Connect with us

Tarif Angkota Kendari Naik 28 Persen

Metro

Tarif Angkota Kendari Naik 28 Persen

Tarif Angkot Kendari Naik 28 Persen

 

KENDARI, SUARAKENDARI.com- Pemerintah kota Kendari, Sulawesi Tenggara menetapkan tarif angkutan kota (angkot) naik sebesar 28 persen, setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Keputusan itu ditetapkan pemerintah kota Kendari dalam rapat dengan perwakilan sopir semua rute, pemilik kendaraan, mahasiswa, akademisi dan pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di ruangan rapat kantor Wali Kota Kendari, Rabu (19/11/2014).  

Wakil Wali Kota Kendari, H.Musadar Mapasomba, usai memimpin rapat mengatakan dengan adanya kesepakatan tarif baru ini, para sopir diminta untuk menghentikan aksi mogok.

” kenaikkan tarif angkutan umum sebesar 28 persen tersebut dilakukan untuk menghindari kenaikan sepihak yang dilakukan oleh sopir angkot,” kata Musadar.

Dijelaskan Musadar, kenaikan tarif angkot selain bersumber dari kenaikan harga BBM, juga diakibatkan adanya pembengkakan biaya operasional yang disebabkan oleh naiknya harga onderdil kendaraan.

” tarif awal angkot yang sebelumnya Rp3.900 untuk penumpang umum naik menjadi Rp5.000 sedangkan untuk pelajar dan mahasiswa naik dari tarif sebelumnya Rp2.500 menjadi Rp3.200,” terangnya.

Dalam memutuskan tarif baru, para pihak berdebat mempertahankan argumen masing- masing. Sopir angkot meminta agar tarif baru bagi pelajar dan mahasiswa ditetapkan senilai Rp 3.500,namun perwakilan mahasiswa menolak dan meminta tarif sewa bagi mereka hanyadikenakan.Rp. 3000 saja.

” kalau naik. Rp. 3500 pasti kami tolak usulan tersebut ditolak karena dianggap memberatkan masyarakat pengguna transportasi umum, jadi ambil tengahnya saja jadi Rp. 3.200,” papar Musadar. 

Dia melanjutkan, kenaikan tarif angkutan kota itu dilakukan setelah mengkaji akan persentase penyesuaian tarif angkutan dengan mempertimbangkan biaya operasional angkutan umum dan daya beli masyarakat, setelah kenaikan harga BBM. 

Disinggung kenaikan tarif angkot baru yang ditetapkan pemerintah kota  telah melebihi dari ketetapan tidak boleh lebih dari 10 persen,  menurut Musadar hal itu sulit dilakukan karena akan merugikan sopir dan pengusaha angkutan kota.

” keputusan ini sudah berdasarkan analisi dari dinas perhubungan, akhirnya  nilai yang kami dapat ya tarif baru Rp 3.200 dan R.p 5.000 untuk pelajar dan umum,”.

Sementara itu, kepala dinas perhubungan kota Kendari, Syarif Sjayang mengungkapkan ada 9 trayek angkot yang ada dalam kota Kendari. Pihaknya akan segera mensosialisasikan tarif baru angkutan kota kepada para sopir dan masyarakat. 

” hasil kesepakatan dalam pertemuan itu akan secepatnya dibuatkan peraturan Wali Kota (Perwali) untuk mengatur jumlah tarif bagi pengguna angkutan umum,” ujarnya. 

Dalam penetapan tarif baru angkot kota Kendari, ketua Organda kota Kendari Rahman memilih keluar dari rapat. Pasalnya, ratusan sopir yang telah menunggu di samping kantor walikota, meminta agar seluruh perwakilan sopir tidak mengikuti rapat, karena permintaan mereka soal kenaikan tarif baru tidak disahuti pemerintah kota. (Kiki) 

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top