Connect with us

Tanpa Internet, Syabandar Sulit Ingatkan Nelayan Tradisional

Uncategorized

Tanpa Internet, Syabandar Sulit Ingatkan Nelayan Tradisional

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Tidak adanya jaringan internet yang terkoneksi ke Kantor Syabandar Kolaka, Sulawesi Tenggara membuat kantor Syabandar sulit mengingatkan nelayan tradisional terkait cuaca buruk.

padahal hal itu sangatlah penting demi keselamatan nelayan tradisional, khususnya mereka yang tinggal di wilayah Kolaka dan sekitarnya.

Kepala Syabandar Kolaka, Abdullah kepada suarakendari.com mengatakan jika ada jaringan internet yang bisa digunakan maka hal itu dapat memudahkan sistem informasi dari segi perkiraan cuaca. sebab dirinya mengaku bisa langsung mengakses hasil prakiraan cuaca dan menyebarluaskannya kepada para nelayan tradisional.

“Jika ada jaringan internet kita tinggal buka situs BMKG Makassar milsalnya atau apapun demi melihat perkiraan cuaca di teluk Bone dan wialayah laut Kolaka. Kalau memang ada indikasi membahayakan kita bisa segera memberitahu nelayan tradisional disini. Ini yang saya harapkan kita bisa ikut membantu nelayan melihat kondisi cuaca di laut,” katanya, Senin (04/08/2014).

Dia juga menambahkan selama ini pihaknya hanya memperingati nelayan tradisonal lewat jaringan radio pantai, itupun sebenarnya tidak terlalu efektif.

“Kalau misalnya ada jaringan internet dan setiap saat bisa kita pantau prakiraan cuaca saya rasa tiap saat pula bisa kita komunikasikan pada nelayan terkait kondisi cuaca,” tambahnya.

Kepala Syabdanr Kolaka bahkan menjelaskan dikantornya memang tidak tersedia jaringan internet sejak beberapa tahun lalu.

“Sejak saya masuk memang tidak ada. Kata petugas dari dulu jaringan internet memang tidak ada. Padahal itu sangat penting. Saya juga sudah bicara sama pimpinan Telkom di Kolaka, kata dia masih diusahakan. Saya berharap segera dipasangkan jaringan internet agar kita mudah bekerja,” tegasnya.

Hal ini memang sangatlah penting untuk dilakukan, sebab nelayan tradisional yang ada masih bergantung pada tanda-tanda alam.

Di Kolaka memang terdapat lebih dari 500 nelayan tradisonal yang tersebar disejumlah daerah pesisir Kolaka dan mereka itu memang masih bergantung pada tanda-tanda alam jika ingin turun melaut. Namun para nelayan pun tidak menampik jika ada peringatan dini dari pihak terkait maka mereka akan menuruti.

Misalnya Usman, nelayan tradisional ini cukup berbangga jika mendapat perhatian dari pihak Syabandar. “Ini menyangkut keselamatan kami jadi kami berterimakasih jika Syabandar Kolaka berniat seperti itu kami sepakat. Memang selama ini tanda-tanda alam saja yang kami gunakan. Itupun sudah tidak akurat seperti dulu lagi,” tutupnya. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top