Connect with us

Tekan Serangan Penyakit Blas BPTP Balitbangtan Sultra Tanam Inpari Blas di Konawe Selatan

Pertanian

Tekan Serangan Penyakit Blas BPTP Balitbangtan Sultra Tanam Inpari Blas di Konawe Selatan

Tekan Serangan Penyakit Blas BPTP Balitbangtan Sultra Tanam Inpari Blas di Konawe Selatan

SUARAKENDARI.COM-Laporan   BPTPH   tahun   2016   menunjukkan   penyakit   utama   padi   sawah   di   Sultra adalah blas dengan luas serangan 2.865 ha dan untuk di Kabupaten Konawe Selatan luas serangan   mencapai   962   Ha.   Kondisi   ini   perlu   mendapat   perhatian   serius   untukmencegah penyebarannya.   Penyakit blas di sebabkan oleh cendawan  Pyriculariagrisea  merupakan salah satu kendala  utama dalam peningkatan produksi padi diIndonesia.   Secara   umum   ada   dua   jenis   serangan   blas,   yaitu   blas   daun   yang menyerang tanaman pada saat fase vegetatif dan blas leher malai yang menyerang pada fase pembungaan.

Dalam mendukung Program  UPSUS  Swasembada pangan  dan  menekan  kehilangan hasil   akibat   penyakit   Blas,   BPTP   Balitbangtan   Sultra   melalui   kegiatan   Demplot   telah melaksanakan  penanaman   padi   sawah   di   Desa  Aepodu   Kec.   Laeya   dengan   luasan   3   ha dengan  introduksi   teknologi  antaranya   penggunaan  VUB  padi  sawah  seperti   varietas  Inpari Blas, Inpari 30 Ciherang Sub 1, dan Inpari 31 Sistem tanam pindah legowo 2:1, Pemupukan,serta pengendalian hama dan Penyakit.

Penanaman dilakukan bersama dengan petani, KPKLaeya, Babinsa, Kepala Desa Aepodu, Peneliti dan penyuluh BPTP Sultra. Keunggulan darivarietas Inpari Blast adalah selain umur genjah,, potensi hasil mencapai 9,03 t/ha dan rasa nasipulen.

Dari hasil penelitian Samrin dkk, 2016. bahwa Varietas Inpari 32, Inpari Blas, Inpari 22 dan ciherang beraksi agak tahan terhadap penyakit Blas daun dan tidak berbedanyata dengan Inpari 26, Inpari 27 dan IPB4S. Sedangkan untuk Blas leher Inpari 32beraksi   agak   tahan   dan   tidak   berbeda   nyata   dengan   Inpari   22,   Inpari   Blas   dan Ciherang.

Pemerintah setempat dalam hal ini Kepala Desa Aepodu sangat mendukung dengan adanyakegiatan   ini   karena   dapat   meningkatkan   pengetahuan   dan   keterampilan   petani   tentangteknologi usahatani  padi   sawah  yang   ada  di   Desa Aepodu.  Ini   dapat dilihat  Pak   Bambang selaku Kepala Desa turut serta dalam melakukan penanaman padi sawah di lokasi demplot. Kepala desa mengatakan dengan tindakan seperti ini dapat memotivasi petani di Desa Aepodu untuk melakukan penanaman padi sawah yang baik dan benar dengan melakukan penerapanteknologi padi sawah yang diajarkan oleh BPTP Balitbangtan Sultra.

Kepala BP3K Laeya juga mengatakan Penyuluh akan bersinergi dengan BPTP Sultra dalammendampingi   petani   di   lapangan   dan   memberikan   informasi   teknologi   padi   sawah   untuk meningkatkan produksi. Dalam testimony Petani sangat senang dengan adanya kegiatan Demplot padi sawah karenamelalui kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan pembelajaran baru tentang budidaya padi sawah.  Petani mengukapkan bahwa sebelumnya petani berusaha tani padi sawah dengan menanam   system   tegel   dan   kakika,   varietas   yang   digunakan   adalah   varietas   ciliwung, ciherang, pemupukan yang dilakukan tidak sesuai anjuran sehingga produksi yang dihasilkansekitar 2,5 – 3 t/ha. (IKA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pertanian

To Top