Terlalu, Dana Bencana Alam Diduga Dikorupsi

Suarakendari.com – Budaya korupsi benar-benar menggerogoti negeri ini. Parahnya, bantuan dana yang seyogyanya untuk para korban bencana alam puting beliaun di Kabupaten Kolaka Utara diduga ikut ditilep para pelaku. Penyelidikan dan penyidikan kasus ini pun terus dilakukan aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Lasusua.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lasusua, Andi Fahruddin, SH saat ditemui diruang kerjanya, mengungkapkan kasus dugaan korupsi bantuan sosial bencana alam puting beliung anggaran tahun 2013-2014 di Kabupaten Kolaka Utara ditelah sampai ke tahap penyidikan. Selain itu, pihak kejari sendiri telah menerima hasil audit dari Badan Pemeriksa Keungan (BPKP) terkait kerugian negara yang timbul akibat kasus korupsi bantuan sosial puting beliung.

Menurut hasil pemeriksaan terhadap beberapa saksi, penyalahgunaan dana dalam kasus ini diduga dilakukan oleh oknum dari instansi Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara.

“Saat ini kami fokus menangani kasus ini, karena sudah sampai pada tahap Dik dan berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa keungan (BPKP) yang kemarin baru kami terima,”ungkapnya.

Pengakuan para tersangka, dana yang tadinya diperuntukkan untuk korban puting beliung digunakan dengan dalih untuk biaya operasional sehingga berdasarkan hasil audit dana tersebut tidak tepat sasaran. Selain itu, Kajari juga menjelaskan kalau pihaknya akan melimpahkan kasus ini kepengadilan paling lambat minggu terakhir bulan September.

“Insyaallah september inikasus ini sudah dilimpahkan kepengadilan dan sampai saat ini sudah ada tiga tersangka,”ungkapnya seraya menambahkan jika para tersangka berinisial M,R dan N.

Menanggapi tudingan “Masuk Angin” yang dialamatkan mahasiswa kepada instansinya melalui aksi demostrasi beberapa saat lalu, Fahruddin menegaskan kalau tudingan tersebut tidak berdasar.

“Dalam demo tudingan seperti sah-sah saja,kalau memang ada bukti pernyataan masuk angin silahkan buktikan, mereka (mahasiswa) tidak tahu prosedurnya, kendalanya apa yang jelasnya semua kasus yang kami tangani semuanya berjalan dan kami masih terus melakukan pemanggilan, hanya saja untuk saat ini kami fokuskan dulu kasus korupsi bantuan putting beliung,”tegas Kajari. (sal/mediakendari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *