dan mengkoordinir simpatisannya dengan baik. Kalau kalah, ya terima kekalahan dengan baik dan kalau menolak hasil pemilu, tolaklah dengan cara yang baik dan tidak merugikan pihak lainnya serta tetap menjga keamanan,” kata Anjar.YS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top