Tenaga Kerja Asing Rebut Lahan Pekerja Lokal ?

Suarakendari.com-Kehadiran tenaga kerja asing yang bekerja di sejumlah perusahaan tambang di Sultra mulai memantik reaksi dari tenaga kerja lokal. Pasalnya, sejak kedatangan para tenaga kerja asal China telah merebut sebagian lahan pencarian warga. “Sejak mereka datang kami tidak lagi diberi pekerjaan,”kata Lukman, warga Desa Batu Gong, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe.

Para pekerja asing memborong semua macam pekerjaan perusahaan mega industri tambang, dari tenaga inti industri hingga pekerjaan buruh kasar. “Saya saksikan sendiri, para pekerja asal china menjadi buruh kasar seperti mengaduk semen dan hingga pemasangan batu untuk bangunan dalam industri,”kata Lukman.

“Terus terang keberadaan mereka telah melecehkan kami sebagai pekerja lokal, okelah kalau soal tambang dan komputer mungkin wajar-wajar saja mereka kerja, tapi kalau sudah menjadi buruh kasar dan pasang batu ini namanya tidak menghargai pekerja lokal. Kalau sudah begini, bagaimana kami mau beri makan keluarga,”ujar Lukman.

Dua pekan silam, kata Lukman, warga telah melakukan aksi unjuk rasa di kawasan pembangunan Mega Industri yang terletak di Kecamatan Bondoala untuk meminta keadilan pada pekerja lokal. “Saya tidak tau lagi apa hasil dari pertemuan antara warga dan perusahaan,”.

Lukman berharap agar ada solusi bagi pekerja lokal agar ada keadilan serta tidak menimbulkan kecemburuan sosial. SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *