Connect with us

Tetap Membandel, Rumah Pejabat Disegel

Metro

Tetap Membandel, Rumah Pejabat Disegel

 

KENDARI, SUARAKENDARI– Dinilai membandel, rumah pribadi milik Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muna, Muh Yusuf disegel petugas dari dinas tata kota Kendari, Rabu (12/2/2013).

Sebelumnya akhir tahun lalu, pemerintah Kota Kendari membongkar paksa garasi rumah yang terletak di jalan Supu Yusuf, Kelurahan Kadia, Kecamatan Baruga, Kendari.

Pembongkaran rumah tersebut karena dianggap telah melanggar sempadan jalan. Padahal, Yusuf berjanji akan membongkar sendiri garasi dan teras rumahnya, namun faktanya hingga kini rumah berlantai dua tersebut tetap kokoh berdiri.

Kepala bidang pengawasan Dinas tata kota dan bangunan Kendari, Syamsu Alam mengatakan, pihaknya terpaksa menyegel rumah tersebut karena telah melanggar sempadan jalan.

“Sudah sering bandel dan tak patuhi aturan, makanya kami segel rumahnya. Padahal sebelumnya pemilik rumah sudah berjanji tak akan melanjutkan pembangun garasi dan teras rumahnya saat pembongkaran lalu,” ungkapnya.

Selain belum memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah tersebut akan dibongkar lagi, setelah ada hasil keputusan dari tim yustisi Pemerintah Kota Kendari. ” ada dua rumah yang kami segel, satunya rumah di Kelurahan Korumba karena membangunan di atas sungai,” terangnya.

Sebelumnya, tim gabungan Satuan Pamong Praja bersama personel TNI dan Polri dilengkapi satu unit alat berat atau eksavator mendatangi rumah berlantai dua di Jalan Supu Yusuf, Kecamatan Kadia, Kendari pada akhir tahun lalu.

Pemilik rumah, Muh Yusuf hanya bisa pasrah melihat garasi rumahnya dibongkar Pol PP. Aksi bongkar paksa rumah pejabat tersebut mendapat perhatian pengguna jalan dan tetangga rumah pribadi tersebut.

Alat berat yang telah disiapkan tak digunakan petugas, setelah pemilik rumah, Muh Yusuf melobi dan bersedia membongkar kembali rumahnya yang menyalahi aturan tersebut. Asisten I Kota Kendari, Arifin Baidi mengatakan, pembongkaran rumah warga tersebut sudah sesuai dengan aturan.

“Kami sudah beberapa kali menyurati pemilik rumah, namun karena tidak ada jawaban, dan bahkan rumah itu terus dibangun, sehingga sesuai dengan aturan, harus kita bongkar,”katanya.

Eksekusi pembongkaran rumah milik Muh Yusuf itu tidak berlangsung lama, karena hanya bagian dinding dan depan teras garasi yang dibongkar aparat.

“Saya tidak melakukan perlawanan terkait pembongkaran garasi rumah saya yang dilakukan aparat. Karena memang saya akui salah,” kata Yusuf saat dimintai tanggapannya terkait pembongkaran rumahnya itu.

Yusuf beralasan bahwa keberadaan rumahnya dengan jalan yang ada itu, jauh lebih dulu bangunan itu ada ketimbang pelebaran jalan yang baru 2-3 tahun terakhir. Akan tetapi karena aturan, maka pihaknya harus mematuhi.KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top