Connect with us

Terbongkar Praktik Suap Berjamaah Industri Tambang di Sultra

Uncategorized

Terbongkar Praktik Suap Berjamaah Industri Tambang di Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI-Era tambang boleh saja berlalu, namun siapa sangka jejak korupsi benar-benar melekat pada pengelolaan industri ektraktif, khususnya melibatkan para pejabat negara.

Salah satunya yang terungkap dari dokumen putusan pengadilan tingkat pertama No 287/Pid.B/2012/PN.Klk yang melibatkan salah satu mantan bos PT Dharma Rosadi Internasional (DRI), Tubagus Riko Riswanda SE yang didakwa menggelapkan dana perusahaan hingga puluhan Milyar Rupaih.

Data yang berhasil diperoleh Suarakendari.com, tertulis Riko hanya mampu menyetor Rp.31.237.095.156. kepada rekening perushaaan. Yang dimana seharusnya Riko menyetor Rp.112.691.431.896.

Angka Ratusan Milyar itu berdasarkan akumulasi dari penjualan ore yang dilakukan oleh PT. DRI sebanyak 44 kapal yang setara dengan 1.836.971,51 MT ore nikel. Jadi dari total yang seharusnya disetor oleh Riko kepada rekening perushaan sebesar Rp.112 Milyar lebih, dia hanya mampu mempertanggung jawabkan sebesar Rp.31.237.095.156. Secara otomatis Riko Tubagus Riswanda menggelapkan dana perusahaannya sebesar Rp.81.454.336.740.

Dengan berbagai kekurangan itulah juga ditengarai Riko Tubagus Riswanda melakukan penyogokan atau dengan istilah ‘pelicin’ kepada sejumlah oknum pejabat, baik aparat dinas kehutanan, petinggi kepolisian, petinggi TNI Sultra, aktifis LSM hingga wartawan.

Kasus bagi-bagi ‘duit haram’ di sector tambang ini, tentu saja tanpa sepengatuan Djoni Rosadi sebagai pemilik perushaan PT. Dharma Rosadi Internasional. Namun saat mengetahui uang perusahaannya ‘dibagi-bagi’ kepada sejumlah oknum pejabat dan petinggi TNI dan Polri di Sulawesi Tenggara, oleh Riko, maka kasus tersebut akan dibuka kembali dimeja humum.

“Akan kita kejar dan kasus it uterus berlanjut. Termasuk aliran dananya kemana saja,” ucap Djoni Rosadi beberapa waktu lalu saat menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Kolaka

Kasus yang melibatkan Riko tersebut telah bergulir dipersidangan sejak akhir tahun  2012 dan berakhir pada 03 Oktober 2013. Riko sendiri dijatuhi vonis oleh majelis pengadilan Kolaka selama 4 tahun penjara.

Bahkan, dalam amar putusan Pengadilan Negeri Kolaka, terungkap sejumlah nama pejabat, lengkap dengan jabatan mereka menerima dana sejak PT Dharma Rosadi beroperasi di Kolaka. Dalam dokumen yang cukup rahasia tersebut, beberapa nama yang cukup dikenal publik jelas tersebut menerima dana dengan nilai cukup fantastis.

Akan Dilapor ke KPK

Sejumlah aktifis berencanaa melaporkan dugaan suap pejabat daerah ke KPK. Pasalnya, praktik korupsi yang menggurita di perusahaan tambang sudah dinilai sudah terang-terangan dan melibatkan langsung para elit politik dan penegak hukum. Ironisnya, praktik korupsi korporasi pertambangan ini dilakukan tanpa ada rasa empati penegakan etika hukum di negara ini. “Kami sudah mendapatkan data dan siap melaporkan ke KPK,”kata Yusran. YOS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top