Connect with us

Tiga Proyek Besar Antam Capai 68 Persen

Uncategorized

Tiga Proyek Besar Antam Capai 68 Persen

JAKARTA,SUARAKENDARI.COM- PT.Antam Tbk Unit Bisnis Pengembangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara telah memulai ‘commissioning’ dari fasilitas pelabuhan (jetty), belt conveyor dan pemurnian pabrik yang merupakan bagian dari proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa (P3FP).

“Sampai akhir Agustus 2014, Engineering, Procurement and Construction (EPC) progress P3FP secara keseluruhan sudah mencapai 68 persen,” kata Direktur Utama PT Antam Tbk, Tato Miraza dalam siaran persnya.

Menurut Tato, dimulainya commissioning beberapa fasilitas dari P3FP menunjukkan bahwa perusahaan ‘on track’ dalam penyelesaian proyek ini, diestimasi penyelesaian keseluruhan proyek itu pada akhir tahun 2015, dan didukung dengan ekspektasi peningkatan harga nikel di tahun-tahun mendatang.

“Kami yakin bahwa proyek ini akan dapat memberikan imbal hasil dan profitabilitas yang signifikan bagi perusahaan dan dengan dimulainya commissioning fasilitas pelabuhan yang baru di Pomalaa, Antam berharap proses unloading biji nikel untuk kebutuhan umpan pabrik akan berjalan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Tato juga menjelaskan, fasilitas pelabuhan Antam merupakan paket satu dari keseluruhan delapan paket P3FP dengan fasilitas pelabuhan yang baru memiliki kapasitas sampai 12.000 DWT dan unloading rate sebesar 2 x 500 ton per jam.

Selain itu, kata dia, fasilitas belt conveyor sepanjang empat kilometer yang dibangun, bertujuan untuk menggantikan kendaraan dump truck yang sebelumnya digunakan untuk sarana transportasi biji nikel dan batubara dari pelabuhan ke pabrik. “Penggunaan belt conveyor juga bertujuan untuk meningkatkan aspek keselamatan kerja dalam hal pengangkutan biji nikel dan batubara,” ujarnya.

Fasilitas belt conveyor merupakan paket dua dari keseluruhan delapan paket P3FP dan fasilitas pemurnian pabrik yang merupakan bagian dari P3FP akan meningkatkan jumlah fasilitas pemurnian menjadi dua unit dari sebelumnya satu unit. “Melalui penambahan fasilitas pemurnian ini,maka operasional pemurnian pabrik diharapkan menjadi lebih fleksibel seiring dengan peningkatan produksi feronikel,” ujar Tato.

Seiring dengan selesainya P3FP, PT Antam berharap tingkat produksi ferronikel dapat meningkat menjadi 27.000-30.000 TNi per tahun dari sebelumnya 18.000- 20.000 TNi per tahun. Penyelesaian proyek ini juga akan menurunkan tingkat biaya tunai pabrik ferronikel di Pomalaa, sehingga ke depannya, PT Antam akan menjadi salah satu produsen ferronikel dengan tingkat biaya produksi yang rendah.”.ujar Tato Miraza. (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top