Connect with us

Tidak Tandangani Ribuan Akte, Ini Alasan Ismail Lawasa

Kolaka Membangun

Tidak Tandangani Ribuan Akte, Ini Alasan Ismail Lawasa

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM- Islamil Lawasa, mantan Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kolaka, Sulawesi Tenggrara menegaskan sejumlah alasannya terkait tidak ditanda tanganinya ribuan akte kelahiran di dinas tersebut. Termasuk adanya permainan dari sejumlah staf di Dinas Catatan Sipil yang dijadikan acuan kinerja kepada Bupati Kolaka agar dirinya segera digantikan.

“Mereka lapor saya sampai ke pak Bupati yang saya tidak terima itu pembusukan bilang saya mogok kerja selama tiga hari, mengambil hak-haknya. Saya bilang apa yang saya ambil hak-haknya ini terutama itu sekertaris dan kepala bidang. Ini kan saya merasa dilecehkan. Karena dikantor itu tidak kondusif kemudian saya katanya mogok tiga hari kerja. Kalau seperti ini kita dapatkan bukan lagi penghargaan tetapi pelecehan,” kata Imail Lawasa, Selasa (11/06/2014).

Dia menambahkan masalah menolak menandatnagi akte itu dikarenakan saat aktif menjabat berkas itu tidak diserahkan kepada dirinya, melainkan disembunyikN. “Saat saya menjabat akte itu di sembunyikan. Nanti setelah saya diganti baru mereka kasi keluar itu berkas dan saya kaget kenapa jumlahnya sampai ribuan,” tambahnya.

Dirinya pun memberikan gambaran bahwa tentang Kartub tanda penduduk yang jumlahnya tidak membludak. “KTP itu tidak membludak dan tidak ada yang tertunda. Kenapa justru akte kelahiran ini yang membengkak. Ini ada permainan untuk membuat saya terlihat tidak bekerja dimata Bupati Kolaka,” cetusnya.

Ismail Lawasa juga menegaskan alasannya menolak menandatangi akte kelahiran tersebut faktor dirinya tidak dihargai sebagai pejabat. Seperti yang diberitakan sebelumnya lebih dari 2.000 akte kelahiran yang ada di Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kolaka belum ditandatangi sehingga penyalurannya tertunda. Maka dari itu masyarakat pun resak dengan hal ini sebab membutuhkan akte kelahiran anak mereka. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Kolaka Membangun

To Top