Tiang Rumah Adat Laika Aha Tolaki Dipancangkan

 SUARAKENDARI.COM, Pemerintah Kabupaten Konawe terlihat serius dalam melakukan pembangunan terhadap Rumah Adat Laika Aha atau rumah raja pada zaman dahulu. Jika sebelumnya, pemerintah setempat membuat miniatur dari rumah adat tersebut, saat ini pemda ingin lebih serius dengan membuat replika dari rumah raja.

Kepala Dinas Pariwisata, Ujung Lasandara mengatakan bahwa pembangunan rumah Laika Aha telah direncanakan sebelum Perintahan Kerry Konggoasa dan Parinringi, hanya saja baru bisa direalisasikan saat ini.

“Rencana pembangunan rumah raja ini sudah jauh hari sebelumnya, tapi kami juga kesulitan mendapatkan kayu besi sebagai bahan utama dari pembangunan rumah ini,” katanya, Senin (7/12/2015).

Pemacangan tiang pertama dilakukan hari itu bersama Wakil Bupati, Parinringi yang juga didampingi oleh sejumlah SKPD dan masyarakat setempat.

Kata Ujung Lasandara, pembangunan rumah raja tersebut dibangun dengan menggunakan 90 tiang pancang dan tanpa menggunakan paku.

Sementara itu, Parinringi mengatakan bahwa pembangunan rumah Laika Aha bertujuan sebagai salah satu bukti warisan budaya dan dapat dijadikan sebagai wisata budaya. “Dengan adanya Laika Aha ini, kedepannya anak cucu kita yang tidak mengetahui bagaimana bentuk bangunan rumah raja, sudah bisa melihatnya,” katanya.

Guna mewujudkan kesempurnaan dari pembangunan rumah raja tersebut, beberapa waktu yang lalu pemda setempat berkunjung ke Belanda untuk mengetahui sejarahnya.

“Pembangunan ini kami sudah melihat bentuknya di Belanda agar tidak salah, dulu kita dijajah oleh Belanda sehingga banyak situs sejarah yang bisa kita temukan disana, kami juga bekerja sama dengan Universitas Haluoleo untuk mengkaji sejarah dari pembangunan Laika Aha ini,” terangnya.

Pembangunan Laika Aha yang juga ditempatkan di Makam Raja Lakidende tersebut dilengkapi dengan pembangunan museum mini serta mushola yang nantinya dapat dikunjungi bagi wisatawan pecinta budaya. Pemerintah sendiri menargetkan untuk segera menyelesaikan pembangunan Laika Aha dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan. (LINA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *