Connect with us

Guru Di Kolaka Ramai-Ramai Menolak Jadi Wali Kelas

Suara Pendidikan

Guru Di Kolaka Ramai-Ramai Menolak Jadi Wali Kelas

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Ironis, seluruh guru yang ada di SMP Negeri 1 Wundulako, Kolaka, Sulawesi Tenggara menolak menjadi wali kelas di sekolah tersebut. Alasannya mereka tidak mendapatkan honor tambahan. Padahal jika merujuk fungsi sesbenarnya, sejatinya wali kelas tidak mengharapkan hal itu.

Salah satu orang tua murid yang identitasnya enggan disebutkan demi kelancaran pendidikan anaknya mengatakan para guru yang akan menjadi wali kelas berkehendak memungut biaya Rp.10 ribu per murid setiap bulannya dengan alasan dana kesejahteraan guru. “Pasti kita tolak, mereka kan sudah dapat gaji dari pemerintah, kenapa mau pungut biaya lagi. Bukan kah ini aneh dan mereka itu guru mata duitan,” kata salah satu orang tua siswa, Kamis (25/09/2014).

Dia juga menambahkan para guru itu justru meminta bayaran lebih kepada komite sekolah. “Hal ini sudah diberitahu kepada ketau komite sekolah oleh kepala sekolah SMP Negeri 1 Wundulako bernama Bustam. Kami menolak keras. Ada-ada saja para guru ini. Mana ada aturan yang seperti itu. Setiap murid diwajibkan membayar Rp.10 ribu perbulan terus akan dibagikan kepada para wali kelas. Saya tidak terima hal ini,” tegasnya.

Secara terpisah, kepala sekolah SMP Negeri 1 Wundulako, Bustam mengakui hal tersebut. Dengan nada enteng dia mengatakan itu sifatnya tidak memaksa. “Kami tidak memaksa akan hal itu dan ini sudah disepakati oleh rapat komite sekolah. Uang itu juga untuk kesejahteraan para guru,” ucapnya secara singkat.

Sikap para guru ini ternyata menuia protes keras dari Basotang, sekertaris Dinas Pendidikan Kolaka. Kata Baso, mereka yang menolak jadi wali kelas akan diberikan sansksi yang tegas. Bahkan sampai dengan pemecatan. “Mereka itu profesinya guru. Berarti mengajar. Kalau jadi wali kelas kan perpanjangan tangan dari kepala sekolah. Jadi tidak ada itu bayaran-bayaran. Kalau mereka tetap menolak jadi wali kelas aka nada sansksi tegas, bahkan dipecat,” ancamnya dengan singkat. (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Pendidikan

To Top