Terasi Berbahaya Ditemukan di Bombana

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Badan pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan Terasi mengandung Rhodamin B atau zat pewarna pakaian, di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana.

Zat perwarna yang bisa membahayakan tubuh manusian itu, ditemukan tim BPOM RI pekan silam disalah satu koperasi industri pengusaha Terasi di Kelurahan Lampopala, saat BPOM RI bekerja sama dengan BPOM Sulawesi Tenggara sedang super visi di Kabupaten Bombana

Saat dipergok Tim BPOM, H. Bahar pemilik Koperasi bernama industri Terasi Alba ini mengakui penggunaan atas zat Rhodamin B tersebut. Kata dia, Rhodamin digunakan akibat pesanan konsumen dari kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

“Untuk terasi yang dicampur dengan bahan ini (Rodhamin), itu khusus kami antar di Kota Mataram. Kami lakukan sesuai pesanan disana. Sebab Jika tidak dicampur, warna terasi agak hitam dan tidak laku,” terang H. Bahar

Pengusaha terasi yang bekerja hampir 20 tahun ini mengaku bahan Rodhamin didapat dari kiriman seseorang, langsung dari Kota Mataram. Zat perwarna tersebut tebungkus dengan plastik yang sudah dipecah-pecahkan dalam ukuran sekitar 5 gram per buahnya. “Saya dikirimkan dari sana (Mataram) tiap bulannya. Bahan itu yang selalu kami campurkan bagi terasi yang ke Mataram. sementara terasi yang khusus diedar di Bombana kami tidak campurkan,” ujarnya.

H. Bahar mengaku, tiap bulannya selalu mengirim ratusan kilo terasi yang sudah dicampur zat pewarna tekstil itu, ke Kota Mataram sesuai pesanan konsumen disana.

Sementara itu, Dina mariana, kepala seksi listing dan pendanaan produk dan bahan berbahaya BPOM RI mengatakan kandungan zat pewarna Rhodamin dapat membahayakan kesehatan manusia.¬† ” Jika dikonsumsi, Bahan Rhodamin ini akan merusak jaringan tubuh manusia. Bisa menimbulkan penyakit kanker,” pungkasnya.

Kata Dina, larangan tersebut sudah dituangkan dalam peraturan bersama antara mentri dalam Negeri dan kepala BPOM tentang pengawasan bahan-bahan yang digunakan untuk pangan.

“Sudah ada surat edarannya yang ditujukan kepada para gubernur dan bupati/Walikota se indonesia untuk membentuk tim tepadu guna pengawasan tentang bahan bahan makanan yang berbahaya ini.”¬†

Sementara itu kepala Badan POM Sultra, Adila Pababbari menyayangkan tindakan penggunaan bahan Rhodamin tersebut. Dirinya mengaku akan terus mengawasi setiap peredaran bahan makanan  berbahaya di Sulawesi Tenggara.

“Tadi kami sudah buatkan pernyataan kepada pembuat, untuk tidak mengulangi tindakan tersebut. Kami juga minta agar pengiriman kemataran di stopkan. Selain itu, kami juga sudah menyita bahan rhodaminnya. Dan pelaku sudah siap jika sewaktu-waktu dapat dipanggil memberikan keterangan untuk tindakan projestianya,” ujarnya. (DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *