Connect with us

Tidak Diangkat Jadi Karyawan Tetap, Pekerja SPBE Kolaka Mogok

Bisnis

Tidak Diangkat Jadi Karyawan Tetap, Pekerja SPBE Kolaka Mogok

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Sedikitnya 30 karyawan Sentra Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE), Kolaka, Sulawesi Tenggara melakukan aksi mogok kerja dari pagi tadi hingga saat ini. Mereka ingin menagih janji PT. Havid Kolaka Migasindo sebagai perushaan pengelolah SPBE yang akan mengangkat seluruh pekerja menjadi karyawan tetap. Tapi hingga saat ini hal tersebut tidak terlaksana.

Salah satu pekerja yang bernama Guntur mengatakan seharusnya setelah masa kontrak selama tiga bulan, selurh pekerja dijadikan karyawan tetap dengan gaji sesuai Umk yang berlaku di Kolaka sebesar Rp.1.750.000. Namun pihak perusahaan hingga saat ini hanya mempekerjakan mereka dengan gaji Rp.900.000 per bulan tanpa ada ikatan kontrak apa pun.

“Menjalani masa trening itu sampai dengan tiga bulan kemudian masuk bulan ke empat itu kita dijanjikan kontrak atau kenaikan gaji bertahap. Gaji pertama kita itu Rp.750.000 dan dijanjikan tiap bulan akan naik Rp.100.000. Tapi hingga saat ini tidak pernah. Sampai hari ini kita juga tidak tahu apakah kita ini buruh atau apa,” kata Guntur, Kamis (03/07/2014).

Dia menambahkan aksi mogok mereka itu akan dilakukan hingga ada respon dari pihak perushaan. Karyawan lain yang bernama Muh. Hajar mengaku telah melaporkan hal ini kepihak Dinas Tenaga Kerja Kolaka. “Kami tadi sudah dating di Dinas Tenaga kerja untuk laporkan hal ini. Tetapi tidak ada tanggapan apa pun. Katanya kepala bidangnya itu sedang keluar kota,” tegasnya.

Dengan mogoknya seluruh pekerja di SPBE Kolaka, maka hamper dipastikan tidak ada aktifitas yang terjadi ditempat itu. Bahkan didepan kantor SPBE Kolaka, terlihat tiga buah truk yang memuat tabung gas 3 kilogram sedang antri. Info yang didapatkan dengan kejadian ini terpaksa manager SPBE Kolaka turun tangan untuk mengisi gas elpiji ukuran 3 kg. namun pihak perushaan tidak bersedia menemui awak media untuk member keterangan terkait aksi mogok para pekerja ditempat itu. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top