Connect with us

Tersangka Kasus Pelanggaran UU ITE Sayangkan Proses Penahanan

Hukum & Kriminal

Tersangka Kasus Pelanggaran UU ITE Sayangkan Proses Penahanan

KENDARI, SUARAKENDARI.com – Titing Suryana Saranani (41), warga Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, (Sultra), menyayangkan tindakan polda yang telah menahan dirinya lantaran diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tak hanya itu, ia juga kecewa dengan cara petugas kepolisian saat melakukan penangkapan. “ Seharusnya polwan yang amankan saya bukan polisi laki-laki, karena saya dipeluk terangkat bajuku dan celanaku melorot sampai robek. Masak begini caranya,tak mungkin saya melarikan diri, banyak polisi yang datang tangkap di rumahku kayak saya teroris saja,” tuturnya di Polda Sultra, Kamis (23/10/2014).      

Sebelum diamankan polisi, kata Titing ia didatangi oleh seorang polwan yang menyamar untuk meminta diadvokasi karena telah dilecehkan. Kemudian ia menemui perempuan itu dan di ruangan telah ada banyak polisi.

“ Saya minta duduk dulu, ada apa langsung mau menangkap. Polisi itu bilang nanti kamu melarikan diri lagi, saya jawab mi bagaimana mau lari rumahku sudah dikepung tiga mobil polisi,” jelasnya.

Dikatakan Titing seharusnya polisi tidak melakukan penahanan, karena ada beberapa kasus yang sama pelakunya tidak ditahan.     

Sementara itu, Kasubdit PPID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan, tersangka resmi ditahan mulai hari ini. Berkas perkaranya sudah rampung, minggu depan akan dilimpahkan ke kejaksaan tinggi Sultra.

“ Sesuai prosedural penangkapan itu 1×24 jam, namun resmi ditahan sejak hari ini pukul 15.30 di ruang tahanan Polda Sultra. Penahanannya selama 20 hari untuk penyidikan, surat perintah penahanan (SPH) sudah terbit,” kata Dolfi.

Tersangka pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),
akan menjalani masa penahanan 20 hari di Maolda Sultra. Titing menempati ruang SPRI Direktorat kriminal khusus Kepolisian Daerah (Polda) Sultra. Ia resmi ditahan oleh polisi Kamis (23/10/2014) sore sekitar pukul 15.30 wita.

Penahanan Titing Saranani itu terkait dengan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 27 dan pasal 32 tahun 2008 dengan  ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Sebelumnya, September 2013 lalu, Titing dilaporkan ke polisi oleh anggota Panwaslu Kabupaten Bombana, La Ode Rahmat. Titing dituding melakukan pencemaran nama baik Rahmat di jejaringan sosial dalam group Facebook “Sultra Watch”. Dalam Facebook itu, Titing menyebutkan La Ode Rahmat seorang “gigolo”. Merasa dilecehkan, La Ode Rahmat akhirnya mengadu kasus ini ke polda Sultra.

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top