Connect with us

Tersangka Pidana Pemilu di Raha Menghilang

Hukum & Kriminal

Tersangka Pidana Pemilu di Raha Menghilang

RAHA, SUARAKENDARI.COM-Gara gara mencoblos dua kali di TPS berbeda serta  menggunakan surat panggilan orang lain dalam pileg tanggal 9 April lalu,  seorang wanita penjual bakso di Kota Raha, Sutini, harus berurusan dengan Gakumdu Kabupaten Muna.

Namun setelah jadi  tersangka, Sutini tiba-tiba menghilang. Panwaslu Muna dan aparat kepolisian pun dibuat pusing karena belum berhasil menemukan Sutini, baik di rumahnya di belakang pasar Labora,maupun di kios tempatnya berjual.

“Beberapa kali kita cari,tapi tetap tidak ditemukan. Kiosnya tutup. Sementara di rumahnya,keluarganya tidak tau kemana Sutini pergi,”ujar Ketua Panwaslu Muna,Lumban Gaol.

Kasus Sutini merupakan salah satu kasus pidana pemilu yang direkomendasikan ke Gakumdu Polres Muna bersama dua kasus pemilu lainnya di Desa Kawitewite dan Kecamatan Towea. “Batas waktu penanganan kasus pidana pemilu di kepolisian itu selama 14 hari,”ujar Lumban

Tim Gakumdu Kejaksaan Negeri Raha yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Raha,Junaedi HS yang dikonfirmasi jurnalis koran ini,Selasa (22/4) menegaskan bahwa pihaknya belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Muna. “SPDP nya belum dikirim ke kami,”kata Junaedi HS. Namun pihaknya sudah mengetahui tiga perkara kasus pidana pemilu yang telah direkomendasikan Panwaslu Muna ke Polres.

Sementara itu,Kapolres Muna,AKBP Sempana Sitepu yang dimintai konfirmasinya tentang penanganan tiga perkara pidana pemilu yang telah direkomendasikan sejak tanggal 15 April lalu,masih enggan memberi penjelasan secara detail. Sempana belum mendapat laporan dari tim Gakumdu Polres Muna mengenai penanganan tiga kasus tersebut. (TRI )

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top